Media Bangsa – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) meningkatkan kewaspadaan atas kasus ISPA atau Infeksi Saluran Pernapasan Akut. Langkah ini seiring berlangsungnya musim kemarau dan meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kobar, Kalimantan Tengah (Kalteng), Rabu (7/10/2026).
Kasus ISPA Naik Sejak M-29
Berdasarkan pemantauan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) hingga Minggu Epidemiologi (M) ke-38 2026, ISPA masih menjadi penyakit yang paling dominan. Jumlahnya lebih banyak ketimbang Diare Akut, Pneumonia, dan Influenza Like Illness (ILI). Secara kumulatif, pihaknya mencatat sekitar 15.076 kasus ISPA hingga M-38.
Perkembangan kasus menunjukkan peningkatan sejak M-29 dan mencapai puncak pada M-31. Pada M-28, kasus berjumlah 335. Angka itu meningkat menjadi 457 kasus pada M-29, kemudian 468 kasus pada M-30 dan mencapai 566 kasus pada M-31.
Setelah mencapai puncak, kasus ISPA berfluktuasi. Pada M-35 ada 534 kasus, M-36 sebanyak 471 kasus, M-37 sebanyak 503 kasus, dan M-38 sebanyak 487 kasus. Angka itu turun sekitar 3,2 persen ketimbang minggu sebelumnya, tetapi masih 45,4 persen lebih tinggi ketimbang M-28.
Kondisi itu menjadi perhatian Dinkes Kobar. Pihaknya tetap memperkuat pemantauan kasus ISPA dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat, khususnya selama musim kemarau dan kondisi karhutla.
Peningkatan kasus pada M-29 hingga M-31 secara waktu bertepatan dengan meningkatnya aktivitas karhutla di Kobar. Paparan asap dan partikulat akibat kebakaran menjadi salah satu faktor lingkungan yang berpotensi memengaruhi kesehatan saluran pernapasan.
Namun, instansi itu menegaskan bahwa pola peningkatan kasus pada grafik belum dapat membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung. Berbagai faktor lain juga dapat memengaruhi perkembangan kasus. Faktor itu meliputi kualitas udara, cuaca, infeksi saluran pernapasan, mobilitas masyarakat, aktivitas penduduk, serta perilaku dalam mengakses pelayanan kesehatan.
Dinkes Imbau Masyarakat Waspada
Kepala Dinkes Kobar, Hardino, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan atas kondisi kualitas udara selama musim kemarau dan karhutla.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi paparan asap, terutama ketika kualitas udara menurun. Batasi aktivitas di luar rumah apabila kondisi udara tidak sehat dan gunakan masker ketika harus beraktivitas di luar,” ujar Hardino.
Ia juga meminta masyarakat segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala gangguan pernapasan yang menetap atau semakin berat.
“Apabila mengalami batuk, sesak napas, napas berbunyi, demam atau keluhan pernapasan lainnya yang menetap atau semakin berat, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil dan masyarakat dengan penyakit tertentu perlu mendapatkan perhatian lebih,” tambahnya.
Selain mengurangi paparan asap, pihaknya mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Pihaknya juga mengimbau masyarakat mencukupi kebutuhan cairan serta memperhatikan kondisi kualitas udara selama musim kemarau.
“Masyarakat juga kami harapkan tidak melakukan pembakaran yang dapat memperburuk kualitas udara dan menambah paparan asap. Mari bersama-sama menjaga lingkungan dan kesehatan keluarga,” pesannya.
Dinkes Kobar Pantau Kasus ISPA
Instansi ini tetap memantau perkembangan kasus melalui surveilans penyakit di fasilitas pelayanan kesehatan. Data M-35 hingga M-38 menunjukkan kasus ISPA masih berada pada tingkat relatif tinggi. Kasus itu belum memperlihatkan pola penurunan yang konsisten.
Sementara itu, perkembangan kasus Diare Akut menunjukkan pola berbeda. Setelah mencapai 183 kasus pada M-30, jumlah kasus cenderung menurun. Pada M-38, kasus Diare Akut berjumlah 86 atau turun sekitar 25,9 persen ketimbang M-37.
Dengan kondisi itu, pihaknya mengimbau masyarakat tetap waspada tanpa panik. Mengurangi paparan asap, menggunakan masker saat perlu, menerapkan PHBS, serta segera mengakses pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan menjadi langkah penting. Langkah itu membantu masyarakat menjaga kesehatan dan menekan kasus ISPA selama musim kemarau dan kondisi karhutla. (mc kobar).

Tinggalkan Balasan