Media Bangsa – Pemerintah Malaysia menyatakan dukungan penuh terhadap keketuaan Indonesia di organisasi kerja sama ekonomi Developing Eight (D-8) periode 2026–2027, seraya mengharapkan agar isu pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi perhatian utama.
Hal itu disampaikan Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Dato’ Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin, melalui keterangan resmi, seperti dilansir ANTARA, Selasa (3/3/2026).
Malaysia menempatkan penguatan perdagangan dan investasi, termasuk di sektor UMKM, sebagai prioritas yang akan didorong selama Indonesia memegang tampuk pimpinan D-8.
Menurut Dubes Hasrin, sektor UMKM menjadi sokoguru perekonomian Malaysia, sehingga penting bagi D-8 untuk turut berperan dalam mengembangkan potensi UMKM di negara anggota. “Kekuatan industri Malaysia umumnya disokong UMKM. Karena itu, kami ingin D-8 berperan menguatkan potensi UMKM di negara kami, begitu pula UMKM di negara D-8 lain,” kata Dubes Hasrin.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Malaysia senantiasa mendorong peningkatan perdagangan dan investasi antarnegara anggota D-8 dengan mengoptimalkan skema kesepakatan perdagangan preferensial (preferential trade agreement) serta memperkuat kolaborasi sektor bisnis melalui forum-forum bisnis D-8.
Pengembangan UMKM diketahui menjadi salah satu dari lima prioritas yang diusung Indonesia selama memimpin D-8, khususnya dalam aspek konektivitas dan ekonomi digital. Keempat prioritas lainnya meliputi integrasi ekonomi dan perdagangan, pengembangan ekonomi halal, ekonomi biru dan transisi hijau, serta reformasi internal organisasi D-8. “Kami meyakini bahwa prioritas Indonesia adalah tepat dan sangat relevan,” ujar Dubes Hasrin.
Ia berharap, agar D-8 mampu memberikan manfaat nyata bagi perekonomian negara-negara anggotanya, sehingga Malaysia dan negara mitra di D-8 dapat tumbuh semakin berkembang.
Dubes Hasrin menilai, keberhasilan Indonesia saat mengetuai ASEAN pada 2023 menjadi jaminan bahwa Indonesia akan kembali sukses memimpin D-8. “Malaysia akan memberikan dukungan terhadap keketuaan Indonesia untuk memastikan agar KTT tak hanya berhasil dilaksanakan, tapi supaya D-8 memberi jalan bagi anggotanya untuk bekerja sama meningkatkan ketahanan ekonomi,” kata Dubes Malaysia.
D-8 merupakan kelompok kerja sama ekonomi yang didirikan pada 1997 oleh delapan negara berkembang, yakni Indonesia, Bangladesh, Mesir, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki. Azerbaijan resmi menjadi anggota kesembilan pada 2025.
Keketuaan Indonesia saat ini mengusung tema “Menavigasi Pergeseran Global: Memperkuat Kesetaraan, Solidaritas, dan Kerja Sama untuk Kemakmuran Bersama” yang menekankan adaptasi terhadap dinamika ekonomi global, inklusivitas, dan ketahanan. Indonesia dijadwalkan menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 di Jakarta pada April 2026.

Tinggalkan Balasan