Menu

Mode Gelap
Djauzi dan Rafa Jadi Mojang Jajaka Kota Bandung 2023 *Pemilu 2024 Momentum Bagi Rakyat Indonesia Menentukan Masa Depan Negara dan Bangsa* Ini salah satu manfaat dari pajak yang Anda bayarkan… fasilitas kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia, seperti @bpjskesehatan_ri. Ditjen pen pada rapat kerja HIMKI tahun 2023 Penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama antara badan pengawas keuangan dan pembangunan dengan provinsi Papua Selatan Papua tengah Papua pegunungan dan Papua barat daya

Nasional · 6 Feb 2024 07:00 WIB ·

Ini Strategi Kemenko PMK Siapkan SDM Indonesia yang Unggul


 Ini Strategi Kemenko PMK Siapkan SDM Indonesia yang Unggul Perbesar

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Nunung Nuryantono, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul dimulai lewat pendekatan prenatal hingga lansia.

Tahap pertama yaitu dari prenatal hingga bayi lahir, bagaimana caranya agar tidak mengalami stunting. Hal tersebut disampaikannya saat tayangan Pemilu 2024: Strategi Perluas Lapangan Kerja yang ditayangkan di Youtube FMB9 pada Senin (5/2/2024).

“Kemudian masuk tahap jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), SD, SMP, SMA, SMK yang termasuk didalamnya pendidikan tinggi vokasi dan perguruan tinggi, Tentu upaya-upaya ini agar SDM setigaknya match dengan dunia kerja,” kata Nunung.

Lanjutnya, pemeintah melalui Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 secara khusus menekankan upaya mendoong pendidikan volakasi. Kemudian diturunkan pada Peraturan Menteri Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Nomor 6 Tahun 2022.

Berdasarkan dua rujukan tersebut, saat generasi Indonesia masuk ke lapangan pekerjaan, persiapan keterampilan apa saja yang dibutuhkan dunia usaha. Meski memang, Nunung mengatakan tidak mudah dalam menyiapkan keterampilan yang dibutuhkan.

“Maka dari itu, basis informasi antara pendidikan dan dunia kerja menjadi sangat penting. Seperti apa saja yang dubutuhkan dunia kerja, itu yang akan didorong pemerintah Indonesia, untuk memanfaatkan bonus demografi pada 2030,” kata Nunung.

Lanjutnya, ada tiga sektor besar dalam perekomonian yang masih menjadi andalan penyerapan tenaga kerja Indonesia. Yaitu sektor perikanan, kehutanan, dan pertanian. Kedua, sektor industri manufaktur, dan sektor perdagangan.

“Jika ingin kembali mendorong industrialisasi sebagai pilar penting yang memberikan nilai tambah, maka melalui PerPres 68/2022 dan Permenko PMK 6/2022 inilah untuk melakukan persiapan angkatan kerja Indonesia,” kata Nunung.

Yang menjadi penting lagi, lanjutnya, dilihat dari siklus pertumbuhan manusia bahwa tidak bisa terlepas dari pertumbuhan ekonomi. Nunung mengatakan keterampilan yang dibutuhkan, penambahan keterampilan, dan seterusnya melalui pendekatan keterampilan sekolah vokasi.

Ia berharap paling tidak satu persen pertumbuhan ekonomi bisa menyerap banyak tenaga kerja. Pada siklus tersebut, kata Nunung sudah ada Perpres No.68 Tahun 2022 dan Permenko PMK No. 6 Tahun 2022.

“Kemudian keterampilan apa yang dibutuhkan dunia kerja. Apabila satu peta pendidikan dihubungkan dengan peta keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja. Maka itu akan klop,” kata Nunung.

 

Sumber

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Satgas Yonif 133/YS Gelar Kuali Merah Putih di Zona Merah

16 April 2024 - 09:46 WIB

Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat Redam Dampak Konflik Timur Tengah

16 April 2024 - 09:36 WIB

Dukung Program Pompanisasi, Kementan Gencarkan Listrik Masuk Sawah

15 April 2024 - 08:12 WIB

Kementan dan Provinsi Banten Kembangkan Padi Varietas Biosalin

15 April 2024 - 08:03 WIB

Ini Bentuk Dukungan Pemerintah terhadap Petani

11 April 2024 - 11:33 WIB

KKP Raih Pengakuan Standar Internasional Antisuap

11 April 2024 - 11:23 WIB

Trending di Bisnis