Media Bangsa — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Riau menjangkau 1.549.481 penerima manfaat dari potensi sekitar 2,01 juta orang. 673 SPPG Riau raih sertifikat higiene melalui standar ketat. Selain itu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) beroperasional menjalankan program ini dengan penuh komitmen.
673 SPPG Riau Lampaui Target Awal Pelaksanaan
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menyampaikan data program ini dalam rapat koordinasi bersama Kedeputian III Kantor Staf Presiden (KSP) Republik Indonesia. Rapat berlangsung di Ruang Kenanga Kantor Gubernur, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Senin (28/9/2026).
Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Helmi D, menjelaskan SPPG Riau lampaui target awal pendaftaran. “Di Riau, dari target 677 SPPG, kami daftarkan 785 SPPG. Dari jumlah itu, 672 SPPG beroperasional. Selanjutnya, penerima manfaat mencapai 1.549.481 orang dari potensi sekitar 2,01 juta penerima, dengan dukungan lebih dari 32 ribu relawan,” kata Helmi.
Sertifikat Higiene Sanitasi 673 SPPG Riau Terpercaya
Pemprov Riau menyoroti aspek higiene, sanitasi, dan keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG. Oleh karena itu, Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat per 21 September 2026 basis data menunjukkan 791 SPPG. Dari jumlah tersebut, 710 SPPG mengajukan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Meski demikian, 673 SPPG Riau ini raih sertifikat dengan sukses.
Pencapaian ini menunjukkan 94,79 persen SPPG yang mengajukan raih SLHS. Terlebih lagi, tim Pemprov Riau melatih 28.045 penjamah pangan tentang standar keamanan pangan yang komprehensif.
“Artinya, sekitar 94,79 persen dari SPPG yang mengajukan sudah memiliki SLHS. Bagi kami, yang terpenting bukan sertifikatnya semata, tetapi memastikan standar higiene, sanitasi dan keamanan pangan tersebut benar-benar kami terapkan,” tegas Helmi.
MBG Ciptakan Permintaan Pangan Besar untuk Daerah
Cakupan MBG yang luas menciptakan kebutuhan pangan besar. Untuk dukung 672 SPPG, kebutuhan bulanan mencapai sekitar 3.098 ton beras, 1.915 ton daging ayam, lebih dari 6,1 juta butir telur, 620 ton ikan, 5.164 ton buah, dan 1.549 ton sayur.
Helmi mengatakan kebutuhan tersebut membuka peluang untuk perkuat rantai pasok pangan daerah. Selain itu, pemerintah libatkan petani, peternak, pembudidaya ikan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pelaku usaha lainnya dalam ekosistem pangan ini.
SPPG Riau Dorong Ekonomi Lokal Melalui Rantai Pasok
“Karena itu, kami pandang MBG sebagai peluang untuk perkuat rantai pasok lokal. Dengan cara ini, kami libatkan petani, peternak, pembudidaya ikan, UMKM dan pelaku usaha daerah. Akibatnya, program gizi berjalan dan pada saat yang sama ekonomi lokal ikut bergerak,” kata Helmi.
Strategi ini integrasikan dua tujuan sekaligus: pastikan anak-anak terima nutrisi bergizi dan dorong pertumbuhan ekonomi lokal. Lebih lanjut, peningkatan permintaan produk lokal menjadi driver pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bagi daerah Riau.

Tinggalkan Balasan