Dok. Workshop Pembuatan Eco Enzyme

Media Bangsa – HARAU, 29 Agustus 2026 – Memanfaatkan limbah pertanian menjadi solusi pupuk ramah lingkungan, Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 152 bersama Kelompok Tani Jorong Harau menggelar workshop pembuatan Eco Enzyme dari limbah kulit kakao pada Sabtu, 29 Agustus 2026 di Posko KKN Jorong Harau.

Workshop ini merupakan salah satu bentuk kepedulian mahasiswa KKN UMRI 152 terhadap permasalahan limbah pertanian yang dihasilkan setelah proses panen kakao. Selama ini, kulit kakao yang tidak dimanfaatkan kerap menumpuk dan berpotensi menimbulkan bau serta mengganggu kebersihan lingkungan.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan cara mengolah limbah kulit kakao menjadi eco enzyme yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pendukung dalam kegiatan pertanian. Selain membantu mengurangi limbah, pemanfaatan bahan organik tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif bagi masyarakat dalam mengelola sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.

“Kami melihat di Harau ini banyak kebun kakao, tetapi kulitnya sering dibuang begitu saja. Padahal, jika diolah dan difermentasi, limbah tersebut dapat dimanfaatkan menjadi eco enzyme yang berpotensi digunakan dalam kegiatan pertanian. Ini juga diharapkan dapat membantu petani menghemat biaya.” ujar Melfa Syarmila selaku anggota KKN UMRI Kelompok 152.

Dalam workshop tersebut, mahasiswa KKN UMRI 152 memberikan penjelasan mengenai bahan, alat, serta tahapan pengolahan eco enzyme. Bahan utama yang digunakan berupa kulit kakao dan bahan organik lainnya, air cucian beras atau air bersih, gula merah cair sebagai sumber gula, serta EM4 sebagai bahan pendukung proses fermentasi.

Peserta kemudian diajak melakukan praktik secara langsung. Kulit kakao dan bahan organik terlebih dahulu dipotong atau dicincang menjadi bagian yang lebih kecil. Selanjutnya, bahan tersebut dimasukkan ke dalam wadah fermentasi dan dicampurkan dengan bahan lainnya sesuai takaran yang telah ditentukan.

Setelah seluruh bahan tercampur, wadah ditutup dan proses fermentasi dilakukan dengan pemantauan secara berkala. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya memperhatikan pembentukan gas selama proses fermentasi serta melakukan pengawasan hingga cairan siap dipanen.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada kelompok tani. Sebanyak empat galon eco enzyme berhasil dibuat bersama dalam kegiatan praktik tersebut.

Masyarakat Jorong Harau menyambut baik workshop yang diberikan oleh mahasiswa KKN UMRI 152, kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat dalam memanfaatkan limbah kakao yang sebelumnya kurang dimanfaatkan.

“Kami dari masyarakat Jorong Harau merasa terbantu dengan adanya workshop eco enzyme dari mahasiswa KKN UMRI. Kegiatan ini memberikan pengetahuan baru bagi kami untuk memanfaatkan limbah yang ada di sekitar, Selama ini kulit kakao menumpuk dan menimbulkan bau. Sekarang kami diajari cara mengolahnya menjadi pupuk sendiri.” Ungkap salah seorang masyarakat Jorong Harau, Ibu Maria Erlina Putri.

Ia berharap workshop tersebut dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mengolah limbah kakao menjadi produk yang berguna bagi kegiatan pertanian.

“Harapannya, semoga dengan workshop ini masyarakat dapat memanfaatkan limbah kulit kakao menjadi bahan yang bermanfaat untuk pertanian dan dapat mendukung hasil panen yang lebih baik.” tambahnya.

Sebagai bagian dari keberlanjutan kegiatan, mahasiswa KKN UMRI 152 turut menyerahkan panduan tertulis kepada kelompok tani agar proses pengolahan dapat dilanjutkan secara mandiri setelah kegiatan workshop selesai.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UMRI 152 berharap masyarakat Jorong Harau semakin mampu memanfaatkan potensi lokal secara optimal. Pengolahan limbah kulit kakao menjadi eco enzyme juga diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong penerapan pertanian yang lebih ramah lingkungan serta mendukung konsep zero waste di Jorong Harau.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam memberikan edukasi dan solusi sederhana berbasis potensi lokal, sekaligus mendorong masyarakat untuk mengubah limbah pertanian menjadi sesuatu yang memiliki nilai manfaat.

#KKNUMRI2026

Reporter : Tim KKN UMRI 152 Nagari Harau

Editor : Fadhil Hafizh Nabil