Media Bangsa – Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi Riau mematangkan persiapan operasional Sekolah Lansia Amal Ikhlas melalui kegiatan Training of Trainer (ToT) bagi fasilitator dan pengelola sekolah lansia di Aula Masjid Raya An-Nur, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Sabtu (6/6/2026).
Pelatihan tersebut merupakan hasil kolaborasi BKMT Riau, Indonesia Ramah Lansia (IRL) Riau, dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Keluarga Indonesia wilayah Riau.
Peserta berasal dari berbagai unsur, di antaranya pengurus BKMT kabupaten/kota se-Riau, akademisi, kader Bina Keluarga Lansia, kader BKKBN, pengurus Sekolah Lansia Amal Ikhlas, serta sejumlah organisasi mitra.
Ketua PW BKMT Riau, Septina Primawati Rusli, mengatakan pelatihan digelar untuk menyamakan persepsi para fasilitator dan pengelola sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
“Tujuan pelatihan ini untuk menyamakan persepsi kita, bagaimana kita bisa menjadi fasilitator dan pengelola dari sekolah lansia,” ujarnya.
Menurut Septina, kualitas pendampingan menjadi faktor penting dalam keberhasilan program sekolah lansia. Karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia perlu dilakukan sejak awal.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pengelolaan pembelajaran, komunikasi efektif, serta penguatan peran sekolah lansia sebagai sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat lanjut usia.
Selain itu, fasilitator diharapkan mampu membangun interaksi sosial yang mendorong lansia tetap aktif, produktif, dan berdaya di lingkungan masyarakat.
Septina mengungkapkan minat masyarakat terhadap program tersebut cukup tinggi. Selama masa pendaftaran pada 8–31 Mei 2026, sebanyak 172 lansia tercatat mendaftar sebagai peserta.
“Alhamdulillah, sampai saat ini yang mendaftar sangat banyak. Karena itu, kami juga memikirkan ruang belajar yang memadai. Alhamdulillah kami mendapat dukungan dari perguruan tinggi untuk menyediakan ruang kelas,” katanya.
Sekolah Lansia Amal Ikhlas dijadwalkan mulai beroperasi pada Juli 2026 dengan pusat kegiatan di lingkungan Masjid Raya An-Nur Pekanbaru.
Untuk mendukung proses pembelajaran, BKMT Riau telah menjalin kerja sama dengan Universitas Riau, UIN Sultan Syarif Kasim Riau, dan RSUD Arifin Achmad.
“Insyaallah bulan Juli 2026 akan mulai berjalan. Rektor Unri dan Rektor UIN Suska juga memberikan dukungan berupa ruang kelas untuk kegiatan belajar,” tambah Septina.
Sementara itu, Kepala Sekolah Lansia Amal Ikhlas, Elda Nazriati, menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pihak agar program dapat berjalan berkelanjutan.
“Sekolah lansia ini adalah milik kita bersama. Keberlangsungannya sangat bergantung pada kolaborasi berbagai pihak. Kalau dikerjakan sendiri tentu akan berat,” ujarnya.
Menurut Elda, terdapat tiga aspek utama yang harus dijaga dalam pengelolaan sekolah lansia, yakni kolaborasi, kesamaan persepsi, dan evaluasi berkelanjutan.
“Melalui kolaborasi semua pihak bisa berkontribusi. Kemudian persepsi harus disamakan, termasuk melalui pelatihan yang dilaksanakan hari ini. Setelah itu dilakukan evaluasi untuk memperbaiki berbagai kelemahan agar sekolah lansia dapat terus berkembang,” katanya.
BKMT Riau berharap Sekolah Lansia Amal Ikhlas dapat menjadi wadah pembelajaran yang mendorong lansia tetap aktif, sehat, mandiri, dan sejahtera, sekaligus memperkuat interaksi sosial di tengah masyarakat.
(Mediacenter Riau/MCR)

Tinggalkan Balasan