Menu

Mode Gelap
Djauzi dan Rafa Jadi Mojang Jajaka Kota Bandung 2023 *Pemilu 2024 Momentum Bagi Rakyat Indonesia Menentukan Masa Depan Negara dan Bangsa* Ini salah satu manfaat dari pajak yang Anda bayarkan… fasilitas kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia, seperti @bpjskesehatan_ri. Ditjen pen pada rapat kerja HIMKI tahun 2023 Penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama antara badan pengawas keuangan dan pembangunan dengan provinsi Papua Selatan Papua tengah Papua pegunungan dan Papua barat daya

Pendidikan · 4 Jan 2024 13:21 WIB ·

Pendampingan Inovatif: Penerapan Pestisida Nabati, MoL, dan Photosynthetic Bacteria untuk Meningkatkan Produktivitas Pertanian oleh Mahasiswa UPN


 Pendampingan Inovatif: Penerapan Pestisida Nabati, MoL, dan Photosynthetic Bacteria untuk Meningkatkan Produktivitas Pertanian oleh Mahasiswa UPN Perbesar

Humbang Hasundutan, Sumatera Utara (11/12/23) – Mahasiswa magang Imroatul Afwa yang berasal dari program studi Agribisnis telah melakukan upaya meningkatkan produktivitas pertanian, petani di Desa Nagasaribu 1, Kabupaten Humbang Hasundutan, dengan menerapkan pendampingan inovatif melalui pemanfaatan Pestisida Nabati, MoL (Microorganisms of Local) dan Photosynthetic Bacteria.

Pendampingan ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif antara petani, mahasiswa, dan pakar pertanian. Pestisida nabati digunakan sebagai alternatif ramah lingkungan untuk mengendalikan hama tanaman, mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia yang bersifat merugikan lingkungan dan kesehatan manusia.

MoL atau Mikroorganisme Lokal digunakan untuk meningkatkan keseimbangan ekosistem tanah dan mendukung ketersediaan nutrisi bagi tanaman. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal, petani berharap dapat mencapai hasil yang optimal tanpa mengandalkan pupuk kimia berlebihan.

Penerapan Photosynthetic Bacteria, bakteri yang dapat mendukung proses fotosintesis tanaman, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi dan pertumbuhan tanaman secara keseluruhan.

Para petani yang mengikuti program ini mengungkapkan antusiasme mereka terhadap metode baru ini. Mereka melihatnya sebagai langkah positif menuju pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Kapan-kapan datang ke rumah ya Boru, biar sama-sama kita bikin pupuk cair itu” ungkap salah satu petani dampingan.

Respon positif petani dalam menerima inovasi ini merupakan langkah awal untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan. Dengan pemanfaatan bahan organik sebagai sumber nutrisi tanaman tentu akan mengurangi penggunaan pupuk kimia dan biaya yang dibutuhkan.

Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Jokowi Rajin Bagi-bagi Bansos, Uang Dari Mana? Ini Kata Sri Mulyani

6 April 2024 - 10:59 WIB

Saat Presiden Sukarno Tidak Punya Uang Menjelang Lebaran????

1 April 2024 - 19:11 WIB

*Ditjen Bina Bangda Apresiasi terhadap Publikasi Data Statistik Sektoral Pemkab Lebak*

25 February 2024 - 12:28 WIB

Mewaspadai Gejala Resesi Ekonomi dengan Bijaksana

25 February 2024 - 12:23 WIB

JIMLY ASSHIDDIQIE – Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Indonesia, Guru Besar Kehormatan UNHAN, STHM, dan Honorary Professor of Melbourne University School of Law. Ketua MKRI pertama (2003), Ketua DKPP pertama (2012), dan anggota DPD-RI dan MPR-RI (2019-2024)

24 February 2024 - 19:11 WIB

Diduga rem tidak berfungsi, sebuah truk tangki Elpiji menabrak Dump truk.

24 February 2024 - 16:53 WIB

Trending di Bisnis