Menu

Mode Gelap
Djauzi dan Rafa Jadi Mojang Jajaka Kota Bandung 2023 *Pemilu 2024 Momentum Bagi Rakyat Indonesia Menentukan Masa Depan Negara dan Bangsa* Ini salah satu manfaat dari pajak yang Anda bayarkan… fasilitas kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia, seperti @bpjskesehatan_ri. Ditjen pen pada rapat kerja HIMKI tahun 2023 Penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama antara badan pengawas keuangan dan pembangunan dengan provinsi Papua Selatan Papua tengah Papua pegunungan dan Papua barat daya

Bisnis · 2 May 2023 14:01 WIB ·

*Pemilu 2024 Momentum Bagi Rakyat Indonesia Menentukan Masa Depan Negara dan Bangsa*

Jacob Ereste :


                                              MEDIABANGSA.CO.ID-Setiap warga negara Indonesia berhak memilih pemimpin nasional sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang telah disepakati dan ditentukan oleh peraturan dan ketentuan-undangan yang ada. Demikian juga hasrat warga negara yang ingin maju menjadi Presiden maupun Wakil Presiden di Indonesia yang tengah ramai menjadi tajuk bincang berbagai kalangan, pendukung dari pihak pendukung calon Presiden maupun calon Wakil Presiden yang ingin maju pada Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024.

Jadi ada calon Presiden dan calon Wakil Presiden dengan para pendukung dan simpatisan hingga tim sukses dari calon calon yang bersangkutan. Padahal, pada bagian lain yang tidak kalah pentingnya adalah rakyat yang akan memilih patut diperhitungkan eksistensinya. Persis seperti calon kandidat Presiden dan Wakil Presiden yang layak dan pantas untuk dipilihan idealnya harus amanah (tidak berbohong, khianat atau hipokrit dengan mengabaikan rakyat). Sebab kualitas pemilih akan sangat menentukan kuaitas calon yang akan dipilih kemudia.

Pengalaman dari berbagai Pemilu sebelumnya, rakyat sudah cukup memiliki pengalaman dan pengetahuan untuk dapat menentukan pilihannta yang terbaik dan tepat — yang paling ideal — untuk diharapkan memperjuangkan dengan sepenuh hati, jujur ​​dan ikhkas — tidak lagi abai kepentingan rakyat. Karenanya sosok seorang pemimpin atau Presiden Indonesia nanti sangat diharapkan mampu memberi dan membuka peluang usaha, kemudahan bagi rakyat mendapat pekerjaan serta berkenan untuk memberikan bantuan, dukungan serta mengembangkan kemampuannya demi dan untuk mensejahterakan rakyat.

Adapun bentuk beragam dari kesejahteraan itu, tidak hanya dalam pengertian ekonomi semata, tetapi juga meliputi pengertian sosial, budaya dan kenyaman hidup beragama.

Setidaknya, soal isu dan masalah keagamaan sudah marak menjadi topik pembicaraan sehingga mulai dari kerukunan umat beragama sampai rasa kebebasan menjalankan ibadah di tanah air kita telah menjadi fenonena nyata yang harus serta patut menjadi perhatian bagi semua calon maupun pemilih yang tidak ingin rasa duka dan nestapa kembali berulang seperti pada waktu yang sudah-sudah.

Karenanya, memilih dan menentukan calon pemimpin untuk Indonesia nanti (2024) perlu dan patit ditimbang lebih matang dan cernat. Tidak bisa dilakukan seperti memilih kucing dalam karung, hanya bisa dianggap cukup mendengar igauan merdunta saja.

Ibarat memilih kucing dalam karung tadi, tak penting suaranya yang merdu, sebab yang lebih diperlukan adalah kemampuan menangkap tikus yang semakin liar menggerogoti apa saha yang ada di rumah kita. Jadi upaya memilih dan mempelajari — meski akhirnya mungkin terpaksa harus memilih yang terbaik dari semua yang memang buruk itu, toh mempertahankan bernegara hingga berbangsa dengan sebaik mungkin itu tetap harus dilakukan dan kita bangun bersama. Sungguh memang pemerintah yang dispotik dan egoistik acar abai pada suara dan keinginan rakyat. Meskipun mereka pun paham, bila mereka benar-benar wajib menunaikan amanah rakyat. Maka makna dari sebutan sebagai abdi negara patut dan wajib untuk selalu diingat.

