Media Bangsa – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Edoardus Kaize, melakukan panen raya padi perdana bersama Kelompok Tani Orang Asli Papua (OAP) di Kampung Matara, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Sabtu (18/4/2026).

Hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Merauke, Yermias Paulus Ruben Ndiken, Kepala Dinas Pertanian Yosefa Rumaseu, serta jajaran pejabat teknis lainnya.

Sekda Merauke Yermias Paulus Ruben Ndiken mengatakan, masyarakat OAP saat ini tengah berada dalam masa transisi pola tanam dari komoditas sagu ke padi sawah.

Ia menekankan, pentingnya pendampingan berkelanjutan agar produktivitas lahan yang luas dapat dikelola secara optimal.

“Masyarakat OAP masih tahap belajar mengelola padi sawah, sebab sebelumnya hanya berurusan dengan pohon sagu dan hasil bumi lainnya. Kami berharap bukan hanya bantuan Alsintan yang diberikan, tetapi harus ada pendampingan yang lebih agar masyarakat asli mampu mengelola sawahnya dengan hasil yang lebih banyak,” ujar Yermias.

Senada dengan hal tersebut, Edoardus Kaize memberikan apresiasi tinggi atas kegigihan petani lokal. Namun, ia juga memberikan catatan strategis agar masyarakat tidak meninggalkan kearifan lokal pangan mereka, yakni sagu. Ia menyarankan pengembangan lahan secara integrasi di mana sagu tetap ditanam di pinggiran sawah.

“Sagu itu yang bikin kita bisa bertumbuh sampai hari ini. Kita diimbangi dan tidak lupa dengan sagu. Bibit sagu ada dan akan ditanami di pinggirnya, supaya kita tidak menjadikan beras sebagai satu-satunya makanan harian,” tegas Edoardus.

Terkait kendala infrastruktur, Edoardus menegaskan bahwa temuan di lapangan mengenai jalan usaha tani yang tidak dapat dilalui kendaraan akan menjadi prioritas usulannya di tingkat pusat. Menurutnya, akses jalan adalah urat nadi utama untuk pengangkutan hasil panen masyarakat.

“Hari ini kami datang untuk melihat apa adanya. Kalau kita tidak jalan kaki sampai di sini, kita tidak tahu kondisinya. Jalan usaha tani yang masih berlumpur ini akan kita prioritaskan dalam usulan kita ke pusat,” tambahnya.

Sedangkan, Kepala Kampung Matara, Roberto Untailawal, mengatakan sejak 2025, sebanyak delapan kelompok tani OAP telah mengelola lahan seluas 32 hektare secara mandiri.

Meski hasil panen bervariasi antara 50 hingga 86 karung per kelompok, ia optimis hasil ini akan meningkat jika kendala transportasi logistik dapat teratasi melalui pembangunan jalan permanen.

Kegiatan panen raya  ditutup dengan pertemuan dialogis antara Anggota DPR RI, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat guna memetakan kebutuhan alat mesin pertanian (Alsintan) dan saprodi untuk musim tanam berikutnya.(McMrk/Get/Ngr)

Sumber