Media Bangsa – Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar) mendorong percepatan pembangunan infrastruktur perhubungan di kawasan pesisir. Pemprov Sumbar menargetkan Pelabuhan Teluk Tapang di Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat, mulai beroperasi penuh pada 2028. Sementara itu, keberadaan pelabuhan ini bakal menjadi simpul logistik utama sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pantai barat Sumatera. Selain itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah meninjau langsung hasil pembangunan fisik di lokasi pelabuhan pada Kamis (5/11/2026).
Pembangunan pelabuhan tersebut menunjukkan kemajuan fisik yang signifikan. Pasalnya, pemerintah telah merampungkan pembangunan sarana sisi darat berupa jalan penampung senilai Rp83,75 miliar. “Alhamdulillah, tahap demi tahap pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang terus diselesaikan. Hari ini kita meninjau pembangunan sisi darat yang telah selesai dilaksanakan dengan nilai Rp83,75 miliar,” kata Mahyeldi saat melakukan peninjauan lokasi.
Rencana Pembangunan Jalan dan Fasilitas Pelabuhan Teluk Tapang
Pemerintah memfokuskan pengerjaan tahap berikutnya pada penyediaan sarana perkantoran dan penunjang operasional pada 2027. Selanjutnya, pembangunan fasilitas pendukung tersebut memanfaatkan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Di samping itu, pengerjaan jalan akses sepanjang tujuh kilometer bakal memperlancar arus transportasi barang menuju Dermaga Pelabuhan Teluk Tapang.
Posisi pelabuhan ini sangat strategis untuk menampung kegiatan industri pengolahan produk mentah. Sebab, kawasan ini siap menjadi basis pengembangan hilirisasi kelapa sawit, seperti pabrik biodiesel berbasis minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO). “Sumatera Barat memiliki posisi strategis di pantai barat Sumatera. Pengembangan Teluk Tapang akan menjadi pintu masuk investasi sekaligus pusat logistik dan industri yang mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya alam daerah,” ujarnya.
Efisiensi Logistik dan Dampak Ekonomi Pelabuhan Teluk Tapang
Ketersediaan pasokan kelapa sawit dari Pasaman Barat menjadi penopang utama keberlanjutan operasional pelabuhan. Bahkan, Pasaman Barat mencatatkan diri sebagai salah satu pusat perkebunan kelapa sawit terbesar di Sumbar. Sebab itu, operasional dermaga baru ini memangkas jalur distribusi hasil kebun warga. Misalnya, para pelaku usaha tidak lagi bergantung pada Pelabuhan Belawan di Medan untuk mengirim komoditas ekspor.
Di sisi lain, dermaga ini menjadi hub logistik penting bagi wilayah sekitarnya, seperti Kabupaten Mandailing Natal di Sumatera Utara. Oleh sebab itu, kehadiran kawasan industri hijau di sekitar pelabuhan bakal membuka ribuan lapangan kerja baru. “Mudah-mudahan tahun depan pembangunan jalan sepanjang tujuh kilometer, perkantoran, dan fasilitas lainnya juga bisa dilaksanakan, sehingga pada 2028 pelabuhan ini sudah bisa beroperasi,” harap Mahyeldi.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Teluk Bayur Gamal Sembiring mendukung penuh target operasional tersebut. Kemudian, pihaknya siap mengawal pembangunan fisik perkantoran pada 2027 agar berjalan tepat waktu. “Sesuai harapan Bapak Gubernur, mudah-mudahan pada 2028 pelabuhan ini sudah bisa beroperasi. Jika memungkinkan, ke depan fasilitas transportasi seperti kapal penumpang juga dapat disediakan,” tutur Gamal.
Dengan demikian, beroperasinya Pelabuhan Teluk Tapang sanggup mendongkrak kesejahteraan warga sekaligus memperkuat ekonomi daerah.

Tinggalkan Balasan