Media Bangsa – Kelurahan Tanjung, Labuhan Haji, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdaya Masyarakat Desa (KKN-PMD) Universitas Mataram menggelar edukasi stop bullying di SDN 1 Tanjung, Kelurahan Tanjung, Kec. Labuhan Haji, Sabtu (10/01/2026). Kegiatan ini ditujukan kepada siswa dan guru sebagai upaya membangun lingkungan sekolah yang aman dan bebas intimidasi melalui kesadaran kolektif. Program tersebut dilaksanakan sebagai respons atas maraknya kasus bullying di kalangan anak Sekolah Dasar serta kebutuhan akan pendidikan karakter yang inklusif. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-PMD Unram memperkenalkan konsep “garda terdepan” di lingkungan sekolah, di mana siswa dilatih menjadi pelopor pencegahan bullying dengan peran aktif melaporkan, mendukung korban, dan mempromosikan toleransi antarteman.

 Kegitan ini melibatkan siswa kelas IV dan V SDN 1 Tanjung bersama guru yang berlangsung secara partisipatif di aula sekolah yang diawali dengan pemaparan materi tentang pentingnya lingkungan sekolah aman dan dampak bullying, lalu dilanjutkan sesi tanya jawab serta diskusi kelompok yang didampingi mahasiswa KKN-PMD Unram.  Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif selama kegiatan, yang membekali siswa dengan keterampilan praktis untuk menjadi “garda terdepan” dalam mencegah bullying secara mandiri. Kepala SDN 1 Tanjung mengapresiasi kegiatan tersebut dan menilai inisiatif ini sangat dibutuhkan di lingkungan sekolah. “Kegiatan ini sangat bermanfaat karena langsung menyentuh kebutuhan anak-anak kami. Siswa menjadi tahu cara melaporkan dan mendukung teman yang dibully,” tuturnya.

 Pengenalan konsep garda terdepan anti-bullying diharapkan memberi dampak nyata bagi lingkungan SDN 1 Tanjung, mulai dari meningkatnya kesadaran toleransi hingga efisiensi penanganan kasus dan kesejahteraan emosional siswa. Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Salah seorang siswa kelas 4 mengaku baru pertama kali belajar soal bullying. “Selama ini kami diam saja kalau ada yang diganggu. Ternyata kami bisa jadi pahlawan untuk teman sendiri” ujarnya.

 Kegiatan ini mencerminkan peran strategis mahasiswa KKN sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, mahasiswa KKN-PMD Unram turut berkontribusi dalam mengidentifikasi permasalahan nyata di lapangan dan menawarkan solusi aplikatif yang sesuai dengan kondisi lokal. Sinergi antara mahasiswa dan pihak sekolah menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini. Dukungan guru serta keterbukaan siswa terhadap pendidikan karakter memperkuat proses transfer pengetahuan dan keterampilan sederhana di bidang pencegahan bullying.

 Melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan anti-bullying ini, mahasiswa KKN-PMD Unram berharap agar konsep garda terdepan dapat terus dikembangkan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh warga sekolah SDN 1 Tanjung. Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat sekolah memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan berbasis potensi lokal. Dengan lingkungan aman, siswa bahagia, dan toleransi yang meningkat, SDN 1 Tanjung diharapkan mampu menghadapi tantangan pendidikan secara lebih mandiri dan berkelanjutan.  “Kami bangga mahasiswa KKN Unram telah menjadikan sekolah kami sebagai garda terdepan lawan bullying. Ini langkah besar untuk masa depan anak-anak Tanjung,” tutup Kepala SDN 1 Tanjung.