Media Bangsa – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memastikan penanganan cepat terhadap insiden klasifikasi usia gim yang janggal di platform digital, guna melindungi masyarakat, khususnya anak-anak, dari potensi paparan konten yang tidak sesuai.

Konten dengan rating yang tidak akurat telah diturunkan dari platform Steam untuk mencegah kebingungan di kalangan orang tua dalam memilih game yang aman bagi anak.

Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Direktorat Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi, Sonny Hendra Sudaryana, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah terhadap temuan di lapangan.  “Yang janggal dan menimbulkan kebingungan itu sudah diturunkan oleh Steam sambil mereka melakukan investigasi internal,” ujarnya.

Sonny Hendra Sudaryana menjelaskan, kejanggalan rating berpotensi menyesatkan karena tidak mencerminkan konten permainan secara akurat, sehingga dapat memicu kesalahan penilaian oleh orang tua terhadap tingkat risiko game bagi anak.

Menurutnya, sistem klasifikasi usia seharusnya menjadi panduan yang jelas, bukan justru membingungkan masyarakat. “Tujuan utama sistem ini adalah memberi pegangan yang jelas bagi orang tua agar anak bermain sesuai dengan usianya,” jelas Sonny.

Kemkomdigi bersama pihak platform terus melakukan investigasi untuk mengidentifikasi sumber permasalahan, baik dari sisi teknis maupun proses verifikasi data yang digunakan dalam sistem penilaian.

Adapun, pihak Valve Corporation, selaku perusahaan induk dari platform distribusi gim Steam, menyampaikan bahwa kesalahan tersebut disebabkan oleh bug teknis dan miskomunikasi dalam proses integrasi sistem rating dengan Indonesia Game Rating System (IGRS).

Kesalahan tersebut terjadi dalam rentang waktu 2 hingga 5 April 2026 dan telah ditangani dengan penurunan sementara rating yang tidak sesuai. “Bug teknis dan miskomunikasi mengakibatkan peringkat yang salah dan tidak lengkap ditampilkan sementara. Kami telah menurunkannya untuk meminimalkan potensi kebingungan,” demikian pernyataan pihak Steam.

Ke depan, Kemkomdigi akan memperkuat sistem klasifikasi usia game agar lebih transparan dan informatif. Informasi rating tidak hanya ditampilkan dalam bentuk angka usia, tetapi juga dilengkapi penjelasan yang mudah dipahami masyarakat.

Selain itu, evaluasi juga akan melibatkan pelaku industri game guna memastikan standar penilaian lebih konsisten dan dapat dipercaya.

Saat ini, implementasi penuh sistem klasifikasi usia game di Indonesia melalui IGRS baru berjalan pada 2026, sehingga penyempurnaan terus dilakukan seiring pelaksanaan di lapangan.

Sonny menegaskan bahwa langkah ini bertujuan memberikan perlindungan maksimal bagi anak sekaligus kepastian bagi orang tua dalam mendampingi aktivitas digital.  “Semua ini untuk perlindungan konsumen dan keluarga. Orang tua harus punya standar yang jelas dalam memilih produk digital untuk anak,” tegasnya.

Dengan penanganan tersebut, pemerintah memastikan ruang digital yang lebih aman, terarah, dan tidak membingungkan bagi masyarakat, khususnya dalam penggunaan produk digital oleh anak.