Soalnya yang bisa bikin sembelit ketika, ketika rakyat harus memilih calon pemimpin — termasuk wakil rakyat di parlemen itu adalah sosok yang disodorkan oleh partai politik. Lalu mereka pun jadi terbelenggu atau tersabdera oleh partai politik yang tidak hanya memposisikan diri mereka sebagai wakil partai politik yang mengusung dirinya, tapi hanya sebatas petugas partai.

Maka hakikatnya sebagai abdi negara — apalagi mau mengakui sebagai pelayan rakyat — jadi menguap begitu karena disandera oleh partai politik yang semakin pecah sekaligus membingungkan di negeri ini. Lalu persekongkolan partai politik yang semakin depotik jelas pantulan dari kegandrungan berkoalisi akibat tata aturan untuk menjadi peserta pemilu pun sudah tidak karu-karuan syarat dan aturan yang diberlakukan seperti presidential threshold.

Oleh karena itu, pilihan minimalis yang juga patut dipertimbangkan dengan kritis hati para calon calon Presiden yang bernafsu tampil bukan sekadar untuk menjadi penguasa, tetapi mereka yang ingin sungguh-sungguh mengabdikan diri bagi negara dan bangsa. Setelah itu baru kemudian bisa ditelusiri lebih lanjut pada hasas dan kecenderungan mereka yang ingin memperkaya diri dan keluarganya sendiri. Termasuk nepotis dengan cara menaksakan anak dan menantu menduduki jabatan tertentu.

Atas dasar itu, harus dapat dipahami bahwa mereka yang kini masih memakai politik uang, dapat segera dipastikan bukanlah pilihan yang ideal. Karena itu, bolah saja perilaku politik uang itu dianggap angin saja — agar tidak menambah kegaduhan — diterma saja tapi pilihan tetap teguh kepada kandidat yang sungguh-sungguh memiliki sikap serta komitmen untuk rakyat.

Maka itu momentum Pemilihan Umum pada tahun 2024 harus dapat dijadikan momentum yang penting untuk menentukan masa depan pembunuhan warga negara Indonesia yang ingin mewujudkan cita-cita Indonesia secara umum dan menyeluruh untuk masa depan yang lebih baik, sejahtera dan berkeadilan seperti janji saat Proklamasi 17 Agustus 1945 yang sangat luhur dan mulia demi dan untuk seluruh warga bangsa Indonesia ingin membangun kebahagiaan mahligai di dunia.

Untuk itulah dalam mensikapi Pemilu tahun 2024 — Pilpres maupun Pileg — harus dilakukan dengan serius, tak main-main. Karenanya akan berakibat fatal membuat kondisi baik atau buruk bagi masa depan negara yang berdampak langsung pada kondisi bahkan situasi bangsa Indonesia di masa mendatang.

Pecenongan, 1 Mei 2023

Artikel ini telah dibaca 68 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kerja Bakti “Pembersihan Sampah Sekitar Sungai di Desa Ciburial RW 7

15 June 2024 - 21:50 WIB

Kegiatan Pengolahan Sampah Terpadu di Desa Ciburial “Mengubah Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos”

15 June 2024 - 21:43 WIB

Profil Desa Ciburial: Keindahan Alam yang Membutuhkan Pengelolaan Sampah Terpadu

15 June 2024 - 21:33 WIB

Tax Policy and Economic Elites: Going Where the Money is Earmarking

12 June 2024 - 05:59 WIB

PERMASALAHAN KASUS GOOGLE TERHADAP KONSEP BUT

12 June 2024 - 02:56 WIB

pabrikpaving.id Bantu Supply Paving Block Kualitas No 1 untuk Area Jogja dan Sekitarnya

5 June 2024 - 13:12 WIB

Paving Block
Trending di Nasional