Media Bangsa – Dengan meningkatnya perkembangan teknologi AI atau ARTIFICIAL INTELELLIGENCE yaitu Kecerdasan buatanyang dapat mempermudah proses rekrutmen dengan adanyawawancara berbasis chatbot , penilaian kinerja, pelatihan, dan pengembangan karier karyawan Selain itu, penggunaanteknologi AI juga dapat mempercepat proses pengambilankeputusan dengan analisis data yang akurat .
Penggunaan teknologi AI dalam proses rekrutmen denganadanya wawancara berbasis chatbot ini dapat menjawabpertanyaan dasar tentang posisi yang ditawarkan , dapatmenjadwalkan wawancara , dan dapat memberikan umpan balikkepada kandidat dengan cepat dan akurat . Dalam proses rekrutmen akan ada penyaringan otomatis terhadap cv kandidatsehingga lebih efisien , sehingga wawancara menjadi lebih cepatdan fleksibel .
Meskipun AI banyak digunakan dalam pengelolaan SDM, adabanyak masalah yang perlu diatasi. Salah satunya yaitu masalahetika saat menggunakan AI, seperti mengurangi angka turnover , menjaga data pribadi dan menghindari bias dalam algoritma . Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk memahamipeluang dan tantangan AI dalam pengelolaan SDM di tahun2024 agar dapat memanfaatkannya secara optimal dan menghindari risiko.
Pada saat ini , AI juga digunakan perusahaan sebagai analisisdata yang bertujuan memprediksi kebutuhan pelatihan karyawandan adanya turnover ( perputaran karyawan ) . Dan AI dapatmelihat data dari berbagai sumber , seperti hasil evaluasi kerja , kepuasan kerja dan riwayat pelatihan . Selain itu , yang dapatdilakukan perusahaan dalam mengurangi angka turnover yaituperusahaan dapat membuat program pelatihan yang lebih efisien. Dan sumber daya manusia yang terlatih dalam perusahaan akanberkontribusi kinerja dalam jangka panjang .
Adapun , tantangan etika dalam penggunaan AI yaitu adanyabias algoritma dan pelanggaran privasi karyawan . Bias algoritma muncul ketika data yang digunakan dalam AI mengalami ketidakadilan , yang dapat menyebabkan keputusanyang tidak adil . Selain itu , AI dapat melanggar privasikaryawan dengan menganalisis data pribadi seperti riwayatpekerjaan dan interaksi digital . Oleh karena itu , Perusahaan harus memastikan bahwa algoritma yang digunakan dapatmenerapkan kebijakan perlindungan data yang kuat . Untukmenjaga kepercayaan karyawan dan memastikan bahwa AI digunakan secara adil dan bertanggung jawab .
Sehingga , Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalamrekrutmen dan manajemen karyawan dapat meningkatkanefisiensi dalam pelatihan kerja dan penyaringan secara otomatis. Namun, penggunaan AI juga membawa tantangan etika, sepertiadanya bias algoritma dan pelanggaran privasi karyawan . untukmemastikan penggunaan yang adil dan bertanggung jawab, diperlukan perlindungan data.
Penulis:
Imelda wulan aprilia kelas 1 Akuntansi C
Universitas Muhammadiyah Malang
untuk memenuhi tugas Pengantar Bisnis dengan Dosen pengampu Ibu Dosen Novitasari Agus Saputri, S.Pd., M.Pd.
Email : apriliaimelda654@gmail.com
