Menu

Mode Gelap
Djauzi dan Rafa Jadi Mojang Jajaka Kota Bandung 2023 *Pemilu 2024 Momentum Bagi Rakyat Indonesia Menentukan Masa Depan Negara dan Bangsa* Ini salah satu manfaat dari pajak yang Anda bayarkan… fasilitas kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia, seperti @bpjskesehatan_ri. Ditjen pen pada rapat kerja HIMKI tahun 2023 Penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama antara badan pengawas keuangan dan pembangunan dengan provinsi Papua Selatan Papua tengah Papua pegunungan dan Papua barat daya

Bisnis · 5 Feb 2023 18:54 WIB ·

Lewat Sidang Pleno KNIU, Kemendikbudristek Pertajam Peran dan Kepemimpinan Indonesia


 Lewat Sidang Pleno KNIU, Kemendikbudristek Pertajam Peran dan Kepemimpinan Indonesia Perbesar

Media Bangsa— Pemerintah Indonesia terus berupaya memperkuat peran dan kepemimpinan Indonesia di kancah internasional lewat keanggotaan di United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Salah satu upaya amplifikasi yang dilakukan adalah lewat Sidang Pleno Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU). Demikian ungkap Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim saat memberikan arahan di Sidang Pleno KNIU Tahun 2023 di Kantor Kemendikbudristek, Jakarta, pada Kamis (2/2).

Nadiem yang juga berperan sebagai Ketua KNIU turut menambahkan bahwa sidang pleno yang dilaksanakan menjadi momentum untuk menghubungkan komunikasi (reconnecting) di antara Kementerian/Lembaga pengampu program UNESCO di Indonesia (focal points). “Mari kita gunakan pembelajaran dari tahun-tahun sebelumnya untuk semakin memperkuat peran dan kepemimpinan Indonesia di UNESCO ke depan,” tegas Menteri Nadiem.

“Dan melalui sidang pleno ini kita akan mendiskusikan dan menetapkan tujuan bersama (objective) dan hasil utama (key results) yang perlu menjadi prioritas dari masing-masing bidang,” sambung Nadiem.

Senada dengan itu, Ketua Harian KNIU, Itje Chodidjah juga menambahkan tujuan dari dilaksanakannya sidang pleno yang telah dilaksanakan sejak tahun 2015 selain dimaksudkan untuk menghubungkan komunikasi pascapandemi antar-focal points.

“Sidang dimaksudkan untuk melaporkan perkembangan pelaksanaan program UNESCO yang telah dilakukan oleh focal points, menetapkan rekomendasi dan tindak lanjut, menetapkan strategi dan partisipasi Indonesia di badan subsider UNESCO, serta memperkuat koordinasi dan persiapan Indonesia mencalonkan diri sebagai anggota Executive Board (EB) UNESCO periode 2023—2027,” urai Itje.

Ketua Harian KNIU juga menegaskan bahwa pihaknya akan segera menerbitkan regulasi untuk mendukung penguatan peran KNIU. “Sinergitas yang telah terjalin antara KNIU dengan focal points, akan diperkuat dengan hadirnya regulasi berbentuk Peraturan Presiden (Perpres) di tahun 2023 yang mengatur sinergitas tersebut,” terang Itje.

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBPP) untuk Prancis, Andorra, Monako/Wakil Tetap RI untuk UNESCO, Muhamad Oemar menyampaikan apresiasi atas kontribusi dan kolaborasi di antara focal points dalam menegaskan peran penting Indonesia di UNESCO.

“Kementerian Luar Negeri terus mendorong kepemimpinan Indonesia untuk terus secara aktif berpartisipasi dalam program dan inisiatif UNESCO serta badan subsider lainnya. Khususnya dalam menuju pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di tahun 2030. Mari kita terus optimalkan potensi Indonesia pada program-program di UNESCO, serta menjadi mitra kemajuan bersama dengan negara anggota lainnya di UNESCO,” tegas Dubes Oemar.

Mengakhiri Sidang Pleno, Menteri Nadiem mendorong untuk semua focal points terus melakukan kolaborasi untuk meningkatkan capaian Indonesia terhadap program UNESCO. “Semangat gotong royong harus terus dilestarikan, terutama pendidikan harus terus selaras agar kehidupan di masa depan senantiasa terjaga untuk generasi di masa depan,” pungkas Nadiem.

Turut hadir Duta Besar/Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Kepala Arsip Nasional RI (ANRI), Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek, Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek selaku pengampu bidang kebudayaan, Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (Andrew Fangidae/Nadia Faradinna, Editor: Denty Anugrahmawaty/Seno Hartono).

Sumber

Artikel ini telah dibaca 36 kali

Baca Lainnya

*Aksi Bersama Segenap Elemen Masyarakat, Pers, Kaum Buruh, Aktivis Pergerakan Menolak UU Penyiaran & Pandemi Treaty*

28 May 2024 - 11:02 WIB

*Adakah yang Tahu Letak Jalan Culik di Bandung*

27 May 2024 - 15:31 WIB

*Kearifan Lokal Dapat Menjadi Bekal Membuka & Masuk Dalam Gerbang Indonesia Emas Tahun 2045*

26 May 2024 - 10:32 WIB

*Persiapan Generasi Milenial Hari Ini Untuk Membuka & Masuk ke Gerbang Indonesia Emas Pada Tahun 2045*

26 May 2024 - 00:46 WIB

Peran Pengacara di Pengadilan

21 May 2024 - 11:58 WIB

Peran Pengacara di Pengadilan

Semangat Kebangkitan Nasional Untuk Energi Menuju Indonesia Emas

20 May 2024 - 15:42 WIB

Trending di Bisnis