Menu

Mode Gelap
Djauzi dan Rafa Jadi Mojang Jajaka Kota Bandung 2023 *Pemilu 2024 Momentum Bagi Rakyat Indonesia Menentukan Masa Depan Negara dan Bangsa* Ini salah satu manfaat dari pajak yang Anda bayarkan… fasilitas kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia, seperti @bpjskesehatan_ri. Ditjen pen pada rapat kerja HIMKI tahun 2023 Penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama antara badan pengawas keuangan dan pembangunan dengan provinsi Papua Selatan Papua tengah Papua pegunungan dan Papua barat daya

Health · 20 May 2022 10:09 WIB ·

Mengenal Toxic Productivity, Apa Itu?


 Sumber: https://www.insightful.io Perbesar

Sumber: https://www.insightful.io

Toxic productivity merupakan usaha untuk selalu menjadi produktif bersamaan, tidak mengenal lelah selama berjam-jam. Toxic productivity bisa disebut juga sebagai gila kerja atau overworking bekerja tanpa kenal lelah.

Umumnya, orang yang mengalami sindrom ini selalu merasa bersalah saat tidak melakukan pekerjaan apa pun. Bahkan, mereka menganggap bahwa waktu 24 jam sangat tidak cukup untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan. Tidak suka menganggur atau selalu mencari kesibukkan.

Untuk menghindari toxic productivity, kamu harus mengenali beberapa cirinya sebagai berikut:

  1. Ekspetasi yang tinggi diselingi dengan usaha yang berlebihan

    Pemikiran tersebut memang baik, tetapi tetap segala hal yang berlebihan itu tidak baik. Terkadang jutsru memberatkan beban kerja pikiran. Target yang begitu tinggi akan mudah membuat tubuh makin lelah karena terus menerus bekerja dan berusaha untuk produktif. 

  2. Tidak pernah merasa puas

    Ketika kamu terobsesi dengan suatu hal hingga merasa tidak pernah puas atas kerja keras yang telah kamu berikan, bisa saja kamu mengalami toxic productivity. Berusaha semaksimal mungkin tidak sama dengan sikap perfeksionis lho. Ada baiknya, mulai sekarang berikan apresiasi atas segala usaha yang telah kamu lakukan.

  3. Merasa bersalah untuk beristirahat

    Hal ini cenderung menganggap bahwa istirahat dan tidak melakukan apapun itu sepenuhnya buruk, sepenuhnya negatif. Padahal kesehatanmu dapat terganggu. Menjaga pola hidup yang teratur, salah satunya dengan menyempatkan tidur justru dapat membuat pekerjaanmu menjadi lancar karena performa yang diberikan jauh lebih baik ketika pola hidup sehat dan teratur.

  4. Kurang peduli dengan kehidupan sosial

    Melakukan pekerjaan dengan baik dan tepat waktu adalah tanggung jawab kamu sebagai seorang pekerja. Namun, jika kamu selalu mengabaikan keluarga dan orang terdekat, itu artinya kamu sedang berada di dalam pekerjaan yang salah. Dalam lingkungan sosial, kamu tidak bisa selamanya mengandalkan diri sendiri. Sehingga yang perlu diingat adalah keberadaan kita sebagai manusia sosial. Pekerjaan memang penting, namun kehidupan sosial juga penting.

Sumber: kejarmimpi.id

Sumber: kejarmimpi.id

Nah, itulah penjelasan mengenai toxic productivity yang rentan dialami oleh baik para pekerja ataupun pelajar. Bila kamu sakit akibat bekerja terlalu keras, segera berobat ke dokter dengan buat janji di rumah sakit.

Artikel ini telah dibaca 68 kali

Baca Lainnya

Pemanfaatan Sampah Dapur Menjadi Cairan Serbaguna bersama Mahasiswa Pengabdian Masyarakat UPN “Veteran” Jawa Timur

22 June 2024 - 18:26 WIB

Sosialisasi “Pentingnya Sertifikasi Halal bagi UMKM Muda di Desa Candi, Kab. Sidoarjo”

20 June 2024 - 11:06 WIB

Kerja Bakti “Pembersihan Sampah Sekitar Sungai di Desa Ciburial RW 7

15 June 2024 - 21:50 WIB

Kegiatan Pengolahan Sampah Terpadu di Desa Ciburial “Mengubah Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos”

15 June 2024 - 21:43 WIB

Profil Desa Ciburial: Keindahan Alam yang Membutuhkan Pengelolaan Sampah Terpadu

15 June 2024 - 21:33 WIB

Tax Policy and Economic Elites: Going Where the Money is Earmarking

12 June 2024 - 05:59 WIB

Trending di Pendidikan