Keterangan foto:

Tim peneliti Program Studi Pendidikan Tata Boga Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta bersama perwakilan lima SMK bidang kuliner dalam kegiatan sosialisasi E-Modul Green Culinary, Senin (31/8/2026).

Media Bangsa – JAKARTA — Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui Program Studi Pendidikan Tata Boga, Fakultas Teknik, terus mendorong penguatan kompetensi lulusan pendidikan vokasi agar mampu menjawab kebutuhan dunia kerja yang semakin berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui penelitian “Desain E-Modul Green Culinary Sebagai Upaya Penguatan Kompetensi Green Workforce Berorientasi Pendidikan Berkualitas”. Hasil penelitian tersebut kemudian disosialisasikan kepada sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang kuliner sebagai bagian dari proses hilirisasi hasil penelitian dan implementasi Teknologi Tepat Guna (TTG).

Kegiatan sosialisasi e-modul Green Culinary dilaksanakan pada Senin, 31 Agustus 2026, bertempat di Gedung SFD Tower A Lantai 3, Ruang 302.

Penelitian ini dilaksanakan oleh tim dari Program Studi Pendidikan Tata Boga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Jakarta. Tim peneliti terdiri atas Yeni Yulianti, S.Pd., M.Pd. selaku ketua, bersama Dr. Annis Kandriasari, M.Pd., Trean Khautsar Maharputrananda, M.Pd., dan Muhammad Yafie Nuha, S.Pd., M.Pd. sebagai anggota peneliti. Penelitian ini juga melibatkan tiga mahasiswa.

Dalam pelaksanaannya, penelitian melibatkan lima SMK bidang kuliner sebagai pengguna (user) sekaligus pemberi masukan terhadap implementasi kompetensi green workforce. Kelima sekolah tersebut adalah SMKN 57 Jakarta, SMKN 33 Jakarta, SMKN 70 Jakarta, SMKN 38 Jakarta, dan SMKN 27 Jakarta.

Kegiatan sosialisasi diikuti oleh perwakilan sekolah, antara lain Wakil Kepala Sekolah Bidang Akademik dan Kepala Program Studi Keahlian Kuliner dari masing-masing sekolah. Keterlibatan pihak sekolah menjadi bagian penting dalam memperoleh masukan mengenai kebutuhan pembelajaran dan penerapan kompetensi keberlanjutan pada pendidikan vokasi bidang kuliner.

Mengintegrasikan Keberlanjutan dalam Pembelajaran Kuliner

E-modul Green Culinary dirancang sebagai media pembelajaran digital yang mengintegrasikan konsep pengolahan kuliner berkelanjutan dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh tenaga kerja masa depan. Melalui e-modul tersebut, peserta didik diperkenalkan pada konsep Green Culinary dan sustainable gastronomy, sekaligus diarahkan untuk memahami bagaimana praktik keberlanjutan dapat diterapkan dalam kegiatan pengolahan makanan.

Materi dalam e-modul mencakup sejumlah aspek penting, antara lain efisiensi penggunaan energi dan air, pengelolaan food waste, pemanfaatan bahan pangan lokal, keamanan pangan, praktik produksi yang ramah lingkungan, hingga kewirausahaan berkelanjutan.

Tidak hanya menyajikan materi secara konseptual, e-modul juga dilengkapi dengan contoh penerapan, studi kasus, aktivitas pembelajaran, latihan, evaluasi, serta tautan menuju berbagai media digital. Dengan demikian, pembelajaran diharapkan menjadi lebih kontekstual, interaktif, dan dekat dengan permasalahan nyata yang dihadapi di lingkungan kerja bidang kuliner.

Menyiapkan Lulusan Vokasi Menghadapi Transformasi Dunia Kerja

Pengembangan Green Culinary menjadi relevan di tengah meningkatnya perhatian terhadap keberlanjutan sistem pangan, pengurangan limbah makanan, efisiensi sumber daya, serta kebutuhan akan tenaga kerja yang memiliki kompetensi hijau (green skills).

Sejumlah kajian terbaru menunjukkan bahwa pendidikan dan pelatihan vokasi memiliki posisi strategis dalam mempersiapkan tenaga kerja yang mampu beradaptasi dengan tuntutan keberlanjutan. Dalam konteks industri kuliner dan perhotelan, kompetensi tersebut dapat diterapkan melalui efisiensi sumber daya, pengurangan limbah makanan, penggunaan bahan lokal, serta penerapan praktik produksi yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Karena itu, e-modul Green Culinary tidak hanya diarahkan sebagai bahan ajar, tetapi juga sebagai salah satu upaya untuk menjembatani pembelajaran di SMK dengan kebutuhan kompetensi dunia kerja yang semakin mengedepankan prinsip keberlanjutan.

Melalui hilirisasi hasil penelitian ini, UNJ berharap pemanfaatan e-modul Green Culinary dapat semakin luas, khususnya pada pendidikan vokasi bidang kuliner. Diseminasi melalui media massa daring dan media sosial juga menjadi langkah untuk memperkenalkan hasil penelitian kepada masyarakat sekaligus meningkatkan literasi mengenai pentingnya pengolahan kuliner yang berwawasan lingkungan.

Menurut Mega Hadinata, M.Pd., Kepala Program Studi Keahlian Kuliner SMKN 57 Jakarta, e-modul Green Culinary sangat relevan dengan kebutuhan pembelajaran keahlian kuliner saat ini karena peserta didik tidak hanya dituntut menguasai keterampilan mengolah makanan, tetapi juga memahami proses produksi yang efisien, aman, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. “Materi mengenai efisiensi energi dan air, pengelolaan food waste, pemanfaatan bahan pangan lokal, serta praktik produksi yang ramah lingkungan memberikan wawasan penting bagi siswa dan sejalan dengan kebutuhan industri kuliner yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan. Kami menyambut baik pengembangan e-modul ini karena dapat menjadi sumber belajar yang menarik, fleksibel, dan sesuai dengan perkembangan teknologi digital. Harapannya, e-modul Green Culinary dapat terus dikembangkan berdasarkan kebutuhan sekolah dan industri sehingga mampu memberikan manfaat bagi guru dan peserta didik sekaligus memperkuat kompetensi green workforce dalam menghadapi dunia kerja.” — Mega Hadinata, M.Pd., Kepala Program Studi Keahlian Kuliner SMKN 57 Jakarta.

Melalui strategi sosialisasi ini, hasil penelitian diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara luas oleh guru, peserta didik, mahasiswa, praktisi pendidikan, pelaku industri kuliner, serta masyarakat umum. Kegiatan ini sekaligus mendukung hilirisasi inovasi pendidikan berbasis teknologi digital dan berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas), SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDGs 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), dan SDGs 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).

Pada akhirnya, pengembangan Green Culinary diharapkan dapat berkontribusi terhadap terciptanya lulusan pendidikan vokasi yang kompeten, adaptif, inovatif, dan memiliki kesadaran lingkungan, sehingga mampu menjadi bagian dari green workforce yang mendukung pembangunan berkelanjutan.