Menu

Mode Gelap
Djauzi dan Rafa Jadi Mojang Jajaka Kota Bandung 2023 *Pemilu 2024 Momentum Bagi Rakyat Indonesia Menentukan Masa Depan Negara dan Bangsa* Ini salah satu manfaat dari pajak yang Anda bayarkan… fasilitas kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia, seperti @bpjskesehatan_ri. Ditjen pen pada rapat kerja HIMKI tahun 2023 Penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama antara badan pengawas keuangan dan pembangunan dengan provinsi Papua Selatan Papua tengah Papua pegunungan dan Papua barat daya

Nasional · 1 Feb 2024 07:00 WIB ·

UMKM Binaan BNI Kembangkan Bisnis Sampo dan Sabun Ramah Lingkungan


 UMKM Binaan BNI Kembangkan Bisnis Sampo dan Sabun Ramah Lingkungan Perbesar

Pelaku usaha mikro kecil dan menengah semakin proaktif menerapkan konsep bisnis berkelanjutan demi mendukung program besar penjagaan lingkungan nasional.

Ecovivo merupakan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang bergerak pada bidang produk perawatan diri, khususnya sabun dan sampo dengan keunggulan pada bahan baku alami yang mengandung antioksidan tanpa aditif bahan kimia penyebab tumor dan kanker.

Ecovivo merupakan salah satu peserta di pameran Inacraft on October 2023. Ajang tersebut didukung oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI yang turut menyediakan layanan konsultasi bisnis go global melalui BNI Xpora.

Melalui BNI Xpora, pelaku UMKM bisa on boarding ke digital dan berkesempatan mengikuti berbagai program pelatihan, pendampingan, business matching, hingga event pameran di luar negeri.

Dalam siaran pers BNI yang diterima pada Rabu (31/1/2024), Founder Ecovivo Tri Suhartini mengatakan bahwa bisnis ini bermula dari kegemarannya berkebun dengan memanfaatkan lahan yang ada di sekitar rumahnya di Magelang, Jawa Tengah.

Tanaman yang dia miliki di antaranya bunga edible dan aromatic yang bisa dikonsumsi. Dari tanaman tersebut Tri terinspirasi membuat produk perawatan tubuh mulai dari sampo cair hingga sabun ramah ramah lingkungan.

Ecovivo juga proaktif menciptakan produk dengan bentuk yang lebih ramah lingkungan. Sampo produksi Ecovivo berbentuk padat guna mengurangi konsumsi packaging plastik masyarakat.

“Kami bersyukur dapat menjadi pelaku UMKM yang berkontribusi pada penjagaan lingkungan ini. Memang awalnya saya terinspirasi dari kampung halaman dengan lahan yang terbatas jadi saya menanam tanaman yang aromatic dan edible, yang kemudian saya buat jadi produk perawatan tubuh yang ramah digunakan dan ramah juga terhadap lingkungan,” paparnya.

Saat pandemi COVID-19 masuk Indonesia, Tri bercerita dirinya menemukan ide untuk memanfaatkan tanaman edible flower yang ada di sekitar rumahnya. Dia pun berpikir menjadikan tanaman tersebut menjadi teh untuk memperkuat daya tahan tubuh.

“Karena pada saat pandemi butuh sesuatu untuk memperkuat, jadi semua tanaman edible dan aromatic kami bikin teh yang bagus dan rempahnya untuk memperkuat daya tahan tubuh,” katanya.

Tri menyampaikan bahwa pihaknya juga bekerja sama dengan petani guna mendapatkan rempah untuk bahan baku pembuatan sabun dan sampo ramah lingkungan serta teh yang berasal langsung dari pekarangan petani.

Selain itu, pihaknya juga menggandeng perajin di wilayah Magelang untuk memasok kemasan produknya.

“Kami bekerja sama dengan petani untuk memasok bahan baku. Untuk sabun dan sampo rempahnya melalui petani. Untuk teh berasal dari tanaman pekarangan petani yang diolah dengan gabah jadi tidak diroasting dengan mesin. Kami juga bekerja sama dengan perajin sekitar Magelang untuk memasok kemasan hand made yang eco-friendly,” jelasnya.

Dalam memasarkan produknya, Ecovivo memanfaatkan media sosial dan marketplace untuk pemasaran online, sementara penjualan secara offline di Workshop yang terletak di Banyurojo, Magelang. Selain itu, Ecovivo juga bekerja sama dengan toko organik dan salah satu hotel di Yogyakarta dalam menjual sabun, sampo, dan teh.

Kapasitas produksi Ecovivo mencapai 300 pcs per bulan dengan harga produk yang dijual berkisar dari Rp20.000 hingga Rp150.000. Adapun negara tujuan ekspor produk ramah lingkungan ini di antaranya Singapura, Jepang, dan Belgia.

Sumber

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Satgas Yonif 133/YS Gelar Kuali Merah Putih di Zona Merah

16 April 2024 - 09:46 WIB

Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat Redam Dampak Konflik Timur Tengah

16 April 2024 - 09:36 WIB

Dukung Program Pompanisasi, Kementan Gencarkan Listrik Masuk Sawah

15 April 2024 - 08:12 WIB

Kementan dan Provinsi Banten Kembangkan Padi Varietas Biosalin

15 April 2024 - 08:03 WIB

Ini Bentuk Dukungan Pemerintah terhadap Petani

11 April 2024 - 11:33 WIB

KKP Raih Pengakuan Standar Internasional Antisuap

11 April 2024 - 11:23 WIB

Trending di Bisnis