Media Bangsa – Pada hari Sabtu, 31 Januari 2026 bertempat di Rumah Ketua RW 05 Kelurahan Gunungpati Kecamatan Gunungpati telah dilaksanakan kegiatan praktek mengenai “Pengelolaan Limbah Organik Rumah Tangga dengan Penerapan Budidaya Maggot” yang diikuti oleh peserta dari ibu PKK RW 5 Dukuh Karanganyar Kelurahan Gunungpati Kecamatan Gunungpati Kota Semarang.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada peserta dalam pemanfaatan limbah organik yang terbuang dengan pemeliharaan menggunakan maggot. Maggot yang dipelihara dapat dimanfaatkan menjadi pakan ternak khususnya pada ternak unggas dan media pemeliharaan dapat digunakan sebagai pupuk organik.

Materi yang disampaikan oleh Lintang Raya Pradipa selaku mahasiswa KKN Tematik bahwa mengenai budidaya maggot dijelaskan langsung dan dipraktekkan cara pemeliharaan dan pemanenan maggot. Maggot BSF adalah larva dari lalat Black Soldier Fly (Hermetia illucens) yang dikenal sebagai agen pengurai organik paling efektif di dunia. Berbeda dengan lalat hijau atau lalat rumah yang sering dianggap penyebar penyakit. BSF tidak menyebarkan penyakit karena lalat dewasanya tidak memiliki mulut untuk makan dan hanya hidup untuk bereproduksi. Maggot ini memiliki kemampuan luar biasa dalam melahap berbagai jenis limbah organik, mulai dari sisa makanan hingga limbah pertanian, dan mengubahnya menjadi biomassa protein tinggi serta pupuk organik dalam waktu yang sangat singkat.

Hal ini ditambahkan oleh Maulida Nur Wahyuni, S.Pt., M.Pt. selaku dosen pendamping lapangan bahwa budidaya maggot skala rumah tangga dapat dilakukan dengan memanfaatkan limbah organik seperti sisa sayuran, buah, dan limbah dapur sebagai media pakan larva lalat BSF. Sistem budidaya dirancang sederhana menggunakan wadah plastik atau box tertutup yang memiliki ventilasi dan saluran panen. Limbah organik dicacah terlebih dahulu agar mudah terurai dan tidak menimbulkan bau menyengat. Proses budidaya relatif singkat (10–14 hari) hingga maggot siap panen. Maggot yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein alternatif untuk unggas (ayam kampung), sedangkan sisa media (kasgot) digunakan sebagai pupuk organik untuk tanaman. Kegiatan ini membantu mengurangi volume sampah rumah tangga, menekan biaya pakan ternak, serta mendukung konsep ekonomi sirkular dan ramah lingkungan.

Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan ini dan aktif bertanya selama proses sosialisasi berlangsung. Diharapkan melalui kegiatan ini, peserta dapat menerapkan konsep budidaya dan pemeliharaan maggot untuk mengurangi limbah organik rumah tangga serta memanfaatkan maggot sebagai pakan ternak yang tinggi protein.

Kegiatan yang dilakukan oleh KKN Tematik 1 TIM 15 UNDIP 2026 dilaksanakan untuk mendorong masyarakat yang produktif dan mandiri dalam meningkatkan ketahan pangan.