Media Bangsa – Duta GenRe rangkul remaja menjadi pesan utama yang disampaikan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka. Ia meminta para Duta Generasi Berencana (GenRe) Indonesia hadir sebagai teman bagi remaja yang sedang menghadapi persoalan. Isyana menekankan pentingnya membangun ruang aman lewat pendampingan yang tidak menghakimi.
Isyana menyampaikan pesan ini saat membuka Sashing Ceremony Duta GenRe Indonesia 2026 di Kantor Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta, Senin (21/9/2026).
Selempang Jadi Simbol Tanggung Jawab Satu Tahun
Menurutnya, selempang yang dipakai para perwakilan dari 34 provinsi bukan sekadar simbol. Selempang ini menjadi bentuk tanggung jawab dan dedikasi yang harus mereka jalankan selama satu tahun ke depan.
Isyana mengajak para duta memakai kemampuan komunikasi mereka untuk menjangkau remaja lain, terutama mereka yang sedang menghadapi persoalan atau berada dalam kondisi kurang beruntung.
“Masih ada remaja-remaja lain yang kurang beruntung yang perlu kita rangkul. Bagaimana jika ada remaja-remaja yang mengalami permasalahan-permasalahan, jangan kemudian dihakimi, tapi dirangkul agar nantinya kita bisa sama-sama memanfaatkan potensi yang ada bagi anak-anak muda dan remaja,” kata Isyana.
PIK-R Dorong Dukungan Kesehatan Mental Remaja
Untuk memperkuat dukungan terhadap kesehatan mental remaja, Kemendukbangga mendorong pembentukan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) lewat Forum GenRe. Kemendukbangga juga mengolaborasikan program ini dengan Sekolah Rakyat tingkat SMP dan SMA. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya menyediakan dukungan lewat konselor sebaya bagi anak-anak kurang beruntung.
Isyana menjelaskan, konselor sebaya tidak perlu menyelesaikan seluruh persoalan yang temannya hadapi. Peran ini lebih fokus memberikan dukungan awal dan membantu mengarahkan remaja yang membutuhkan penanganan lebih lanjut kepada tenaga medis atau profesional.
“Jangan malu meminta bantuan jika kita memerlukannya,” pesannya.
Apresiasi untuk Duta GenRe 2025
Ia juga mengapresiasi Duta GenRe Indonesia 2025 yang sudah menunjukkan kepedulian lewat aksi kemanusiaan. Keduanya turun langsung memberikan pemulihan mental (trauma healing) kepada anak-anak di wilayah terdampak bencana.
Peran Keluarga Tetap Jadi Kunci
Selain dukungan antarremaja, Isyana mengingatkan pentingnya komunikasi dari hati ke hati antara orang tua dan anak. Menurutnya, lingkungan keluarga juga punya peran penting untuk memastikan remaja memiliki tempat yang aman bercerita dan mendapatkan dukungan ketika menghadapi persoalan.
Lewat peran Duta GenRe, ia berharap semakin banyak remaja memiliki keberanian mencari bantuan ketika menghadapi masalah. Ia juga berharap remaja bisa menjadi bagian dari lingkungan sebaya yang saling mendukung tanpa menghakimi.

Tinggalkan Balasan