Harian Cakrawala – SIDOARJO, 18 APRIL 2026, Himpunan Keluarga Alumni Al-Muhibbin (HIKAM) wilayah Sidoarjo menggelar Halal Bihalal bersama Pengasuh Bumi Damai Al-Muhibbin Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang di kediaman KH. Muhammad Fauzi, S.E., Perumahan Mutiara Citra Graha, Candi, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (18/4) malam. Kegiatan ini dihadiri ratusan alumni dari Sidoarjo, Mojokerto dan wilayah sekitar lainnya.
Halal Bihalal ini menjadi titik terakhir atau ke-10 dalam rangkaian Safari Halal Bihalal HIKAM tahun 2026 yang sebelumnya telah digelar di berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan di Sidoarjo juga tercatat sebagai titik dengan tingkat kehadiran alumni terbanyak sepanjang rangkaian safari tersebut.
Rangkaian kegiatan telah dimulai sejak pagi hari dengan pelaksanaan khotmil Qur’an bil ghoib yang didahului tawassul dan diakhiri doa khotmil Qur’an. Kegiatan tersebut diikuti para hafidz serta jamaah dengan penuh kekhidmatan, dilanjutkan dengan makan nasi tumpeng sebagai simbol kebersamaan dan harapan keberkahan.
Memasuki malam hari, acara inti diawali dengan pembukaan dan penampilan hadrah, dilanjutkan pembacaan huwal habib, tawassul, dan tahlil. Suasana religius dan penuh kekeluargaan terasa kuat sepanjang kegiatan berlangsung.
Ketua HIKAM Sidoarjo, Kyai Farihul Umam, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran pengasuh, pengurus pusat, serta seluruh alumni yang hadir. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada KH. Muhammad Fauzi, S.E., yang telah mendukung penuh terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran pengasuh dan seluruh alumni. Rangkaian kegiatan hari ini dimulai sejak pagi dengan khotmil Qur’an sebagai simbol agar HIKAM Sidoarjo bisa menyatu, baik secara keilmuan maupun rasa dengan keluarga besar Al-Muhibbin,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan.
Sementara itu, Ketua Dewan Pengarah HIKAM Pusat, KH. Syaiful Hidayat, Lc., M.H.I., dalam sambutannya mengajak seluruh alumni untuk terus merawat silaturahim dan menjaga keterhubungan dengan guru.
Ia mengutip pandangan Imam Al-Ghazali bahwa murid yang melepaskan diri dari gurunya diibaratkan seperti pohon yang tidak terawat. “Perumpamaan murid yang jauh dari guru itu seperti pohon yang tidak dirawat. Bisa mati, atau kalau hidup pun tidak akan berbuah,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa silaturahim yang dibangun melalui kegiatan seperti ini merupakan upaya menjaga kehadiran guru dalam hati santri, sebagaimana pesan para ulama.
Memasuki acara inti, Mauidzoh Hasanah disampaikan oleh Pengasuh Bumi Damai Al-Muhibbin, KH. Mohammad Idris Djamaluddin yang akrab disapa Kyai Idris Djamal. Dalam taujihatnya, ia menekankan bahwa tujuan utama pendidikan pesantren adalah melahirkan santri yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ia mengisahkan bahwa santri pertama Al-Muhibbin adalah KH. Imron Jamil, yang kemudian diikuti oleh santri-santri lain seperti KH. Imam Bazzar. Dari proses tersebut, terdapat banyak metode dan pendekatan yang diterapkan Abah KH. Mochamad Djamaluddin Ahmad dalam mendidik santri.
“Guru yang sukses adalah yang bisa menjadikan muridnya bermanfaat, sekecil apapun manfaat itu,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa santri tidak hanya dituntut memahami ilmu agama, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam kehidupan sosial, termasuk dalam bidang ekonomi dan usaha. “Santri itu harus bermanfaat. Bahkan dalam bisnis sekalipun, orientasinya bukan semata profit, tapi perjuangan dalam bingkai Ahlus Sunnah Wal Jamaah,” tegasnya.
Pesan tersebut menegaskan kembali bahwa nilai utama yang harus dipegang alumni adalah kemanfaatan, keikhlasan, serta keberpihakan pada nilai-nilai keislaman dalam setiap aktivitas.
Setelah Mauidzoh Hasanah, kegiatan dilanjutkan dengan sesi dialog interaktif dan tanya jawab yang dipandu oleh Ketua Umum HIKAM Pusat, KH. Nur Hadi yang akrab disapa Mbah Bolong. Dalam sesi ini, para alumni terlihat antusias menyampaikan berbagai pertanyaan dan berbagi pengalaman langsung dengan pengasuh dan pengurus pusat.
Diskusi berlangsung dinamis, mencerminkan kuatnya keterikatan emosional sekaligus semangat untuk terus belajar dan berkembang di tengah masyarakat.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Kyai Idris Djamal, diikuti seluruh hadirin dengan penuh khidmat.
Sebagai penutup, kegiatan dilanjutkan dengan mushofahah atau saling bersalaman, foto bersama, serta ramah tamah antaralumni. Suasana keakraban dan kebersamaan menjadi penanda kuat bahwa silaturahim yang terjalin tidak hanya bersifat formal, tetapi juga emosional dan spiritual.
Dengan berakhirnya kegiatan di Sidoarjo, maka rangkaian Safari Halal Bihalal HIKAM 2026 resmi ditutup. Kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan antara alumni dan pengasuh, tetapi juga meneguhkan kembali nilai-nilai pesantren sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa alumni Al-Muhibbin memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga tradisi keilmuan, memperkuat ukhuwah, serta menghadirkan kemanfaatan nyata di tengah masyarakat luas.

Tinggalkan Balasan