Media Bangsa – Langkah pencegahan Pencemaran Kali Surabaya terus mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Tim Patroli Air Jawa Timur mendorong pelaku industri memperkuat pengawasan pengolahan limbah. Sementara itu, forum sosialisasi ini menghadirkan 28 perwakilan perusahaan asal Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan Mojokerto di Surabaya, Kamis (15/10/2026).
Koordinator Tim Patroli Air sekaligus Direktur Konsorsium Lingkungan Hidup Jawa Timur Imam Rochani mengapresiasi minat dunia usaha. Sebab, keterlibatan langsung sektor industri sangat krusial dalam menjaga kualitas air. “Menjaga Kali Surabaya merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha. Untuk itu, pengoperasian Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dimaksimalkan, terutama saat menghadapi musim kemarau panjang,” katanya.
Regulasi Pengawasan dan Penanganan Pencemaran Kali Surabaya
Imam menjelaskan bahwa pengawasan lingkungan tidak hanya fokus pada limbah pabrik. Di samping itu, petugas menangani pembersihan sampah yang terbawa dari hulu hingga hilir. Selain itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Timur memaparkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 6 Tahun 2026. Pasalnya, aturan ini mewajibkan pemantauan kualitas air limbah secara rutin.
Perum Jasa Tirta I (PJT I) juga menegaskan peran vital sungai sebagai sumber air baku. Bahkan, pengelola sungai rutin melakukan pengerukan sedimen. Selanjutnya, Analis Hukum Ahli Pertama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas Fauzan Hanafi menyoroti bahaya bangunan liar di sempadan sungai. Sebab itu, penertiban kawasan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2011 tentang Sungai.
Dampak Kualitas Air Baku PDAM Surya Sembada
Dari sektor pelayanan air bersih, perwakilan PDAM Surya Sembada Kota Surabaya Dewanti Anggraini menyebut kondisi hulu sangat menentukan proses olahan air. “Kami berada di bagian hilir, jadi pengelolaan air kami tergantung kualitas air dari hulu. Jika banyak sampah dan limbah, maka akan semakin memberatkan pengelolaannya,” ungkapnya.
Kemudian, Dewanti memaparkan bahwa instalasi PDAM mengolah sekitar 12.000–13.000 liter air per detik. Oleh sebab itu, penanganan Pencemaran Kali Surabaya menjadi syarat mutlak keberlanjutan layanan air minum warga. Di sisi lain, Tim Patroli Air Jawa Timur berkomitmen memperkuat sinergi lintas sektor. Langkah ini juga bertujuan menjaga kelestarian sungai secara jangka panjang.

Tinggalkan Balasan