Media Bangsa – Tim pengabdian kepada masyarakat (PkM) Universitas Jenderal Soedirman menggelar pendampingan budidaya serta persemaian benih untuk pembibitan khususnya komoditas tanaman hortikultura bagi KWT Sejahtera Mandiri. Tentunya kegiatan pengabdian ini adalah program kedua berbasis kemitraan masyarakat yang mendapatkan dukungan penuh dari pendanaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) melalui Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRTPM). Tim kegiatan pengabdian diketuai oleh Wahyu Adhi dengan beranggotakan tiga orang dosen Unsoed lainnya yaitu Fitri Amalinda Harahap, Ulfah Nurdiani dan Dandun Mahesa Prabowoputra. Kegiatan ini dilakukan agar nantinya KWT Sejahtera Mandiri mampu melakukan persemaian benih untuk dijadikan bibit secara mandiri khususnya beberapa tanaman hortikultura yang dibudidayakan oleh KWT Seperti cabai dan tomat, tutur Wahyu.

Kegiatan pengabdian ini juga mendatangkan praktisi sekaligus dosen yang membidangi Laboratorium Hortikultura yaitu M. Bachtiar, M.P. Kegiatan budidaya dari proses penyediaan input hingga panen harus dilakukan secara beraturan dengan standar operasional yang baik. Kegiatan persemaian benih juga mampu menghemat biaya sehingga KWT Sejahter Mandiri tidak perlu membeli bibit namun bisa melakukannya sendiri. Perlu juga penyiapan media tanam yang baik untuk pembibitan dan tanah sebelum digunakan alangkah lebih baik juga disaring terlebih dahulu. Biji yang digunakan dalam persemaian juga harus dilihat dulu indeks tumbuhnya dengan dilihat ketika di taruh pada wadah yang berisikan air hangat. Biji yang tenggelam menandakan bahwa kondisinya sangat baik sehingga bisa digunakan. Media tanam yang disiapkan juga harus menggunakan proporsi perbandingan antara tanah, pupuk kendang dan sekam bakar. Pendampingan ini juga diikuti dengan kegiatan praktik yang dilakukan oleh ibu-ibu anggota KWT Sejahtera Mandiri.

Wahyu juga menyatakan bahwa dalam kegiatan persemaian benih ini harus diwujudkan hingga panen jadi tidak hanya terhenti pada kegiatan persemaian dan menjadikannya sebagai bibit saja. Perlu pemeriliharaan yang intensif agar tanaman hortikultura yang dibudidayakan dapat tumbuh sehat hingga fase panen. Penyiraman dan pemberian pupuk juga harus dijadwalkan sehingga tanaman tidak terabaikan. Ucapan terimakasih dihaturkan kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) melalui Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (DRTPM) dan Universitas Jenderal Soedirman.
