Media Bangsa – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme mengajak generasi muda memanfaatkan kreativitas. Khususnya, mereka wajib memperkuat ketahanan digital melalui jejaring media sosial. Selain itu, pemuda harus menangkal penyebaran paham ekstremisme berbahaya. Oleh karena itu, instansi ini menyelenggarakan sebuah kompetisi menarik. Tepatnya, BNPT menggelar lomba kreasi video TikTok tingkat nasional. Selanjutnya, kompetisi ini mengusung tema generasi muda cerdas bermedia. Lebih dari itu, peserta juga wajib menyebarkan semangat kebangsaan. Bahkan, Pusat Media Damai mengelola program edukatif ini langsung. Tentu saja, langkah ini mendorong penyebaran narasi positif masyarakat. Sebab, publik butuh benteng pertahanan melawan ideologi radikal daring. Anda dapat membaca berita keamanan siber melalui portal kami.
Upaya BNPT Menangkal Paham Radikal Melalui Ketahanan Digital
Pastinya, ruang siber membutuhkan banyak konten edukasi bermutu tinggi. Oleh sebab itu, masyarakat harus membangun literasi sangat kuat. Dengan demikian, generasi muda bisa menghindari paparan paham ekstremis. Kepala Pusat Media Damai menyampaikan imbauan ini secara langsung. Tepatnya, beliau memberikan keterangan resmi pada awal bulan November. Sementara itu, panitia membuka pendaftaran lomba mulai bulan ini. Lebih lanjut, peserta wajib mengumpulkan karya sebelum empat Desember. Kemudian, penyelenggara menjadwalkan pengumuman pemenang pada sepuluh Desember mendatang. Sebagai informasi, panitia menyediakan lima pilihan tema bagi peserta. Pertama, kreator bisa mewujudkan ekosistem permainan daring bebas radikalisme. Kedua, peserta boleh mengangkat tema peran keluarga melindungi anak. Ketiga, warga wajib menyaring informasi sebelum menyebarkan berita baru. Akibatnya, publik mampu menangkal berita bohong dan provokasi jahat. Keempat, pemuda harus menciptakan ruang siber bebas perundungan sosial. Kelima, masyarakat wajib membangun budaya toleransi demi persatuan bangsa.
Total Hadiah Puluhan Juta Rupiah Bagi Para Pemenang
Tentunya, BNPT menyediakan hadiah tunai sangat besar bagi pemenang. Faktanya, penyelenggara menyiapkan total dana mencapai dua puluh juta. Secara spesifik, juara pertama akan memperoleh sepuluh juta rupiah. Selanjutnya, juara kedua berhak membawa pulang enam juta rupiah. Begitu pula, juara ketiga mengantongi uang empat juta rupiah. Di samping itu, panitia mengapresiasi sepuluh video terbaik lainnya. Mereka akan mendapatkan saldo dompet elektronik lima ratus ribu. Bahkan, seluruh peserta dan pemenang memperoleh sertifikat elektronik resmi. Melalui kompetisi ini, BNPT mendorong pemuda menjadi kreator aktif. Harapannya, remaja tidak hanya sekadar menjadi penikmat media sosial. Sebaliknya, mereka harus menghasilkan konten bernuansa penuh nilai perdamaian. Pada akhirnya, sinergi ini mewujudkan lingkungan maya sangat sehat. Kesimpulannya, pelajar harus memproduksi pesan toleransi secara sangat konsisten. Anda tentu dapat memantau kegiatan nasional melalui situs kami.

Tinggalkan Balasan