Menu

Mode Gelap
Djauzi dan Rafa Jadi Mojang Jajaka Kota Bandung 2023 *Pemilu 2024 Momentum Bagi Rakyat Indonesia Menentukan Masa Depan Negara dan Bangsa* Ini salah satu manfaat dari pajak yang Anda bayarkan… fasilitas kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia, seperti @bpjskesehatan_ri. Ditjen pen pada rapat kerja HIMKI tahun 2023 Penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama antara badan pengawas keuangan dan pembangunan dengan provinsi Papua Selatan Papua tengah Papua pegunungan dan Papua barat daya

Nasional · 15 Feb 2024 07:00 WIB ·

BRIN Butuh Kolaboasi Tingkatkan Hilirisasi Produk Riset


 BRIN Butuh Kolaboasi Tingkatkan Hilirisasi Produk Riset Perbesar

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak baik di dalam negeri ataupun di luar negeri guna meningkatkan hilirisasi riset di BRIN.

Hal tersebut ditegaskan Laksana pada kunjungan kerjanya di Kawasan Sains dan Teknologi Samaun Samadikun, Bandung, Senin (12/2) lalu
“Dengan adanya Platform Kolaborasi yang dilaksanakan di BRIN harapannya dapat melakukan riset kolaborasi dengan berbagai pihak yang mengikat secara fisik di suatu tempat dan bersama-sama melaksanakan riset untuk jangka waktu yang ditentukan bersama,” jelas Handoko dalam keterangannya dikutip dari laman BRIN, Jakarta, Rabu (14/2/2024).

Kepala Organisasi Riset Elektronika dan Informatika (OREI) Budi Prawara menyampaikan, beberapa rencana kerja yang akan dilaksanakan di tahun anggaran 2024.

“Kami sudah merencanakan berbagai kegiatan diantaranya target peningkatan kapasitas SDM Riset, target capaian penting pada setiap kelompok riset di lingkungan OREI, serta upaya meningkatkan kolaborasi internasional melalui rintisan Platform Kolaborasi,” ujar Budi.

Beberapa riset yang disiapkan untuk dapat masuk ke dalam platform kolaborasi di antaranya adalah riset Advanced Telecommunication System, Micro-Nano Electronic Devices Quantum AI, Immersive User Interface Technology. “Dan beberapa riset lainnya di bidang penginderaan jauh, Big Data, serta biomekatronik,” tambahnya.

Satu kolaborasi yang tengah dilakukan lanjut Budi, adalah riset mengenai “Sistem Biosensor dan Divais Mikro/Nano Elektronika untuk Mitigasi Penyebaran Penyakit Tropis Menular”.

“Sistem Biosensor yang akan dikembangkan terbagi menjadi tiga bagian utama yaitu yang pertama bioreceptor atau biorecognition yang berfungsi sebagai agen yang secara langsung mengenai atau bereaksi dengan target, kedua transduser yang merupakan bagian yang mengolah interaksi antara bioreceptor dan target menjadi sinyal yang dapat dibaca oleh sistem akuisisi data. Sistem akuisisi data merupakan bagian ketiga dari biosensor,” kata Budi.

Riset sistem biosensor ini, lanjut Budi, telah dilakukan kolaborasi dengan ITB, UNPAD, Monash University, National Institute for Materials Science, dan The University of Queensland.

“Perlu adanya kolaborasi dengan berbagai pihak karena riset ini mempunyai ruang lingkup Biosensing, biophysics, bio-photonics, microelectronics, nanomaterial, electronics, data communication, dan wireless communication,” ungkapnya.

Sumber

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Satgas Yonif 133/YS Gelar Kuali Merah Putih di Zona Merah

16 April 2024 - 09:46 WIB

Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat Redam Dampak Konflik Timur Tengah

16 April 2024 - 09:36 WIB

Dukung Program Pompanisasi, Kementan Gencarkan Listrik Masuk Sawah

15 April 2024 - 08:12 WIB

Kementan dan Provinsi Banten Kembangkan Padi Varietas Biosalin

15 April 2024 - 08:03 WIB

Ini Bentuk Dukungan Pemerintah terhadap Petani

11 April 2024 - 11:33 WIB

KKP Raih Pengakuan Standar Internasional Antisuap

11 April 2024 - 11:23 WIB

Trending di Bisnis