Media Bangsa – Dalam upaya mendukung program pengembangan pertanian organik di wilayah Kabupaten Mojokerto, Tim pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Surabaya (UBAYA) dan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) terapkan smart farming Smart farming adalah metode pertanian modern yang memakai teknologi, salah satunya metode irigasi menggunakan sistem IoT (Internet of Things).
Penerapan teknologi IOT ini merupakan salah bagian dari Program Kemandirian Ekonomi melalui Pengembangan Desa Organik Berbasis Smart Farming di Desa Selotapak Kabupaten Mojokerto dengan skema program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB).
Program kolaborasi Ubaya dan UWKS ini mendapatkan support pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjend Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Tim pengabdian Masyarakat kolaborasi dua perguruan tinggi besar di Surabaya ini terdiri dari Idfi Setyaningrum sebagai ketua (Fakultas Binis dan Eknomika), Veni Megawati (Fakultas Binis dan Eknomika), Gunawan (Fakultas Teknik Ubaya) , dan Dwie Retna Suryaningsih (Fakultas Pertanian UWKS) sebagai anggota.
Proses pemasangan pipa irigasi
Idfi Setyaningrum, selaku ketua tim PDB menyampaikan bahwa Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, merupakan desa binaan Ubaya sejak tahun 2019. Desa dengan luas wilayah 186,33 hektare sebagian besar masyarakat ini menggantungkan mata pencaharian pada sektor primer, khususnya pertanian dan Perkebunan.
Ketergantungan yang tinggi pada sektor ini masih dihadapkan pada permasalahan produktivitas dan nilai tambah yang rendah, Selain itu, penggunaan teknologi produksi yang masih sederhana menyebabkan efisiensi usaha relatif rendah dan rentan terhadap fluktuasi harga serta kondisi cuaca, ” kata Idfi Setyaningrum..
Untuk mengatasi permasalahan tersebut itu, tim UBAYA dan UWKS tidak hanya mengembangkan olahan hasil pertanian, tetapi juga mengimplementasikan Smart Farming, melalui pemanfaatan Internet of Things (IoT) untuk pertanian di Desa Selotapak.
Menurut Dwie Retna Suryaningsih, anggota tim PDB dari UWKS tahap awal program Smart Farming yang dilakukan di Desa Selotapak, dengan penyiapan SDM melalui penguatan kelembagaan dan perbaikan infrastruktur. Petani kita bekali pengetahuan dan ketrampilan budidaya tanaman organik, menggunakan irigasi berbasis IoT menjadi prioritas. Ujar Dwi Retna.
Irigasi presisi yang memanfaatkan teknologi sensor, jaringan, dan otomatisasi untuk mengelola dan mendistribusikan air secara efisien dalam pertanian. Sistem ini memungkinkan pemantauan kondisi lingkungan dan tanaman secara real-time, serta mengontrol distribusi air sesuai kebutuhan tanaman, sehingga mengoptimalkan penggunaan air dan meningkatkan hasil panen. Penggunaan air dapat dioptimalkan untuk meningkatkan hasil panen. Petani dapat menganalisis data untuk menentukan waktu dan jumlah distribusi air. Distribusi air bisa dilakukan otomatis sesuai kebutuhan yang telah ditentukan. Hal ini menghemat sumber daya dan meningkatkan produktivitas, ujar Retna
Pemantauan kesiapan pelaksanaan irigasi presisi dengan sistem IoT-Foto : Humas Ubaya-
Dukungan dari Komisi IV DPR RI dan Kementerian Pertanian
Program Kemandirian Ekonomi melalui Pengembangan Desa Organik Berbasis Smart Farming di Desa Selotapak Kabupaten Mojokerto dari Ubaya dan UWKS mendapat respon positif dan dukungan dari Komisi IV DPR RI dan Kementerian Pertanian.
Anggota Komisi IV DPR RI, Sadarestuwati hadir mengujungi Desa Selotapak diskusi dengan Kepala Desa, kelompok Wanita Tani dan Ibu-ibu yang punya usaha industry kecil menengah (IKM) terkait pengembangan oalhan hasil pertanian.
Dukungan Komisi IV DPR RI dan Kementerian Pertanian melalui pemberian bantuan program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B). Program P2B merupakan program peningkatan gizi keluarga dan pendapatan rumah tangga melalui pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya hortikultura (sayur dan buah) dan komoditas pangan.
Program ini mengajak masyarakat mengoptimalkan lahan kosong di sekitar rumah untuk menanam tanaman bernilai gizi tinggi demi memperkuat ketahanan pangan keluarga dan meningkatkan pendapatan rumah tangga
Kepala Desa Selotapak, Agus Sugiono menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Ubaya, UWKS, DPPM Kemdiktisaintek, pemerintah kabupaten Mojokerto, Komisi IV DPR Ri dan Kementerian Pertanian.
‘’Atas nama pemerintah Desa dan masyarakat Desa Selotapak, kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada UBAYA, UWKS, Pemerintah Kabupaten Mojokerto, DPPM Kemdiktisaintek, Komisi IV DPR RI dan Kementerian pertanian. Melalui program Program Desa Binaan dan P2B ini sangat bermanfaat.bagi desa kami” Ujar Agus Sugiono
Pada intinya IoT adalah teknologi yang menghubungkan alat atau benda sehari-hari ke internet. Salah satu tujuannya adalah agar bisa dipantau, dan dikontrol dari jarak jauh secara otomatis.
“Penggunaan IoT dalam bidang pertanian di Desa Selotapak dirasakan sangat bermanfaat untuk para petani. Efisiensi penggunaan air merupakan solusi dalam mengatasi penggunaan air yang berlebih sehingga distribusi air dibutuhkan secara efisien pada tanaman tertentu dan pada musim tertentu pula. Kami memiliki kemudahan untuk melakukan monitoring dan pengendalian sistem irigasi tanaman dari jarak jauh menggunakan smartphone,” pungkas Agus Sugiono (*)

Launching penerapan smar farming, irigasi presisi dengan sistem IoT bersama Sadarestuwati, anggota Komisi IV DPR RI, tim PDB Ubaya, UWKS Kepala Desa Selotapak dan KWT.

Kerjasama Tim Universitas Surabaya (Ubaya) dan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) pada penerapansmart farming, irigasi presisi dengan sistem IoT di Desa Selotapak Kecamatan Trawas Kabupaten Mojokerto.

Tinggalkan Balasan