Media Bangsa — G20 dorong investasi dan sinergi kebijakan untuk memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi dunia di tengah ketidakpastian global. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menegaskan stabilitas ekonomi dan kepastian kebijakan menjadi fondasi penting untuk mendorong investasi, memperluas kesempatan kerja, dan memperkuat pertumbuhan dunia usaha.
Delegasi Indonesia Hadiri Pertemuan G20 FMCBG di Amerika Serikat
Filianingsih menyampaikan pernyataan tersebut dalam pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 (G20 Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting/G20 FMCBG). Pertemuan ini berlangsung pada 31 Agustus–1 September 2026 di Amerika Serikat. Bank Indonesia menyampaikan hal ini dalam siaran pers, Kamis (3/9/2026).
Forum tersebut membahas upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi global melalui peningkatan produktivitas, investasi, dan inovasi. Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta dan Wakil Menteri Keuangan RI Juda Agung memimpin delegasi Indonesia dalam pertemuan ini. Selain anggota G20, Belanda, Polandia, Singapura, Qatar, Swiss, dan Uni Emirat Arab turut menghadiri pertemuan tersebut bersama sejumlah organisasi internasional.
Bank Indonesia Tekankan Tiga Fokus Kebijakan Moneter
Bank Indonesia menekankan tiga hal penting dalam pelaksanaan kebijakan moneter di tengah ketidakpastian global. Pertama, bank sentral menjaga ekspektasi inflasi tetap terjangkar melalui asesmen yang komprehensif dan forward-looking. Kedua, Bank Indonesia memastikan kerangka kebijakan moneter terus beradaptasi dengan semakin kuatnya integrasi keuangan global dan pesatnya digitalisasi.
Kondisi tersebut semakin memperkuat pentingnya bauran kebijakan melalui sinergi kebijakan moneter, stabilisasi nilai tukar, makroprudensial, dan sistem pembayaran. Ketiga, Bank Indonesia memperkuat komunikasi kebijakan yang jelas, konsisten, dan kredibel. Langkah ini menjaga ekspektasi pelaku ekonomi sekaligus meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter.
G20 Waspadai Risiko Geopolitik dan Volatilitas Pasar Keuangan
G20 memandang perekonomian global tetap resilien dengan dukungan kebijakan yang menjaga stabilitas makroekonomi dan mendorong pertumbuhan. Meski demikian, G20 masih perlu mewaspadai sejumlah risiko, terutama ketegangan geopolitik, ketidakpastian perdagangan dan pasokan energi, tekanan inflasi, tingginya utang, serta volatilitas pasar keuangan.
Oleh karena itu, G20 dorong investasi dan sinergi kebijakan moneter serta fiskal yang terkalibrasi untuk merespons tantangan tersebut. Forum ini juga mendorong reformasi struktural, peningkatan investasi dan inovasi, serta penguatan dan diversifikasi rantai pasok guna mendorong pertumbuhan potensial.
Investasi AI Jadi Perhatian Utama untuk Dorong Produktivitas
Selain itu, investasi pada kecerdasan artifisial (AI) turut menjadi perhatian G20 karena berpotensi meningkatkan produktivitas dan menciptakan sumber pertumbuhan baru. Penguatan ketahanan sistem keuangan dan keamanan siber perlu mendukung pemanfaatan AI tersebut.
G20 juga mendorong penguatan kerja sama pada sejumlah area strategis. Area ini mencakup ketidakseimbangan global, literasi keuangan, penanganan penipuan transaksi keuangan (fraud dan scam), isu utang, serta kolaborasi dengan sektor swasta untuk mendukung pertumbuhan global yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, pertemuan tersebut menghasilkan G20 Chair’s Statement yang merangkum hasil pembahasan para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20. Dokumen ini mencakup berbagai prioritas Finance Track di bawah Presidensi G20 Amerika Serikat.

Tinggalkan Balasan