Media Bangsa – Musim kemarau berpotensi menekan produksi hortikultura di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, sekitar 10 hingga 20 persen akibat berkurangnya ketersediaan air bagi tanaman.
Kondisi tersebut juga dapat memperlambat pertumbuhan tanaman sehingga waktu panen menjadi lebih panjang dibandingkan dalam kondisi normal.
Ketua DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang, Jamaluddin, mengatakan persoalan utama yang dihadapi petani saat kemarau lebih banyak berkaitan dengan ketersediaan air dibandingkan gangguan hama.
“Yang menjadi persoalan utama saat kemarau adalah ketersediaan air. Kalau air terbatas, pertumbuhan tanaman bisa melambat dan masa panennya menjadi lebih panjang,” ujar Jamaluddin, Rabu (2/9/2026).
Menurutnya, dalam kondisi tertentu produksi hortikultura dapat mengalami penurunan sekitar 10 hingga 20 persen. Masa panen yang dalam kondisi normal sekitar sembilan bulan juga dapat menjadi lebih panjang hingga sekitar 10 bulan.
Untuk mempertahankan pertumbuhan tanaman, petani melakukan sejumlah langkah adaptasi, antara lain menggunakan pompa ketika sumber air utama berkurang, mencari sumber air alternatif, serta menyesuaikan varietas tanaman dengan kondisi lahan.
Jamaluddin menilai pengelolaan air menjadi bagian penting untuk menjaga keberlangsungan produksi hortikultura selama musim kemarau.
“Pengaturan air harus lebih diperhatikan. Petani perlu mencari sumber air alternatif dan menyesuaikan cara budidayanya supaya tanaman tetap bisa tumbuh,” katanya.
Menurutnya, kemampuan mengantisipasi keterbatasan air dapat membantu petani mengurangi risiko penurunan hasil dan keterlambatan masa panen.
Selain pemanfaatan pompa dan sumber air alternatif, kesiapan sarana pendukung serta perencanaan kebutuhan air sejak awal diperlukan agar petani lebih siap menghadapi periode kering.
“Yang penting petani bisa beradaptasi dengan kondisi di lapangan. Pengelolaan air harus menjadi perhatian supaya produksi tetap bisa berjalan,” ujar Jamaluddin.
Adaptasi tersebut diharapkan membantu petani hortikultura Lumajang menjaga produksi sekaligus mengurangi dampak keterbatasan air selama musim kemarau.
(MC Diskominfo Kab. Lumajang/Ard/An-m)
Sumber

Tinggalkan Balasan