Media Bangsa – Pengembangan usaha yang dilakukan oleh pemerintah desa merupakan salah satu upaya strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara menyeluruh. Usaha-usaha yang dikembangkan oleh desa dapat tumbuh dan berkelanjutan apabila dikelola secara profesional dan partisipatif oleh masyarakat desa bersama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dalam konteks ini, administrasi publik memegang peranan penting tidak hanya dalam aspek pelayanan administratif dan pengelolaan kependudukan, tetapi juga sebagai fondasi utama dalam tata kelola organisasi desa, termasuk pengelolaan BUMDes. Melalui penerapan prinsip-prinsip administrasi publik yang transparan, akuntabel, dan partisipatif, BUMDes diharapkan mampu berfungsi sebagai motor penggerak ekonomi desa yang tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan finansial, melainkan juga memberikan manfaat sosial yang luas bagi masyarakat desa.
Dalam rangka mendukung penelitian dan pengabdian masyarakat yang bertujuan menemukan strategi pengembangan usaha yang efektif dan berkelanjutan, Program Studi Administrasi Publik Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Strategi Pengembangan Usaha BUMDes Mutiara Welirang di Desa Ketapanrame”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 23 April 2025 di Balai Desa Ketapanrame dan melibatkan berbagai elemen penting, mulai dari dosen dan mahasiswa Prodi Administrasi Publik, perangkat desa, pengurus BUMDes, kelompok tani, hingga tokoh masyarakat setempat. FGD ini menjadi forum strategis untuk bertukar pikiran, berbagi informasi, serta mencari saran dan solusi bersama terkait pengembangan usaha di Desa Ketapanrame serta tata kelola BUMDes yang efektif dan inovatif.
Diskusi ini berfokus pada pembahasan mengenai strategi-strategi sukses yang telah diterapkan oleh BUMDes Mutiara Welirang, khususnya dalam pengelolaan unit usaha perkebunan kopi yang saat ini mengalami perkembangan pesat. Keberhasilan BUMDes dalam mengelola usaha perkopian menarik perhatian para peneliti untuk menggali lebih dalam faktor-faktor kunci yang menjadi dasar kemajuan tersebut. Selain pemaparan strategi, FGD juga menyediakan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada masyarakat desa dan mahasiswa untuk berdiskusi secara langsung mengenai berbagai tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan strategi pengembangan usaha tersebut.
Hasil dari Sharing session yang digelar dalam Focus Group Discussion (FGD) Prodi Administrasi Publik memberikan sejumlah masukan strategis untuk pengembangan usaha BUMDes Mutiara Welirang di Desa Ketapanrame. Salah satu saran utama yang muncul adalah perlunya kolaborasi lintas jurusan di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, khususnya dengan jurusan pertanian dan teknologi pangan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat inovasi, keberlanjutan, serta pengembangan usaha desa, terutama dalam pengelolaan perkebunan kopi yang menjadi sektor unggulan desa. Pihak Prodi Administrasi Publik menyampaikan harapannya agar kolaborasi ini tidak hanya terbatas pada prodi Administrasi Publik saja, melainkan dapat melibatkan prodi lain yang relevan untuk mendukung pengembangan perkebunan kopi dan usaha desa lainnya. Saran konstruktif yang telah disampaikan diharapkan menjadi bahan masukan berharga untuk pengelolaan usaha perkebunan kopi di Desa Ketapanrame ke depan, sekaligus mendukung pengembangan berbagai unit usaha desa yang tengah berjalan. Dengan sinergi antarjurusan ini, diharapkan inovasi dan pengelolaan usaha desa dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Penulis: Dinda Yunitasari dan Fathiyya Adzkiaunnisa
