Sebagai seorang pebisnis tentu kamu melakukan promosi untuk meningkatkan penjualanmu. Namun, tahukah kamu jika tiap kata yang kamu tuangkan dalam konten promosi sangat berpengaruh pada psikologi calon konsumen ?. Inilah mengapa kamu perlu mengetahui teknik copywriting dalam konten promosi mu. Disamping itu, masyarakat cenderung lebih mudah mencerna dan mengingat kalimat yang cenderung pendek daripada kalimat yang panjang. Jadi, kamu hanya perlu menyiapkan konten se simple mungkin agar pesan mu mengena dibenak audiens, menarik bukan ?. Simak penjelasan di bawah ini untuk mengetahui caranya..

Apa itu Copywriting ?

Copywriting bisa juga disebut sebagai ‘seni menjual tulisan’. Definisi dari copywriting sendiri adalah teknik penulisan naskah iklan dan promosi yang dapat mempersuasi dan ‘menghipnosis’ target audience untuk melakukan tindakan sesuai tujuan brand, seperti  membeli   produk atau memakai jasa.

Peran Penting Copywriting untuk Konten Promosi

  1. Membangun Brand Awareness, tentu kita ingin bisnis kita dapat dikenal dengan lebih luas oleh audiens. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan teknik copywriting. Jika dimaksimalkan, teknik copywriting dapat membantu konten promosi mu lebih mudah dicerna dan diingat oleh audiens. Hal ini akan memungkinkan brand kita mampu memunculkan top of mind pada audiens, yaitu dimana audiens mengingat suatu brand ketika memikirkan kategori suatu produk yang dapat diingat kembali secara spontan tanpa bantuan.
  2. Meningkatkan Engagement, dalam rangka meningkatkan penjualan produk atau jasa dalam suatu bisnis, kita dapat memanfaatkan teknik copywriting. Dalam penerapannya, teknik copywriting yang efektif mampu membuat audiens tertarik bahkan tergerak untuk melakukan transaksi.
  3. Mempromosikan Produk dan Jasa, maksimalkan promosi dengan teknik copywriting. Agar, tidak hanya menarik dari segi visual dan informatif saja. Namun, konten promosi mu juga mampu memikat audiens sehingga perhatiannya secara penuh tercurahkan pada konten promosi mu.

Format Copywriting untuk Konten Promosi

Headline

Headline adalah bagian pertama yang dilihat oleh audiens. Biasanya letaknya berada di paling atas dengan font yang lebih besar atau dicetak tebal. Headline yang menarik adalah headline yang mampu membuat audiens ingin melihat lebih lanjut. Selain itu, headline yang baik adalah headline yang tidak mengandung kalimat yang ambigu. Merupakan kesalahan yang cukup fatal, jika audiens salah memaknai pesan yang ingin kita sampaikan krena menghasilkan makna yang bias. Hindari juga kalimat seksis atau kalimat yang tidak nyaman dibaca. Oleh karena itu, pastikan prinsip ‘I’m Okay U Okay’ dalam pembuatan kalimat dalam suatu konten promosi.  Yaitu, dimana kita merasa pesan yang kita sampaikan sesuai dengan keinginan kita dan tidak menyinggung pihak manapun yang membacanya. Terdapat 4 kategori suatu headline dapat dikatakan mampu memikat audiens sebagai berikut,

Formula 4U :

  1. Urgensi, ciptakan kondisi yang mendesak audiens untuk segera melakukan tindakan saat itu juga
  2. Unique, ambil angle yang unik hingga membuat target audiens merasa spesial
  3. Useful, menawarkan solusi terhadap permasalahan target audiens
  4. Ultra spesific, hadirkan secara detail dan spesifik apa yang ditawarkan kepada target audiens

Body Copy

Supaya menarik, pada bagian Body Copy tidak hanya mengandung kalimat yang informatif. Namun, pastikan kalimat yang kamu buat juga persuasif. Dalam mewujudkannya kamu dapat menggunakan unsur-unsur Hypnotic Copywriting ala Joe Vitale sebagai berikut,

Tarik Perhatian

Hadirkan secara detail dan spesifik apa yang ditawarkan kepada target audiens. Dalam penerapannya, kamu bisa menggunakan dialog atau pain point. Apa itu pain point ? Pain point adalah dimana kita menyentuh langsung apa yang menjadi masalah bagi audiens. Kemudian ditutup dengan komponen call to action. Taktik ini adalah formula paling mudah dalam menarik minat audiens dan membangun keakraban dengan audiens. Contohnya: ‘Merasa semangat belajar diawal sekarang kendor ?’ lalu dilanjutkan dengan membangun keakraban menggunakan dialog (menyamakan pandangan dengan audiens)

Yakinkan Audiens

Tawarkan benefit, keunggulan, manfaat hingga membangkitkan rasa penasaran audiens. Realitanya, seringkali kita menawarkan produk yang sudah ramai dipasaran. Tetapi, bagaimana caranya agar produk tampak berbeda ?, walaupun sebenernya tidak ada yang istimewa dari produk kita. Nah, disini kita bisa mengotak atik kalimatnya menggunakan teknik copywriting. Contohnya : ‘Rumah minimalis dengan harga 500 juta’ menjadi ‘Rumah minimalis 1 miliyar ? kata siapa..’ atau ‘Punya rumah di tengah kota tidak sampai 700 juta ?’.

