Media Bangsa – Peningkatan harga kebutuhan pokok menjadipermasalahan yang dihadapi setiap akhir tahun terutamadalam menyambut hari raya natal dan tahun baru(Nataru). Peningkatan harga yang melambung tinggi sering di keluhkesahkan oleh masyarakat terutama kelompok ekonomimenengah kebawah. Pada artikel ini akan membahasbagaimana upaya pemerintah dalam menghadapi kenaikanharga yang melambung tinggi, faktor apa saja yang menyebabkan naiknya kebutuhan pokok Masyarakat. Tujuan dari artikel ini adalah memberikan pemahaman mengenaipengelolaan stabilitas pasar dalam menghadapi peningkatanharga pokok.

Kata kunci : peningkatan harga kebutuhan pokok, upayapemerintah, faktor penyebab.

Pendahuluan:

Penyambutan hari raya natal dan tahun baru (nataru) menyebabkan kenaikan harga kebutuhan pokok meningkat. Pemerintah memastikan untuk menjaga kestabilan pasardengan menyediakan stok bahan pokok hingga akhir tahun initerpenuhi Karena dampaknya yang luas terhadap stabilitasekonomi dan kesejahteraan masyarakat, fenomena ini bukanlagi hal baru. Peningkatan harga sering kali disebabkan oleh peningkatan permintaan menjelang liburan panjang, sertaketidakpastian distribusi dan spekulasi pasar.

Kondisi ini tidak hanya mempengaruhi daya belimasyarakat, tetapi juga menempatkan kelompok rentan di bawah tekanan tambahan karena mereka tidak dapatmemenuhi kebutuhan dasar mereka. Selain itu, kenaikan hargamenjelang Nataru seringkali menunjukkan kesulitan untukmempertahankan stabilitas ekonomi di tengah perubahanpasar yang konstan.

Isi:

Kenaikan harga bahan pokok disebabkan oleh beberapafaktor salah satunya faktor cuaca. Di akhir tahun ini cuacaekstream sedang melanda Indonesia, menyebabkan hasilpanen petani mengalami penurunan. Selain itu, transisi energiuntuk mencapai target nol emisi atau net zero emission (NZE) juga berkontribusi terhadap kenaikan harga bahan makanan.Tanpa adanya koordinasi antara pemerintah dan industri, upaya mencapai target emisi nol bersih berpotensi untukmembuat nutrisi dasar menjadi tidak terjangkau bagimasyarakat,” kata Yogendran dikutip dari siaran pers (Danurlambing pristiandaru/dalam Kompas.com).

“Kami mengimbau pemerintah untuk mengendalikanharga-harga kebutuhan pokok demi memastikan masyarakatdapat menikmati momen Natal dan pergantian tahun tanpakekhawatiran kenaikan harga-harga komoditas,” kata Puan dalam keterangan resmi, dikutip pada Minggu (8/12/2024)(dalam ekonomi.bisnis.com).

Harga minyak goreng rakyat, juga dikenal sebagaiMinyakita, melonjak dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Sementara itu, menurut GabunganIndustri Minyak Nabati Indonesia (Gimni), harga minyakgoreng premium adalah Rp21.000 per liter, sedangkan hargaMinyakita di ritel modern berkisar antara Rp15.700 dan Rp17.000 per liter, dan harga minyak goreng curah adalahantara Rp17.000 dan Rp18.000 per liter. Selanjutnya, hargaminyak bekas atau jelantah untuk bahan baku biodiesel di pasar global adalah sekitar Rp18.000 per liter.

Pemerintah memastikan stok bahan pokok akhir tahununtuk menyambut hari raya natal dan tahun baru tercukupi. Seperti stok beras yang di Kelola perum bulog mencapai 2 juta ton sampai akhir tahun ini. Untuk stok jagung akhir tahun2024 juga diproyeksikan masih cukup besar di 3,665 juta ton.

Sementara konsumsi gula hingga akhir 2024 diperkirakan masih mencapai 1,478 juta ton, stok dagingayam ras diperkirakan masih mencapai 283 ribu ton, dan stoktelur ayam ras diperkirakan masih mencapai 177 ribu ton. Sampai akhir tahun, stok daging sapi dan kerbau diperkirakanmasih mencapai 68 ribu ton, dan stok bawang merahdiperkirakan masih 22,9 juta ton.

Kesimpulan:

Kenaikan harga pada akhir tahun akan tetap terjadinamun pemerintah mengupayakan agar kestabilan pasar tetapterjaga dengan adanya persediaan bahan pangan Masyarakat tidak perlu khaawatir akan kekurangan bahan pangan

Penulis: 

Naila Hanifatun Nisa’ kelas 1 Akuntansi C

Universitas Muhammadiyah Malang

untuk memenuhi tugas Pengantar Bisnis dengan Dosen pengampu Ibu Dosen Novitasari Agus Saputri, S.Pd., M.Pd.

Email: nailahanifatunnisa@gmail.com