Menu

Mode Gelap
Djauzi dan Rafa Jadi Mojang Jajaka Kota Bandung 2023 *Pemilu 2024 Momentum Bagi Rakyat Indonesia Menentukan Masa Depan Negara dan Bangsa* Ini salah satu manfaat dari pajak yang Anda bayarkan… fasilitas kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia, seperti @bpjskesehatan_ri. Ditjen pen pada rapat kerja HIMKI tahun 2023 Penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama antara badan pengawas keuangan dan pembangunan dengan provinsi Papua Selatan Papua tengah Papua pegunungan dan Papua barat daya

Pendidikan · 21 Dec 2022 00:54 WIB ·

Mengenali Associate Quality Assurance Pada Sistem Remote Work Monitoring (RWM)


 Mengenali Associate Quality Assurance Pada Sistem Remote Work Monitoring (RWM) Perbesar

Diskusi Test Script QA

                    Diskusi Test Script QA

Sebelum kita mengetahui apa itu Associate Quality Assurance, kita harus mengetahui terlebih dahulu apa itu sistem Remote Work Monitoring.

Remote Work Monitoring memiliki fungsi perusahaan dapat memonitor apa yang dikerjakan oleh karyawan setiap 15 menit sekali dengan adanya tangkapan layar yang otomatis terkirim pada sistem remote work monitoring. Tangkapan layar tersebut dapat dilihat oleh perusahaan. Sehingga, perusahaan dapat melihat perkembangan pekerjaan dari karyawan dan apa yang sedang dikerjakan oleh karyawan. Hal ini berguna untuk perusahaan yang memiliki mekanisme kinerja work from home dan work from anywhere.

 

Lalu, apa itu Associate Quality Assurance?

Associate Quality Assurance merupakan seseorang yang bertugas untuk membuat test script, test scenario, test case, melakukan testing, melaporkan bug, melakukan testing ulang, dan melakukan testing pada keseluruhan fitur guna memastikan bahwa sistem dapat digunakan oleh pengguna yakni, perusahaan dan karyawan dapat berjalan sebagaimana mestinya.

 

Selanjutnya, Apa yang dilakukan oleh Associate Quality Assurance pada sistem Remote Work Monitoring?

Associate Quality Assurance pada sistem Remote Work Monitoring merupakan seseorang yang bertanggung jawab untuk memastikan sistem RWM dapat berjalan dengan baik.

Adapun, yang dikerjakan oleh associate quality assurance pada sistem remote work monitoring, yaitu:

  1. Membuat Test Script

Test script pada sistem Remote Work Monitoring berisikan dashboard, test scenario, dan test case pada Google Sheets.

  1. Membuat Test Scenario

Test scenario merupakan rancangan tindakan yang ingin dilaksanakan untuk memverifikasi fitur tertentu atau fungsi dari system. Test scenario pada system Remote Work Monitoring berisikan basic flow dan alternative flow.

  1. Membuat Test Case

Test case merupakan rancangan mengenai tindakan yang dilakukan oleh seorang Quality Assurance atau tester untuk melakukan verifikasi terhadap fitur atau fungsi tertentu dari sebuah perangkat lunak. Test case pada sistem RWM berisikan module, nomor test case, test case scenario, pre condition, test data, test steps, expected result, result, bug screenshot, status, priority, recommendation on issue, date tested, status of testing, dan tester name. Disinilah QA banyak berinteraksi dalam pekerjaannya untuk memverifikasi fitur RWM.

  1. Melakukan Testing atau Pengujian

Testing atau pengujian merupakan tidakan dalam memverfikasi fitur berdasarkan test scenario dan test case yang telah QA RWM buat. Disini QA dapat melaporkan bug jika ditemukan dan memberi laporan pada tim developer agar diperbaiki. Selain itu, QA dapat memberi saran untuk improvement dari suatu fitur pada tim PO (product owner).

  1. Melaporkan Bug

Laporan bug dilakukan jika ditemukan anomali dimana hasil tidak sesuai dengan expected result. Saat melakukan laporan bug pada flow RWM dibutuhkan informasi berupa from (QA), to (Dev), deskripsi bug, dan video atau tangkapan layer bug yang ditemukan oleh QA. Hal ini dilakukan dengan komentar langsung pada tiket fitur bug tersebut pada tools JIRA.

  1. Melakukan Testing Ulang Pada Fitur yang Terdapat Bug.

Setelah melaporkan bug, tim dev akan memperbaiki fitur tersebut dengan flow. Tiket jira yang sudah dilakukan testing diubah statusnya menjadi “Testing” dan Kembali menjadi “In Progress”. Setelah diperbaiki, tim dev akan megubah status tiket menjadi “Ready to QA”. QA harus merequest merge branch dari tiket tersebut agar dapat dilakukan testing kembali. Disini, QA akan mengubah status tiket menjadi “Testing”. Jika passed maka dapat diubah statusnya menjadi “Done” dan apabila ditemukan bug kembali dapat diubah menjadi “In Progress”.

  1. Melakukan Testing Pada Keseluruhan Fitur.

Setelah berhasil seluruh tiket dilakukan testing dengan hasil done. QA dengan PO melakukan end to end testing untuk mengecek flow penggunaan sistem berdasarkan perspektif user.

 

Nah, dari tulisan diatas banyak sekali yang dapat dilakukan oleh Associate Quality Assurance yang berperan untuk mengontrol kualitas dari suatu sistem agar dapat berjalan baik. Menjadi Associate Quality Assurance diperlukan hard skill dan soft skill berupa, komunikasi yang baik, analisis yang tepat guna, dan adaptif.

 

Makaaa, apakah kamu tertarik untuk menjadi Associate Quality Assurance? Yuk, menambah wawasan baru dari berbagai media. Semangat berproses!

Artikel ini telah dibaca 22 kali

Baca Lainnya

Kerja Bakti “Pembersihan Sampah Sekitar Sungai di Desa Ciburial RW 7

15 June 2024 - 21:50 WIB

Kegiatan Pengolahan Sampah Terpadu di Desa Ciburial “Mengubah Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos”

15 June 2024 - 21:43 WIB

Profil Desa Ciburial: Keindahan Alam yang Membutuhkan Pengelolaan Sampah Terpadu

15 June 2024 - 21:33 WIB

Tax Policy and Economic Elites: Going Where the Money is Earmarking

12 June 2024 - 05:59 WIB

PERMASALAHAN KASUS GOOGLE TERHADAP KONSEP BUT

12 June 2024 - 02:56 WIB

*Aksi Bersama Segenap Elemen Masyarakat, Pers, Kaum Buruh, Aktivis Pergerakan Menolak UU Penyiaran & Pandemi Treaty*

28 May 2024 - 11:02 WIB

Trending di Bisnis