Media Bangsa – Pengolahan sampah di masyarakat belum dilakukan dengan tepat, sampah yang ada akan berakhir pada tempat pembuangan akhir (TPA). Hal tersebut memicu terjadinya penumpukan sampah dalam jangka waktu yang lama, penumpukan sampah dalam jumlah besar, serta banyaknya biaya untuk mengelola penumpukan sampah tersebut. Sebanyk 70% sampah yang terbuang di TPA merupakan sampah organik. Sampah organik tersebut akan menimbulkan bau yang tidak sedap bahkan dapat memicu adanya ledakan di TPA (Nurfajriah dkk., 2021).
Oleh karena itu, pengelolaan sampah organik di tingkat rumah tangga menjadi tantangan signifikan dalam upaya mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan. Sampah organik rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik dapat menumpuk dan menghasilkan bau yang tidak sedap serta berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan.
Salah satu solusi yang inovatif dan ramah lingkungan adalah dengan memanfaatkan teknik fermentasi organik untuk menghasilkan eco enzyme. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada pelatihan pembuatan eco enzyme sebagai metode pengelolaan sampah organik rumah tangga.
Eco Enzyme merupakan senyawa alami yang dihasilkan melalui proses fermentasi bahan organik dengan bantuan mikroorganisme. Berdasarkan permasalahan tersebut, mahasiswa Pegabdian Kelompok 26 KKN UPN “Veteran” 2024 berinisiatif untuk membuat “Pemberdayaan Masyarakat dengan Pelatihan Mengolah Sampah Organik Menjadi Cairan Serbaguna Melalui Pembuatan Eco Enzyme”
Tata cara untuk membuat Eco Enzyme sangat mudah sekali yaitu menyiapkan bahan berupa gula merah, kulit buah atau sayur sisa yang masih segar, dan air dengan perbandingan 1:3:10. Kemudian, masukkan air ke dalam wadah berupa botol plastik berukuran 1,5 liter dan ditambah dengan gula merah, aduk hingga gula merah larut. Setelah itu, masukkan kulit buah dan sayur ke dalam wadah. Tutup rapat wadah hingga kedap udara dan simpan di tempat yang tidak terkena sinar matahari. Fermentasi akan berjalan selama 3 bulan dan pada 1 bulan pertama wadah perlu dibuka 2 kali untuk mengeluarkan gas. Jika fermentasi berjalan baik akan beraroma alkohol setelah 1 bulan dan beraroma asam segar seperti cuka setelah 2 bulan. Bila ingin menghasilkan aroma lebih segar lagi pada eco enzyme pada proses pembuatanya sebaiknya menggunakan limbah kulit jeruk karena limbah kulit jeruk akan menghasilkan aroma yang lebih harum dan terkesan lebih segar.
Oleh : Kelompok 26 (Studi Independen MSIB-MBKM 2024)
Dafid Permana 21024010117
Fitri Anggraini 21024010119
Alya Pravita Putri 21024010168
Referensi
Nurfajriah., Mariati, F. R. I., Waluyo, M. R., Mahfud, H. (2021). Pelatihan Pembuatan EcoEnzyme Sebagai Usaha Pengolahan Sampah Organik Pada Level Rumah Tangga. Jurnal Ikraith-Abdimas, 3(4), 194-197.
