Menu

Mode Gelap
Djauzi dan Rafa Jadi Mojang Jajaka Kota Bandung 2023 *Pemilu 2024 Momentum Bagi Rakyat Indonesia Menentukan Masa Depan Negara dan Bangsa* Ini salah satu manfaat dari pajak yang Anda bayarkan… fasilitas kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia, seperti @bpjskesehatan_ri. Ditjen pen pada rapat kerja HIMKI tahun 2023 Penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama antara badan pengawas keuangan dan pembangunan dengan provinsi Papua Selatan Papua tengah Papua pegunungan dan Papua barat daya

Pendidikan · 27 Dec 2023 15:33 WIB ·

Mahasiswa Agribisnis UPN “Veteran” Jawa Timur Bersama Yayasan Edufarmers International Mampu Produksi 500kg Pupuk Organik, Lepas Ketergantungan Pupuk Kimia Bersubdisi


 Mahasiswa Agribisnis UPN “Veteran” Jawa Timur Bersama Yayasan Edufarmers International Mampu Produksi 500kg Pupuk Organik, Lepas Ketergantungan Pupuk Kimia Bersubdisi Perbesar

Petani Kakao Desa Sintuwu, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi siap melepas ketergantungan terhadap pupuk bersubsidi. Secara swadaya mereka memproduksi pupuk organik dengan memanfaatkan limbah ternak yang mereka miliki (Senin, 27/11/2023).

Para petani dibantu oleh mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur bekerja sama dengan Yayasan EduFarmers International pada program Bertani Untuk Negeri memproduksi sekitar 500 kg pupuk organik padat dengan bahan-bahan yang mudah didapat.

“Bahan bakunya mudah, menggunakan kotoran kambing, daun gamal, sekam bakar, batang pisang, dan biocar atau M21 sebagai mikroorganisme pengurai,” jelas Mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur.

Para aparat Desa sangat meng

Program apresiasi ini dan diharapkan dapat membantu kebutuhan pupuk petani yang saat ini tengah mengalami kelangkaan.

“Pupuk organik padat dapat menjadi salah satu upaya menuju keberlanjutan pertanian yang lebih ramah lingkungan dan memiliki prospek pasar yang lebih bagus,” ucap Ketua RT 2 Desa Sintuwu.

Kotoran kambing mengandung hara yang lebih baik dari kotoran hewan lain. Penggunaan daun gamal didasarkan pada unsur pada daun tersebut yang mengandung nitrogen tinggi yang bagus untuk proses pertumbuhan tanaman, kemudian penggunaan batang pisang dipilih karena banyak mengandung phospor yang baik untuk kesehatan tanaman, sedangkan sekam bakar m engandung kalium, dan M21 sebagai dekomposer guna mempercepat penguraian bahan -bahan tersebut. Dengan demikian pembuatan pupuk organik padat ini dapat dijadikan sebagai pengganti pupuk NPK yang sudah mulai mahal harganya.

“Dengan penggunaan pupuk organik padat ini dapat menyeimbangkan pH tanah secara alami. Ekosistem di dalam tanah juga akan terjaga. Harapannya, produksi tanaman juga meningkat sehingga kesejahteraan petani juga semakin bertambah,” kata Endre, petani kakao Desa Sintuwu.

Artikel ini telah dibaca 50 kali

Baca Lainnya

Ganjar: Sukarno Tak Pernah Bicara Kepentingan Pribadi, Keluarga

5 July 2024 - 14:45 WIB

Ganjar hingga Ahok jadi ketua dpp PDIP hingga 2025

5 July 2024 - 14:35 WIB

Mahasiswa Agribisnis Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur Sosialisasikan Pembuatan Eco Enzym di Gapoktan Keputih Bersemi

4 July 2024 - 17:36 WIB

Mahasiswa Agribisnis UPN Jawa Timur Gelar Kerja Bakti Bersama Gapoktan Keputih Bersemi: Mengembangkan Komoditas Organik untuk Masa Depan Berkelanjutan

4 July 2024 - 14:23 WIB

Mata dan mulut tertutup lakban seorang pria di temukan tewas gantung diri di fly over Cimindi Cimahi Bandung

28 June 2024 - 11:56 WIB

Tim PKM RSH UMS, Lakukan Penelitian Tentang Taktik Bahasa dalam Kejahatan Siber

24 June 2024 - 12:01 WIB

Trending di Pendidikan