Media Bangsa – Provinsi Jawa Tengah menyimpan potensi sektor perikanan yang sangat melimpah. Daerah ini mencatatkan hasil panen dan budidaya perikanan yang mencapai 975.792 ton sepanjang tahun 2025. Saat ini, tingkat Produksi Ikan Jawa Tengah belum seimbang dengan budaya konsumsi ikan warga lokal. Pemerintah terus mendorong gerakan makan ikan guna mengoptimalkan pemanfaatan sumber pangan ini.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno menyampaikan pandangannya pada Selasa (30/9/2026). Momentum Sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2026 menjadi sarana penguatan pola makan sehat. Oleh karena itu, pemerintah daerah ingin mengubah kebiasaan masyarakat dalam memilih sumber protein harian. Pihaknya mengimbau warga agar beralih ke komoditas sektor perikanan lokal yang kaya gizi.

Tantangan Konsumsi dan Produksi Ikan Jawa Tengah

Sumarno merinci bahwa hasil perikanan tangkap Jawa Tengah menembus angka 436.592 ton. Sementara itu, sektor perikanan budidaya menyumbang angka produksi sebesar 539.200 ton. Selain itu, kebiasaan makan ikan di wilayah Jawa Tengah bagian tengah masih relatif rendah. Masyarakat kawasan tersebut cenderung lebih menyukai daging ayam, daging sapi, serta telur.

Pemerintah daerah mengedukasi warga mengenai keunggulan gizi ikan lokal dibanding produk impor. Komoditas ikan kembung memiliki kandungan omega-3 yang sangat tinggi melebihi ikan salmon. Sebab, pemenuhan gizi keluarga tidak harus bergantung pada bahan pangan berharga mahal. Kesadaran ini dapat menekan ketergantungan pasokan daging sapi dari luar negeri.

Penguatan Gemarikan dan Ekonomi Daerah

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung penuh implementasi Perpres Nomor 74 Tahun 2026 tentang Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Kebijakan ini menghubungkan hasil tangkapan nelayan secara langsung dengan kebutuhan konsumsi harian masyarakat. Sebagai contoh, peningkatan permintaan pasar lokal akan mendongkrak pendapatan para nelayan dan pembudidaya. Informasi resmi mengenai program pangan daerah tersedia di portal Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Pertumbuhan rantai ekonomi perikanan turut menggairahkan sektor pengolahan serta UMKM kuliner di daerah. Pemerintah optimistis gerakan ini mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat secara merata. Pada akhirnya, pemanfaatan komoditas lokal memperkuat ketahanan pangan tanpa perlu mengandalkan kebijakan impor.

Sumber