Media Bangsa – Kunjungan siswa SMK Negeri 19 Jakarta ke Istana Kepresidenan memberikan pengalaman edukatif yang memperluas wawasan mengenai sistem pemerintahan.

Melalui program “Istana untuk Siswa Sekolah”, para pelajar tidak hanya melihat langsung lingkungan Istana, tetapi juga memahami bagaimana proses birokrasi dan pengambilan kebijakan negara berlangsung.

Guru pendamping, Christine Rambing, menyampaikan apresiasi atas kesempatan tersebut. Ia menilai program ini memberikan manfaat besar bagi siswa dalam memahami praktik pemerintahan secara langsung.  “Anak-anak mendapatkan edukasi terkait birokrasi pemerintahan, khususnya di lingkungan Sekretariat Negara. Kami sangat bersyukur mendapat kesempatan mengikuti kegiatan ini,” ujar Christine di Jakarta, pada Selasa (7/4/2026).

Ia mengungkapkan, kunjungan tersebut memberikan pengalaman di luar ekspektasi. Awalnya, rombongan hanya membayangkan mengikuti sesi diskusi, namun juga diajak berkeliling melihat berbagai ruangan di Istana Negara. “Kami tidak hanya mengikuti diskusi, tetapi juga diajak melihat langsung berbagai ruangan di Istana Negara dan mendapatkan penjelasan secara langsung,” kata Christine Rambing.

Selain itu, kegiatan tersebut juga menghadirkan sesi dialog interaktif. Para siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan aspirasi, termasuk mengenai mekanisme penyampaian gagasan kepada pemerintah.

Menurut Christine Rambing, pengalaman tersebut memiliki nilai pembelajaran yang kuat karena siswa dapat menghubungkan teori yang dipelajari di sekolah dengan praktik nyata di lapangan.

Ia menjelaskan, partisipasi sekolah dalam program ini merupakan hasil inisiatif aktif pihak sekolah yang mencari informasi dan mengajukan permohonan untuk mengikuti kegiatan. “Kami mendapatkan informasi dari kegiatan yang dilakukan Sekretariat Kabinet di sekolah, kemudian kami menindaklanjuti untuk dapat berpartisipasi,” ujar guru SMKN 19 Jakarta tersebut.

Satu hal, Christine Rambing menilai, pengalaman langsung seperti ini memberikan dampak yang lebih mendalam bagi siswa dibandingkan pembelajaran di kelas.

Kunjungan tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan motivasi bagi para siswa untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa di masa depan. (BPMI Setpres)

Sumber