Meningkat 5,13 Persen, Produksi Padi Jatim Diprediksi Tembus 9,86 Juta Ton GKG Hingga Oktober 2026

Media Bangsa – SURABAYA, 24 SEPTEMBER 2026 — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh petani di Jawa Timur atas kerja keras, ketangguhan, dan kontribusinya dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Apresiasi tersebut disampaikan Gubernur Khofifah bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional Tahun 2026 yang diperingati hari ini, Kamis (24/9).

Menurutnya, petani memiliki peran yang sangat strategis, bukan hanya sebagai produsen pangan, tetapi juga sebagai penjaga keberlanjutan kehidupan, penggerak perekonomian perdesaan, dan pilar kedaulatan bangsa.

“Selamat Hari Tani Nasional Tahun 2026 kepada seluruh petani, khususnya para petani di Jawa Timur. Terima kasih atas kerja keras, ketekunan, dan pengabdian panjenengan semua. Dari tangan para petani, pangan tersedia, ekonomi desa bergerak, dan ketahanan bangsa terus terjaga,” ujar Gubernur Khofifah, Kamis (24/9).

Khofifah mengatakan, peringatan Hari Tani Nasional menjadi momentum untuk memberikan penghormatan kepada para petani sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam membangun sektor pertanian yang semakin maju, mandiri, modern, dan berkelanjutan.

“Petani tidak hanya menanam benih di lahan pertanian. Para petani juga menanam harapan, menjaga kehidupan, dan memastikan kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi,” ungkapnya.

Peran besar petani Jawa Timur tercermin dari capaian produksi padi dan beras yang terus menunjukkan kinerja positif.

Berdasarkan Angka Tetap Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur yang dirilis pada 2 Februari 2026, luas panen padi Jawa Timur sepanjang 2025 mencapai sekitar 1,84 juta hektare.

Dari luas panen tersebut, produksi padi Jawa Timur mencapai 10,44 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat 12,60 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi tersebut setara dengan sekitar 6,03 juta ton beras untuk konsumsi pangan penduduk.

Kinerja positif tersebut berlanjut pada 2026. Berdasarkan potensi produksi periode Januari–Oktober 2026, produksi padi Jawa Timur diperkirakan mencapai 9,86 juta ton GKG atau tumbuh 5,13 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

“Pada periode Januari–Oktober 2026, luas panen padi di Jawa Timur mencapai 1,74 juta hektare, meningkat 4,58 persen atau bertambah 76,19 ribu hektare dibandingkan periode yang sama 2025 yang mencapai 1,66 juta hektare,” tegasnya.

“Luas dan panen juga linier dengan peningkatan produksi padi yang mencapai 9,86 juta ton gabah kering giling (GKG), naik 5,13 persen atau bertambah 480,77 ribu ton GKG dari 9,38 juta ton GKG pada 2025,” imbuhnya.

Sementara itu, produksi beras tercatat 5,69 juta ton, meningkat 5,13 persen atau bertambah 277,61 ribu ton dibandingkan produksi 2025 sebesar 5,41 juta ton.

Jumlah tersebut setara menempatkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan potensi produksi padi tertinggi secara nasional.

Lebih lanjut Gubernur Khofifah menegaskan, sejak 2020 hingga Semester I 2026, Jawa Timur konsisten menjadi provinsi dengan produksi padi dan beras tertinggi di Indonesia.

“Alhamdulillah, sejak 2020 hingga Semester I 2026, Jawa Timur konsisten menjadi produsen padi dan beras tertinggi secara nasional. Capaian ini merupakan buah dari kerja keras para petani, penyuluh, kelompok tani, serta seluruh pemangku kepentingan sektor pertanian,” katanya.

Menurut Khofifah, capaian tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Jawa Timur, tetapi juga merupakan tanggung jawab besar untuk terus menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.

“Jawa Timur tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan masyarakatnya, tetapi juga memberikan kontribusi besar bagi pemenuhan kebutuhan pangan nasional. Karena itu, posisi sebagai lumbung pangan Indonesia harus terus kita jaga dan perkuat,” tegasnya.

Meski capaian produksi terus meningkat, Khofifah menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pertanian tidak cukup hanya diukur dari tingginya hasil panen. Peningkatan produktivitas harus memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan petani.

Karena itu, Pemprov Jatim terus mendorong penguatan ekosistem pertanian mulai dari hulu hingga hilir. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan akses terhadap benih unggul dan pupuk, perbaikan sarana irigasi, pemanfaatan alat dan mesin pertanian, perluasan akses pembiayaan, hingga penguatan pemasaran dan hilirisasi produk pertanian.

“Produksi yang tinggi harus beriringan dengan peningkatan kesejahteraan petani. Petani harus memperoleh nilai tambah yang layak dari hasil kerjanya, memiliki kepastian pasar, serta mendapatkan perlindungan dalam menjalankan usaha tani,” jelasnya.

Khofifah juga mendorong penguatan kelembagaan kelompok tani dan gabungan kelompok tani agar memiliki posisi tawar yang semakin kuat. Kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota, TNI, Polri, perguruan tinggi, dunia usaha, perbankan, serta berbagai komunitas pertanian juga terus dikembangkan.

Selain itu, modernisasi sektor pertanian dinilai penting untuk menjawab tantangan perubahan iklim, keterbatasan sumber daya, serta kebutuhan peningkatan produktivitas.

Pemanfaatan teknologi pertanian, mekanisasi, digitalisasi pemasaran, penggunaan air secara efisien, serta penerapan pola budidaya yang ramah lingkungan perlu terus diperluas hingga menjangkau para petani di berbagai daerah.

“Perubahan iklim menghadirkan tantangan yang semakin kompleks. Karena itu, pertanian Jawa Timur harus semakin adaptif, efisien, dan berbasis teknologi tanpa meninggalkan kearifan lokal yang telah diwariskan para pendahulu,” tuturnya.

Lebih lanjut, Khofifah mengajak generasi muda untuk tidak ragu terjun ke sektor pertanian. Menurutnya, regenerasi petani merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pangan pada masa mendatang.

Pertanian saat ini tidak lagi identik dengan pekerjaan konvensional, tetapi telah berkembang menjadi sektor modern yang melibatkan inovasi teknologi, pengolahan produk, kewirausahaan, pemasaran digital, dan industri berbasis pertanian.

“Masa depan pangan berada di tangan generasi muda. Mari kita bangun pertanian sebagai sektor yang modern, inovatif, menguntungkan, dan membanggakan agar semakin banyak anak muda tertarik menjadi petani maupun wirausaha pertanian,” ajaknya.

Pada momentum Hari Tani Nasional 2026, Khofifah kembali menyampaikan penghargaan kepada seluruh petani pangan, hortikultura, dan perkebunan yang terus bekerja menjaga produktivitas pertanian Jawa Timur di tengah berbagai tantangan.

Ia berharap petani Jawa Timur semakin tangguh, sejahtera, dan berdaya saing serta terus menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan Indonesia.

“Terima kasih kepada seluruh petani Jawa Timur yang tidak pernah lelah merawat tanah, menanam, dan menghasilkan pangan bagi masyarakat. Semoga seluruh ikhtiar dan kerja keras para petani senantiasa diberikan kelancaran, keberkahan, serta hasil panen yang melimpah,” ucapnya.

“Mari terus bergandengan tangan menjaga Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional sekaligus memastikan petaninya semakin maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya.