Media Bangsa – Kesenjangan antara kurikulum pendidikan dan kebutuhan riil dunia industri masih menjadi tantangan besar dalam produktivitas tenaga kerja di Indonesia. Menyoroti fenomena ini, tokoh pendidik sekaligus praktisi bisnis nasional, Denny Widya, CBC, menegaskan pentingnya percepatan strategi link and match, khususnya pada penguasaan keahlian Digital Marketing, guna mencetak lulusan siap kerja yang mampu langsung berkontribusi di pasar global. Jakarta (26/05/2026)
Langkah nyata keselarasan ini dibuktikan langsung oleh Denny Widya melalui kiprahnya yang kembali dipercaya menjadi Juri Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Dikmen Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026 untuk bidang lomba Digital Marketing. Ini merupakan tahun kedua berturut-turut beliau mengawal standarisasi kompetensi siswa setelah sebelumnya mengemban amanah yang sama pada tahun 2025.
Menyelaraskan Standar Industri ke Ruang Kelas
Sebagai Direktur Utama PT Dymar Jaya Indonesia dan Komisaris PT Paradise Communications, Denny Widya membawa perspektif kebutuhan korporasi modern langsung ke dalam ekosistem pendidikan. Menurutnya, Digital Marketing bukan lagi sekadar keahlian tambahan, melainkan kompetensi inti yang menentukan daya saing generasi muda di era Generasi 4.0.
Melalui posisinya sebagai Ketua BMPS (Badan Musyawarah Perguruan Swasta) Tingkat Nasional dan Pengurus Harian MPK (Majelis Pendidikan Kristen), Denny aktif mendorong transformasi kurikulum yang lebih adaptif, lincah, dan responsif terhadap perubahan teknologi.
“Kami di dunia industri tidak hanya mencari talenta yang tahu teori, tetapi yang memiliki growth mindset, berani mengeksekusi ide, dan memiliki integritas. LKS DKI Jakarta menjadi panggung pembuktian bahwa anak-anak SMK kita memiliki potensi luar biasa jika diberikan standardisasi pengujian yang tepat dan setara dengan kebutuhan industri saat ini,” ungkap Denny Widya, CBC di sela-sela kegiatannya.
Kolaborasi Multipihak Melalui KOMISI dan Gerakan GEMAR
Peningkatan kompetensi ini tidak berjalan sendiri. Sebagai Ketua DPD Asosiasi Komunitas Profesi Sales Indonesia (KOMISI) Provinsi DKI Jakarta, Denny melibatkan jaringan praktisi penjualan dan pemasaran untuk ikut turun tangan mementori para siswa dan lulusan baru.
Komitmen tersebut diperkuat melalui wadah GEMAR (Generasi Emas Berkarya), sebuah gerakan yang ia dirikan untuk merangsang daya cipta dan kreativitas anak muda agar tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta peluang baru yang mandiri dan kompetitif.
Memperkuat Fondasi Lewat Literasi Terapan
Selain aksi di lapangan, Denny Widya mengukuhkan gagasan-gagasannya melalui 19 judul buku yang telah ditulisnya. Buku-buku panduan praktis seperti Berani Jualan dan Aspirasi Generasi 4.0 sering kali dijadikan referensi kontekstual bagi para pengajar dan siswa untuk memahami lanskap bisnis digital secara nyata.
Bahkan, keahlian berpikir taktis yang ia tuangkan dalam buku Cinta Di atas Bidak Catur, terinspirasi dari perannya sebagai Wakil Ketua Umum Percasi Banten turut diadopsi menjadi filosofi penting dalam mengajarkan strategi pengambilan keputusan bisnis bagi generasi muda.
Melalui sinergi kepemimpinan di sektor bisnis, penguatan organisasi profesi, hingga keterlibatan langsung sebagai penguji kompetensi siswa, Denny Widya, CBC terus konsisten meletakkan batu bata terbaik demi kokohnya fondasi SDM Indonesia menuju visi besar Indonesia Emas.
Tentang Denny Widya, CBC
Denny Widya, CBC adalah seorang profesional bisnis, tokoh pendidikan nasional, penggerak organisasi, dan penulis produktif asal Indonesia. Menjabat sebagai Direktur Utama PT Dymar Jaya Indonesia dan Komisaris PT Paradise Communications, beliau juga aktif memimpin berbagai organisasi strategis, termasuk KOMISI DKI Jakarta, BMPS Nasional, MPK, dan Percasi Banten. Sebagai pendiri gerakan GEMAR (Generasi Emas Berkarya) dan penulis 19 buku, beliau mendedikasikan kepakarannya untuk menjembatani dunia industri dengan dunia pendidikan nasional.

Tinggalkan Balasan