Media Bangsa – MALANG, 27 OKTOBER 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan Jambore Kader PKK Jawa Timur di Harris Hotel & Convention Malang, Senin (26/10).
Didampingi oleh Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak dan Bupati Malang M. Sanusi, pembukaan dilaksanakan dengan pemukulan gong dan pemotongan tumpeng sebagai perayaan.
Acara ini diikuti oleh 38 Ketua TP PKK Kabupaten/Kota, 76 Pengurus TP PKK di seluruh Jawa Timur, dan juga 114 orang kader TP PKK dari 38 kabupaten/kota.
Gubernur Khofifah mengatakan, Tim Penggerak PKK dan para kader merupakan insan tangguh luar biasa. Pasalnya, mereka memiliki energi yang bisa menggerakkan berbagai elemen strategis di lini bawah sehingga dapat mengokestra gerakan yang produktif.
“Mereka yang ada di PKK ini luar biasa. Tapi saya meminta kembali _panjenengan_ menguatkan ketahanan pangan. Yang sudah _panjenengan_ lakukan, mohon tetap dikuatkan dan diluaskan karena ketahanan pangan bagi dunia hari ini adalah PR besar,” tegas Gubernur Khofifah.
“Walaupun di 2025 Indonesia sudah mewujudkan ketahan pangan nasional dengan Jawa Timur yang sudah bisa mewujudkan kedaulatan pangan berkelanjutan,” katanya.
Ketahanan pangan ini, jelas Gubernur Khofifah, terlebih menjadi penting dengan fenomena El-Nino yang berkepanjangan. Hal ini kemudian berdampak pada masa tanam dan panen serta kelangkaan air bersih di sekitar 25 kabupaten/kota di Jawa Timur.
“Jadi, kalau kita ingin melakukan PHBS atau Pola Hidup Bersih dan Sehat, hari ini tambah satu PR lagi yaitu air bersih. Oleh karena itu, bagi Ibu-Ibu Penggerak PKK di lini paling bawah, jikalau _panjenengan_ mengetahui ada sumber-sumber air yang memungkinkan bisa ditarik melalui pipanisasi, mohon dikoordinasikan dengan Dinas PU Sumber Daya Air Kabupaten/Kota yang nanti akan berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air Provinsi,” terangnya.
Selain pipanisasi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur sendiri telah melalui berbagai upaya lewat _dropping_ air dan sumur bor. Gubernur Khofifah juga menekankan perlunya proses reboisasi dan penjagaan vegetasi dari kerusakan sebagai upaya dari mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs).
“Rasulullah Muhammad SAW menyampaikan begini: ‘Jikalau besok mau kiamat, hari ini di tanganmu ada tunas, maka tanamlah.’ Betapa bahwa menanam itu sesuatu yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah. Maka, seperti yang sudah dilakukan oleh PKK se-Jawa Timur, apakah kaitan dengan upaya mewujudkan ketahanan pangan atau mungkin dengan format-format lain, silakan perbanyak menanam,” tuturnya.
“Setelah menanam, siram, pelihara, jangan ditanam lalu ditinggal. Ini pesan untuk kita semua. Ini rumus: kalau kita menjaga lingkungan, maka lingkungan akan menjaga kita. Jadi kaitan dengan ketahanan pangan, termasuk di dalamnya menanam, mohon ini satu paket,” lanjut Gubernur Khofifah.
Lebih jauh, mantan Menteri Sosial RI itu juga meminta TP PKK untuk senantiasa terlibat dalam pencegahan stunting. Terlebih karena stunting tidak hanya pada fisik, tapi juga pada konstruksi otak.
“Di Indonesia ini stunting paling rendah di Bali, dan nomor 2 adalah di Jawa Timur. Tentu karena peran _panjenengan_ semua, stunting kita ada di 14,7 persen. Nah, mari bersama-sama kita bergerak kembali menurunkan angka stunting,” tegasnya.
“Kalau melihat dari referensi Kementerian Kesehatan, ternyata menurunkan stunting harus dimulai dari pola hidup sehat di usia remaja. Jadi kalau melakukannya saat kehamilan, katanya sudah telat. Tapi saya ingin mengajak, daripada tidak ada intervensi, yang hamil, yang punya bayi/balita, mari bersama-sama kita melakukan pendampingan,” ungkapnya.
Di akhir, Gubernur Khofifah meminta PKK senantiasa terlibat dalam pendampingan penggunaan IT oleh anak-anak. Mengingat, pedoman Kominfo menganjurkan penggunaan gawai hanya pada remaja berusia 16 tahun ke atas.
“Anak-anak kita ini hidup dalam ekosistem yang berbeda dengan saat kita pada usia anak-anak. Karena ekosistem mereka berbeda, maka mohon pendampingan bagaimana cerdas menggunakan IT. Ini penting. Kalau kita tidak perhatikan dan tidak melakukan intervensi secara lebih spesifik, anak-anak ini kemudian dididik oleh gadget yang dia belum memiliki kemampuan untuk menyaring,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah menyerahkan penghargaan Adhi Bhakti atas dedikasi dan pengabdian dalam menggerakkan 10 Program Pokok PKK di masyarakat. Penghargaan tertinggi PKK ini diberikan kepada 4 orang penerima Adhi Bhakti Utama Adhi Bhakti Utama dan 2 orang penerima Adhi Bhakti Pratama.
Dirinya juga menyerahkan penghargaan Lomba Desa dan Kelurahan 2026. Pada kategori desa, juara pertama diraih oleh Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari, Kab. Malang; disusul Desa Bodag Kecamatan Kare, Kab. Madiun dan Desa Butun, Kecamatan Gandusari, Kab. Blitar di urutan kedua dan ketiga.
Untuk kategori kelurahan, juara pertama diraih oleh Kelurahan Oro-oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun; juara kedua diraih Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto; serta Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang sebagai juara ketiga.
Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak menyerahkan masing-masing 3 penghargaan untuk Lomba Film Pendek Tema Cepak/Cegah Judi Online, Penghargaan Lomba Monolog Remaja Tema Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), Lomba Video “Aku Hatinya PKK” Berbasis Tanaman Unggulan, serta Lomba Kader Pendamping ASI Ekslusif.
Arumi mengatakan, PKK lahir dari semangat Isriati Moenadi, istri dari Gubernur Jawa Timur H. M. Moenadi, yang akhirnya mencetuskan gerakan PKK tahun 1967 di Jawa Tengah. Dari langkah kecil itu, kemudian melahirkan gerakan masif di seluruh penjuru Indonesia hingga saat ini.
“Hari Kesatuan Gerak PKK mengingatkan kita bahwa kekuatan PKK bukanlah terletak pada banyaknya kegiatan, tetapi pada kebersamaan kita, satu hati, satu tujuan, dan juga satu langkah yang searah,” katanya.
Arumi kemudian memberikan apresiasi mendalam kepada para kader PKK yang bekerja tanpa pamrih di setiap lini yang menyentuh kehidupan masyarakat. Ia juga berharap, kebersamaan PKK kali ini dapat melahirkan semangat baru dalam melaksanakan 10 Program Pokok PKK.
“Terakhir, atas perselenggaranya kegiatan ini, kami ingin menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Ibu Gubernur yang luar biasa atas kehadiran Ibu dan juga tentunya dukungan Ibu beserta dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Karena tanpa dukungan dan support yang baik, pastinya Tim Penggerak PKK tidak bisa melaksanakan acara pada hari ini,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan