Media Bangsa – Kekeringan berdampak pada 72 desa di Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur, yang mengalami krisis air bersih. Dari jumlah tersebut, 15 desa membutuhkan perhatian khusus karena tidak memiliki sumber mata air yang dapat diandalkan dan bergantung pada distribusi air bersih.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mempercepat penanganan dan memastikan kebutuhan air masyarakat terdampak tetap terpenuhi.
Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, mengatakan penanganan kekeringan harus mengutamakan kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah yang kesulitan memperoleh sumber air bersih.
“Ketika berbicara untuk masyarakat, jangan berkutat pada administrasi. Apabila terdapat kendala administratif, harus segera dicarikan jalan keluar melalui koordinasi dan kajian yang tepat sehingga kebutuhan dasar masyarakat tetap dapat terpenuhi,” ujar Nurul saat apel rutin di halaman Gedung Putih Pemkab Bojonegoro, Rabu (9/9/2026).
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bojonegoro hingga 8 September 2026, distribusi bantuan air bersih telah dilakukan sebanyak 418 kali ke wilayah terdampak kekeringan.
Dalam setiap distribusi, sekitar 5.000 liter air bersih disalurkan menggunakan tangki atau tandon berkapasitas sekitar 5.300 liter.
Pemkab Bojonegoro bersama sejumlah pihak dan relawan terus melakukan distribusi air kepada masyarakat yang tidak lagi memiliki sumber air memadai selama musim kemarau.
Sebelumnya, pada Senin (7/9/2026), Nurul turut mengikuti penyaluran bantuan air bersih di Desa Nganti, Kecamatan Ngraho.
Distribusi tersebut menyasar sekitar 500 kepala keluarga (KK) yang terdampak kekeringan.
Nurul meminta perangkat daerah terkait bergerak cepat dan berkoordinasi apabila menghadapi kendala dalam memenuhi kebutuhan air masyarakat.
Pemkab Bojonegoro juga membuka akses pengajuan distribusi air bersih bagi masyarakat maupun pemerintah desa yang mengalami krisis air.
Permohonan bantuan dapat disampaikan kepada BPBD Kabupaten Bojonegoro melalui layanan WhatsApp di nomor 0811-3356-444.
Pemkab Bojonegoro berharap distribusi air secara berkelanjutan dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama sumber air di wilayah terdampak belum kembali mencukupi.
[del/nn]
Sumber

Tinggalkan Balasan