Menu

Mode Gelap
Djauzi dan Rafa Jadi Mojang Jajaka Kota Bandung 2023 *Pemilu 2024 Momentum Bagi Rakyat Indonesia Menentukan Masa Depan Negara dan Bangsa* Ini salah satu manfaat dari pajak yang Anda bayarkan… fasilitas kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia, seperti @bpjskesehatan_ri. Ditjen pen pada rapat kerja HIMKI tahun 2023 Penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama antara badan pengawas keuangan dan pembangunan dengan provinsi Papua Selatan Papua tengah Papua pegunungan dan Papua barat daya

Pendidikan · 9 Jul 2023 15:00 WIB ·

Studi Independen Bersama Dicoding Indonesia untuk Mempersiapkan Generasi Muda yang Siap akan Perkembangan Teknologi


 Studi Independen Bersama Dicoding Indonesia untuk Mempersiapkan Generasi Muda yang Siap akan Perkembangan Teknologi Perbesar

 

Pada saat ini kita tengah menghadapi Revolusi Industri 4.0 yang pesat dengan perkembangan teknologi dan serba digital. Hampir seluruh kegiatan manusia sudah dibantu dengan alat-alat yang dikembangkan dari kemajuan teknologi. Kemajuan ini bukan hanya memberikan dampak bagi kehidupan sehari-hari maupun industri, namun juga pada materi yang mungkin tidak bisa dilihat wujudnya namun dapat dirasakan pengaruhnya. Pengaruh kemajuan teknologi itu dapat kita rasakan pada perkembangan situs dan metode dalam pembelajaran. Salah satu tantangan besar bagi seluruh sumber daya manusia yang terjun di dunia teknologi adalah materi-materi pembelajaran berstandar tinggi dan berkualitas yang sesuai dengan standar industri.

Studi Independen di PT Presentologics (Dicoding Indonesia) menjadi salah satu solusi untuk mempersiapkan sumber daya manusia terutama generasi muda terkait persiapan perkembangan teknologi yang semakin pesat dengan berbekalan pengalaman dan materi yang mendalam. Untuk itu, Dicoding bersama perusahaan teknologi bekerja sama untuk menghadirkan materi pembelajaran berkualitas tinggi yang sesuai dengan standar Industri melalui platform Dicoding Academy.

Dicoding menyediakan berbagai bidang yang dapat diakses oleh peserta MBKM Studi Independen. Salah satunya adalah yang saya, mahasiswi bernama Nadilla Anidew ikuti yaitu Pengembang Front-End dan Back-End Developer yang dilaksanakan dalam kurun waktu sekitar 5 bulan. Studi Independen Bersertifikat Pengembang Front-End Web dan Back-End ini diajukan untuk menghasilkan talenta berstandar tinggi yang sesuai dengan standar Industri di bidang pengembangan front-end web dan back-end. Proses pembelajaran yang dilakukan adalah online learning, dimana peserta harus mengimplementasikan materi yang diperolehnya secara langsung melalui project dan tugas-tugas yang harus diselesaikan untuk menyelesaikan setiap materinya.

Materi diberikan secara asynchronous (online melalui modul belajar di Dicoding Academy) dan akan di-review setiap interval waktu tertentu oleh pembimbing non-akademik dan expert. Selain project dan tugas, pemberian materi juga akan dilengkapi dengan kuis dan atau ujian pilihan ganda untuk memastikan pemahaman peserta.

Selain hard skill di bidang pengembangan front-end web dan back-end, soft skill melalui sesi ILT Soft Skills juga menjadi target kompetensi peserta studi independen yaitu untuk penyiapan karir sebagai developer, termasuk namun tidak terbatas pada self-branding, problem solving, design thinking, serta kolaborasi.

Selain sesi ILT Soft Skills, terdapat juga sesi ILT FEBE yang dilaksanakan dua minggu sekali dimana sesi ini berfokuskan pada pembahasan, praktek, dan pendalaman terkait materi yang diberikan di modul Dicoding Academy. Sesi ini diakhiri dengan kuis untuk mengukur pemahaman peserta terkait materi yang diberikan.

Sesi konsultasi dengan mentor juga menjadi sesi yang wajib diikuti oleh seluruh peserta selama seminggu sekali. Sesi ini membahas terkait informasi dari mitra, reminder bagi peserta, serta tanya jawab pada mentor terkait materi maupun teknis program yang dilaksanakan. Sesi ini akan sangat membantu peserta salama pelaksanaan program nantinya.

Program Studi Independen akan ditutup dengan dengan project akhir yang bisa disebut dengan Project Captone, dimana peserta akan terbagi menjadi beberapa tim dari kampus yang latar belakang jurusan yang berbeda-beda. Tim Capstone nantinya akan bekerja bersama-sama dalam mengembangkan solusi dalam bentuk aplikasi atau sistem informasi berbasis front-end dan back-end. Studi Independen Dicoding menyediakan beberapa tema permasalahan yang dapat tim capstone pilih yaitu, Kesejahteraan Penduduk, Inklusifitas untuk Semua, Sumber Daya Alam, Ekosistem, dan Perubahan Iklim, serta Solusi Utilitas.

Selama pengerjaan Project Capstone akan ada mid-checkpoint di pertengahan sebagai pelaporan progress yang dibuat dan project brief sebagai hasil laporan akhir aplikasi yang dikembangkan. Dalam kasus ini, saya dan tim capstone mengambil tema solusi utilitas dengan mengembangkan sebuah aplikasi manajemen keuangan pribadi masyarakat berbasis website bernama MoneyMan.

Artikel ini telah dibaca 26 kali

Baca Lainnya

Tim PKM RSH UMS, Lakukan Penelitian Tentang Taktik Bahasa dalam Kejahatan Siber

24 June 2024 - 12:01 WIB

Pemanfaatan Sampah Dapur Menjadi Cairan Serbaguna bersama Mahasiswa Pengabdian Masyarakat UPN “Veteran” Jawa Timur

22 June 2024 - 18:26 WIB

Sosialisasi “Pentingnya Sertifikasi Halal bagi UMKM Muda di Desa Candi, Kab. Sidoarjo”

20 June 2024 - 11:06 WIB

Kerja Bakti “Pembersihan Sampah Sekitar Sungai di Desa Ciburial RW 7

15 June 2024 - 21:50 WIB

Kegiatan Pengolahan Sampah Terpadu di Desa Ciburial “Mengubah Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos”

15 June 2024 - 21:43 WIB

Profil Desa Ciburial: Keindahan Alam yang Membutuhkan Pengelolaan Sampah Terpadu

15 June 2024 - 21:33 WIB

Trending di Pendidikan