Media Bangsa – Pada hari Sabtu, 7 Februari 2026 bertempat di rumah Bapak Tri Mardoko Ketua RW 08 Kelurahan Gunungpati Kecamatan Gunungpati telah dilaksanakan kegiatan sosialisasi mengenai “Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan Gunungpati Melalui Pengelolaan Limbah Organik Rumah Tangga Melalui Pembuatan Olahan Ayam Kampung menjadi Nugget” yang diikuti oleh peserta dari kalangan ibu-ibu pengurus PKK RW 08 Kelurahan Gunungpati Kota Semarang.

Kegiatan bertujuan utama untuk membekali ibu-ibu di RW 08 dengan keterampilan teknis dalam mengolah hasil ternak, khususnya ayam kampung, menjadi produk pangan siap saji berupa nugget yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran. Melalui pelatihan ini, diharapkan pemahaman masyarakat mengenai keanekaragaman pangan sehat tanpa bahan pengawet dapat meningkat, sehingga kebutuhan gizi keluarga dapat terpenuhi dengan cara yang lebih praktis namun tetap aman. Selain sebagai upaya pemenuhan konsumsi mandiri, inovasi pengolahan nugget rumahan ini juga diproyeksikan mampu membuka peluang usaha mikro bagi warga RW 08, yang pada akhirnya dapat membantu memperkuat kemandirian ekonomi kreatif di lingkungan Kelurahan Gunungpati..

Kegiatan acara dimulai dengan pemaparan materi teori, dilanjutkan dengan praktik langsung (demo masak), dan diakhiri dengan sesi tanya jawab. Para peserta terlihat sangat antusias, terutama saat sesi modifikasi resep agar nugget tetap ekonomis namun bergizi tinggi.

Materi yang disampaikan oleh Safira Nurul Hijjah mengenai pembuatan nugget ayam kampung dijelaskan secara langsung, mulai dari teori pengolahan hingga praktik langsung pembuatan. Ayam kampung memiliki keunggulan dari segi tekstur yang padat dan kadar lemak yang lebih rendah (lebih sehat). Proses pembuatan dilakukan dengan mencampur gilingan daging ayam kampung bersama bahan pengikat seperti tepung tapioka atau tepung roti, telur, bumbu halus (bawang putih, garam, gula, kaldu jamur dan merica), serta parutan sayuran segar seperti wortel dan sayuran lainnya untuk meningkatkan nilai kecernaan dan gizinya. Adonan tersebut kemudian dikukus hingga matang guna mengunci cita rasa dan menjaga ketahanan produk secara alami. Tahap akhir dilakukan melalui proses pelapisan menggunakan tepung panir untuk memberikan tekstur renyah yang disukai konsumen.Inovasi nugget ayam kampung ini memiliki kelebihan luar biasa dibandingkan produk komersial karena sepenuhnya bebas dari pengawet sintetis maupun MSG, sehingga sangat aman untuk konsumsi keluarga terutama anak-anak. Selain meningkatkan nilai ekonomi daging ayam kampung dari sekadar bahan mentah menjadi produk olahan bernilai tambah, inovasi ini juga diharapkan mampu membuka peluang bisnis baru yang menjanjikan bagi warga RW 08.

Hal ini ditambahkan oleh Rina Muryani, S.Pt., M.Si. selaku DPL KKN Tematik bahwa Pembuatan nugget mandiri dari ayam kampung merupakan upaya mengolah daging ayam menjadi produk siap konsumsi yang praktis dan bergizi bagi keluarga. Daging ayam kampung dihaluskan dan dicampur dengan bumbu sederhana, bahan pengikat, serta rempah alami, kemudian dikukus dan dilapisi tepung sebelum disimpan atau digoreng.Pengolahan nugget secara mandiri memungkinkan keluarga mengontrol kualitas bahan, kebersihan, dan kandungan gizi tanpa bahan pengawet berbahaya. Selain meningkatkan variasi menu keluarga, nugget ayam kampung juga mendukung ketahanan pangan rumah tangga dan pemanfaatan hasil peternakan secara optimal.

Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan ini dan aktif bertanya selama proses sosialisasi berlangsung. Diharapkan melalui kegiatan ini, peserta dapat menerapkan pembuatan nugget dengan memanfaatkan ayam kampung dari hasil pemeliharaan secara mandiri.

Kegiatan yang dilakukan oleh KKN Tematik 1 TIM 15 UNDIP 2026 dilaksanakan untuk mendorong masyarakat yang produktif dan mandiri dalam meningkatkan ketahan pangan.