Media Bangsa – Semarang, Alya Dwi Arianty, mahasiswi Pendidikan Kimia Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), membuktikan bahwa seorang mahasiswa bisa tetap berprestasi meski dengan segala keterbatasan. Pada 1 April 2026, Ia berhasil menuntaskan pendidikannya dalam waktu hanya 3,5 tahun. Keberhasilan ini terasa semakin istimewa karena Alya menyelesaikan studi lewat jalur artikel ilmiah terindeks SINTA 2, bukan dengan skripsi konvensional. Di tengah kesibukannya, ia juga mengajar les privat untuk 9 siswa selama dua tahun terakhir, membuktikan bahwa mengelola waktu dengan baik bisa menghasilkan pencapaian luar biasa.

PKM RSH 2024

Pada tahun 2025, Alya berhasil memimpin tim dalam proyek pendanaan PKM GFT 2025 yang berjudul “Agro-Smart Carbon Capture Microbiome (ASCC-M) Berbasis Mikroba Lokal untuk Mitigasi Emisi Karbon di Wilayah Pertanian Berkelanjutan”. Sementara di pendanaan PKM RSH 2024, ia menjadi anggota tim dalam proyek “Etno-chemistry: Menggali Potensi Kearifan Lokal Lawang Sewu sebagai Sumber Pembelajaran Kimia melalui Phenomenon-Based Learning”. Kedua proyek ini memperlihatkan bagaimana Alya mampu menghubungkan teori dengan praktik, memanfaatkan kearifan lokal dalam pengajaran kimia dan berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim.

Selain lolos dua kali pendanaan PKM, Alya juga meraih Juara 1 ON-MIPA PT bidang Kimia pada 2024, sebuah prestasi yang semakin menegaskan kualitas akademiknya. Alya tidak hanya belajar dan mengajar, tetapi juga aktif berperan sebagai presenter internasional dalam beberapa konferensi ilmiah besar, seperti The 13th International Conference of the Indonesian Chemical Society (ICICS) pada tahun 2025, The 19th Joint Conference on Chemistry, dan The 2nd Education, Science and Technology International Conference pada 2024, ia berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan para akademisi dari berbagai belahan dunia.

Sebagai asisten laboratorium selama lebih dari 1,5 tahun, Alya membantu praktikum di mata kuliah Kimia Dasar, Kimia Organik, dan Dasar Pemisahan Analitik. Pengalaman ini tidak hanya memperdalam pemahamannya, tetapi juga memberi kesempatan untuk berbagi pengetahuan kepada sesama mahasiswa.

Tak hanya di dunia akademik, Alya juga aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Ia menjabat sebagai Sekretaris HIMADIKMIA UNIMUS 2025, Ketua Bidang SPM IMM AR Fachruddin UNIMUS 2025, dan Staf Kementerian SOSMAS BEM KM UNIMUS 2025 secara bersamaan, ini menunjukkan kemampuan kepemimpinan yang mumpuni. Di luar itu, Alya juga terlibat dalam berbagai kegiatan pengabdian masyarakat, salah satunya sebagai ketua pelaksana program “Berbagi Berkah Bersama di Bulan Ramadan” 2025, yang melibatkan seluruh organisasi mahasiswa UNIMUS untuk berbagi dengan masyarakat sekitar.

Alya juga menciptakan inovasi pembelajaran yang diunggah di platform Jateng Pintar, berjudul “Bilangan Kuantum: Mengembalikan Unsur ke Alam Indonesia”, yang memadukan ilmu kimia dengan elemen budaya lokal, menawarkan cara belajar yang lebih menyenangkan dan kontekstual.

Dengan semua pencapaiannya, Alya Dwi Arianty menunjukkan bahwa seorang mahasiswa KIP-K bisa lebih dari sekadar lulus cepat, ia juga dapat memberi dampak besar melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Ke depannya, Alya berkomitmen untuk terus berkembang, memberikan kontribusi yang lebih besar, dan menginspirasi generasi muda untuk mengejar impian mereka dengan tekad dan dedikasi.