Media Bangsa – Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, mengajak seluruh generasi muda menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup. Secara konkret dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ajakan tersebut disampaikan Yudian Wahyudi dalam konferensi pers peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 di Jakarta, Jumat (29/5/2026).

“Kita mengajak seluruh elemen bangsa, terutama para pemuda untuk menjadikan Pancasila sebagai living ideology, yaitu nilai-nilai yang hidup dan dihayati masyarakat, serta sebagai working ideology, yaitu nilai yang diterapkan dalam penyelenggaraan negara,” kata Yudian.

Ia juga mengajak masyarakat menyemarakkan Hari Lahir Pancasila melalui media sosial dengan menyebarkan pesan persatuan, toleransi, gotong royong, dan cinta tanah air. “Jangan biarkan nilai-nilai Pancasila hanya menjadi tulisan di dinding atau teks dalam buku sejarah. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan terus hidup,” ujarnya.

Untuk itu, Yudian menegaskan, peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk komitmen bersama untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Pada peringatan tahun ini, BPIP mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia.” Menurut Yudian, tema tersebut menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya relevan menjaga keutuhan bangsa, tetapi juga dapat menjadi kontribusi Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia. “Tema ini merupakan pernyataan tegas bahwa nilai-nilai luhur Pancasila tidak hanya relevan untuk menjaga keutuhan bangsa, tetapi juga menjadi jawaban bagi terciptanya perdamaian dunia,” katanya.

BPIP juga telah menerbitkan Surat Edaran Kepala BPIP Nomor 2 Tahun 2026 tentang Pedoman Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026. Melalui surat edaran tersebut, seluruh lembaga negara, kementerian, TNI, Polri, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat diimbau mengibarkan Bendera Merah Putih selama satu hari penuh pada 1 Juni 2026.

Selain itu, BPIP mendorong penyelenggaraan kegiatan sosial pada 31 Mei 2026, seperti donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, penyaluran bantuan sosial, pasar murah, hingga kerja bakti membersihkan lingkungan dan rumah ibadah.

Yudian menjelaskan, upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tingkat pusat akan dilaksanakan pada Senin, 1 Juni 2026, pukul 10.00 WIB di Lapangan Gedung Pancasila, Jakarta.

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir dan bertindak sebagai inspektur upacara. Masyarakat dapat mengikuti jalannya upacara melalui siaran langsung di kanal media sosial BPIP maupun televisi nasional.

Untuk upacara tingkat pusat, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) akan menggunakan formasi Pancasila yang terdiri atas lima kelompok sebagai simbol lima sila Pancasila.

BPIP berharap peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi momentum memperkuat semangat persatuan, toleransi, gotong royong, dan cinta tanah air di tengah tantangan kebangsaan yang terus berkembang.

Sumber