Bangun Emosi

Pilih kata-kata sesuai dengan emosi yang ingin dibangun dan padukan dengan visual yang mendukung (memanfaatkan panca indera). Contohnya : KFC menyajikan gambar ayam goreng yang menggiurkan dengan kalimat ‘disajikan dengan nasi hangat dan ayam yang krispi’. Hal ini mampu membangun emosi audiens untuk membayangkan nya melalui panca indera mereka. Audiens pun menjadi merasa lapar walaupun pada kenyataannya sudah makan sebelumnya. Tentu dampaknya berbeda jika hanya dengan menggunakan kalimat ‘Nikmati ayam goreng yang disajikan dengan nasi’.

Perhatikan Logika

Tambahkan detail value produk atau jasa yang ditawarkan. Jangan sampai apa yang kita tawarkan tidak sesuai dengan kebenarannya, misalnya ‘nilai produk ini 100’ karena jika ada audiens yang menggunakannya kemudian memberikan bintang 1 maka akan menghancurkan bisnis kita sendiri. Selain itu, jangan memasukkan nama brand lain dalam artikel atau konten kita. Contohnya : ‘Hanya 5 menit dari gramedia’ atau ‘dekat dengan Tunjungan Plaza’.Lebih baik cari tahu terlebih dahulu mengenai objek yang dimaksud. Kamu bisa mulai dengan mempertanyakan, ‘Tunjungan Plaza  itu apa sih ?’. Seperti yang kita tahu, Tunjungan Plaza adalah Pusat Perbelanjaan terbesar di kota Surabaya. Lebih baik gunakan kalimat ‘Pusat Perbelanjaan terbesar di kota Surabaya’ daripada mention brand lain tanpa ada kesepakatan sebelumnya. Nah, jika memang sangat diperlukan kamu bisa membuat kesepakatan dengan brand tersebut. Ciptakan situasi win-win solution dimana antar kedua brand saling mempromosikan satu sama lain.

Call To Action

Pada bagian ini, merupakan bentuk ajakan dan arahan bagi target audiens untuk melakukan ‘tindakan‘ seperti membeli produk atau memakai jasa. Biasanya berupa click button pada konten promosi digital. Contohnya : ‘Beli Sekarang!’ , ‘Kunjungi Website Disini’ , dan lain sebagainya.

Konten Promosi Instant ? Kenapa enggak…

Setelah memahami konsep copywriting, dalam membuat suatu konten promosi tentunya terdapat berbagai komponen yang dibutuhkan. Umumnya, terdapat dua komponen utama yaitu kalimat dan gambar. Dua komponen ini saling melengkapi dan mendukung satu sama lain. Dalam pembuatannya kamu bisa menggunakan aplikasi desain yang kamu kuasai. Dalam hal ini aku merekomendasikan Canva karena dapat terbilang aplikasi desain yang mudah dan efisien. Aplikasi Canva juga dapat menjadi salah satu perwujudan simbol dari ungkapan ‘instant namun memikat’. Hal ini dikarenakan walaupun mudah dan instant dalam penggunaannya, namun hasil yang didapat bisa terbilang memuaskan. Kamu bisa mengakses Canva secara gratis melalui website berikut, www.canva.com .

Untuk lebih memahami mengenai Canva, kamu bisa mengecek artikel berikut

CANVA, MEDIA ONLINE UNTUK UMKM PEMULA

2 Langkah dalam Membuat Konten Promosi

1. Pertama-tama, rangkailah kalimat promosi dengan menggunakan teori copywriting seperti yang sudah dijelaskan diatas. Sebenarnya, tidak wajib harus ada seluruh format copywriting dalam sebuah konten promosi. Kamu bisa susun format sesuai dengan kebutuhanmu. Pada umumnya unsur Headline dan Call to action selalu ada, sedangkan body copy menjadi unsur yang opsional. Namun, untuk memuat seluruh format secara lengkap juga bisa dilakukan bahkan tanpa harus menghabiskan banyak ruang pada media promosi mu.

Contohnya :

Headline

‘Konsultasikan Masalah Kulitmu’

Body Copy

‘Beauty Skincare akan Formulasikan Skincare yang Cocok Untukmu’

Call to Action

‘Kunjungi Website’

2. Setelah yakin dengan rancangan format copywriting mu, lanjutkan dengan membuat visualisasi yang menarik. Buka website Canva, dan mulai buat desain. Sesuai canvas dengan media promosi yang kamu inginkan. Disini, aku akan mengambil contoh iklan pop up pada website sebagai media promosi. Berikut contohnya,

 

 

 

 

 

 

Tidak sulit bukan, membuat konten promosi ?. Tanpa harus pusing, kamu bisa mempromosikan bisnismu dengan cara yang instant namun tetap memikat. Kuncinya adalah penggunaan teknik copywriting yang tepat dan visual yang mendukung. Selamat berbisnis~

Ingin tahu info lainnya seputar dunia copywriting, check artikel di bawah ini

MANFAAT LINK UNTUK NAIKKAN RATING GOOGLE