Desa Sidomukti memiliki potensi yang dapat digunakan sebagai destinasi wisata sehingga butuh pendampingan penyusunan wisata 1 hari dan penentuan objek/spotnya. “Kami berharap warga dapat bekerjasama mengoptimalkan potensi tersebut untuk meningkatkan perekonomian warga sendiri dengan menyusun paket wisata harian (one day tour/ ODT)” dan siap memberikan dukungan moral agar muncul destinasi pariwisata potensial yang menarik wisatawan dan dikelola secara mandiri oleh warga, ujar Eva Banowati selaku ketua pengabdian masyarakat. Materi disampaikan oleh Apik Budi Santoso, beliau berkata “bahwa warga harus tahu pengertian pariwisata, umumnya wisatawan memiliki motif masing-masing. Motif tersebut dapat dijadikan dasar untuk mengetahui potensi dan cara optimalisasi wisata baik aspek wisata alam, wisata budaya, wisata buatan. Utamanya objek wisata buatan dengan minat khusus dapat dikembangkan jika secara alam dan budaya tidak memungkinkan untuk menarik wisatawan”. Mengetahui potensi tersebut tentunya harus melihat dari aspek 5A dalam pariwisata, yaitu merupakan elemen penting untok membentuk Keberhasilandan menjadi daya tarik destinasi wisata. Kelima aspek berupa: Attraction (Daya tarik), Accessibility (Aksesbilitas), Amenities (Fasilitas Pendukung) Accommodation (Akomodasi), Activities (Kegiatan). Kelima aspek tersebut menjadi satu kesatuan yang bisa menentukan kepuasan dan kesan wisatawan terhadap suatu destinasi, ujar Apik Budi Santoso.

Selanjutnya warga diberikan contoh kondisi disekitar desa Sidomukti dikaitkan dengan 5 Aspek tersebut kemudian mengajak warga ikut berdiskusi, menganalisis secara faktual dan menyusun paket wisata harian (one day tour/ ODT) dan promosinya lewat sosial media dibantu oleh Sriyanto, Pradika Adi Wijayanto, bersama mahasiswa Devrina Nur Azizah, Mirna Anggraini Puspitarini, Alwania Luthfi Intan Puspita selaku anggota tim pengabdian. Warga sangat antusias dalam diskusi hingga terdapat pertanyaan dan saran yang membangun agar potensi-potensi pariwisata di Desa Sidomukti dapat teridentifikasi dan juga dikembangkan Oleh warga sendiri mengingat ada destinasi wisata yang dikelola oleh pihak swasta sehingga belum begitu berperan dalam peningkatan ekonomi warga di desa tersebut.
