Menu

Mode Gelap
Djauzi dan Rafa Jadi Mojang Jajaka Kota Bandung 2023 *Pemilu 2024 Momentum Bagi Rakyat Indonesia Menentukan Masa Depan Negara dan Bangsa* Ini salah satu manfaat dari pajak yang Anda bayarkan… fasilitas kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia, seperti @bpjskesehatan_ri. Ditjen pen pada rapat kerja HIMKI tahun 2023 Penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama antara badan pengawas keuangan dan pembangunan dengan provinsi Papua Selatan Papua tengah Papua pegunungan dan Papua barat daya

Bisnis · 13 Sep 2023 11:31 WIB ·

*Meminimalisir Risiko Banjir, Pemerintah Perkuat Kelompok Masyarakat Siaga Bencana*

MEDIABANGSA-Serang – Kemendagri melalui Ditjen Bina Pembangunan Daerah terus memperkuat Kelompok Masyarakat Siaga Bencana (KMSB) dalam rangka merespon kesiapsiagaan  dalam menghadapi risiko bencana alam, terutama banjir dan longsor. Tujuan utama dari kesiapsiagaan yaitu untuk mengantisipasi kerugian materiil maupun non materiil.

Gunawan Eko Movianto, Plh. Direktur SUPD I, Ditjen Bina Pembangunan Daerah, Kemendagri, mengatakan bahwa pihaknya telah melaksanakan kegiatan yang mendukung hal tersebut melalui Program Flood Management in Selected River Basins (FMSRB). 

FMSRB adalah sebuah program yang dilakukan dalam rangka mengelola risiko banjir di beberapa daerah yang dianggap rentan dan butuh intervensi pengelolaan secara terpadu, diantaranya yaitu; Provinsi Maluku, Kota Ambon, Kabupaten Serang, Lebak dan Pandeglang di Banten.

Penanganan pengelolaan risiko banjir melalui Program FMSRB telah dilaksanakan selama 5 tahun dan saat ini memasuki tahap akhir, dan diharapkan dapat memberikan pembelajaran positif bagi kesiapsiagaan Daerah terhadap bencana.

“Meskipun proyek FMSRB mendekati akhir, kami berharap ada langkah-langkah yang akan diambil oleh pemda maupun masyarakat untuk memastikan kelangsungan dan pemeliharaan proyek yang sudah dilaksanakan bersama-sama,” kata Gunawan Eko Movianto saat memberikan sambutan pada workshop peningkatan kapasitas Kelompok Masyarakat Siaga Bencana (Jambore KMSB) di Serang, pada Selasa, (12/09/2023).

Gunawan juga berpesan agar pemerintah daerah yang sudah mendapat pendampingan proyek FMSRB sebelumya, bisa memelihara serta menindaklanjuti program termasuk pengelolaan aset-aset di lapangan. Sehingga kebermanfaatan program dapat berkelanjutan.

“Artinya pengelolaan program 100 persen selanjutnya akan dijalankan sepenuhnya oleh pemda dan masyarakat setempat,” ujar Gunawan.

Pada kesempatan yang sama, Yuni Pranoto selaku Team Leader konsultan FMSRB menambahkan bahwa, kegiatan workshop ini merupakan langkah yang penting untuk meningkatkan kesadaran, pendidikan, kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana seperti banjir dan longsor. 

Pihaknya juga akan memastikan bahwa aset fisik (berupa sarana dan prasarana) dan non fisik (berupa pembentukan kelompok masyarakat, pembentukan rencana pembangunan) yang telah diberikan oleh Ditjen Bina Pembangunan Daerah, dapat dimanfaatkan secara efektif dalam penanganan bencana alam.

“Diharapkan, melalui kegiatan ini, kemampuan penanganan bencana dapat ditingkatkan, dengan tidak mengesampingkan upaya pemulihan pasca-bencana,” katanya.

Artikel ini telah dibaca 64 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemanfaatan Sampah Dapur Menjadi Cairan Serbaguna bersama Mahasiswa Pengabdian Masyarakat UPN “Veteran” Jawa Timur

22 June 2024 - 18:26 WIB

Sosialisasi “Pentingnya Sertifikasi Halal bagi UMKM Muda di Desa Candi, Kab. Sidoarjo”

20 June 2024 - 11:06 WIB

Kerja Bakti “Pembersihan Sampah Sekitar Sungai di Desa Ciburial RW 7

15 June 2024 - 21:50 WIB

Kegiatan Pengolahan Sampah Terpadu di Desa Ciburial “Mengubah Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos”

15 June 2024 - 21:43 WIB

Profil Desa Ciburial: Keindahan Alam yang Membutuhkan Pengelolaan Sampah Terpadu

15 June 2024 - 21:33 WIB

Tax Policy and Economic Elites: Going Where the Money is Earmarking

12 June 2024 - 05:59 WIB

Trending di Pendidikan