Menu

Mode Gelap
Djauzi dan Rafa Jadi Mojang Jajaka Kota Bandung 2023 *Pemilu 2024 Momentum Bagi Rakyat Indonesia Menentukan Masa Depan Negara dan Bangsa* Ini salah satu manfaat dari pajak yang Anda bayarkan… fasilitas kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia, seperti @bpjskesehatan_ri. Ditjen pen pada rapat kerja HIMKI tahun 2023 Penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama antara badan pengawas keuangan dan pembangunan dengan provinsi Papua Selatan Papua tengah Papua pegunungan dan Papua barat daya

Bisnis · 12 Nov 2023 21:01 WIB ·

Lenyapnya Netralitas Aparat, Ketika Memutuskan Untuk Berpihak?

Drama politik di Indonesia masih terus berlangsung. Pasca putusan MK mengenai syarat usia capres-cawapres hingga di nobatkannya Gibran Rakabuming Raka menjadi cawapres Prabowo lewat kekuatan Anwar Usman, pamannya. Kemelut asap hitam masih terus mengepul di langit-langit negeri ini.

Belum usai satu drama, kini muncul lagi drama dari pihak aparat. Dimana petugas Satpol-PP di Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara terlihat sedang sibuk mencopoti banner bergambar bacapres PDI-Perjuangan Ganjar Pranowo.

Berdasarkan video amatir yang beredar di sejumlah media sosial, terdapat beberapa pria tampak melepas banner bergambar Ganjar Pranowo, kemudian dimasukan ke dalam truk Satpol-PP berplat merah dengan nopol BK 8130 W.

Melihat begitu mudahnya mereka melepas banner kecil Ganjar, tapi membiarkan baliho Prabowo-Gibran serta Kaesang berdiri kokoh dimana-mana. Apakah karena mereka anak Presiden, sehingga aparat tak berani mencopoti layaknya mempreteli banner Ganjar?

Apakah rakyat tak diperbolehkan untuk mengenal Ganjar? Bukankah seharusnya barisan aparat bersikap netral, seperti dalam pasal 2 Undang-Undang No. 5 Tahun 2014, sudah menyantumkan jika ASN harus menjamin dan menjaga kenetralitasannya pada kontestasi politik? Lantas, mengapa sekarang aparat malah bertolak belakang?

Mungkinkah dibalik aksi Satpol PP yang mempreteli banner Ganjar lantaran pihak sebelah takut apabila semakin banyak rakyat yang menaruh benih-benih cinta terhadap Ganjar, sehingga membuat pihak lawan khawatir, cemas dan risau?

Kendati demikian, pencopotan banner yang dilakukan oleh aparat keamanan tidaklah fair, karena mereka terlihat tidak bersikap netral.

Menurut Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid menyebut, ada aroma kuat aparat negara mulai kehilangan netralitas jelang Pemilu 2024.

“Kami memang tidak berani menuduh, tetapi aroma (kehilangan netralitas) itu sangat kuat dan itu publik sudah tahu, di bawah juga sudah tahu,” kata Jazilul.

Jazilul mengatakan, tindakan tidak netral dari aparat negara terlihat dari beberapa kasus pencopotan baliho calon presiden dan acara politik yang mulai dilarang.

Pun dengan Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono menegaskan agar semua aparat hukum harus nertral dalam Pemilu.

“Aparat harus menjalankan tugas, diberi kewenangan maka aparat harus netral,” kata Mardiono.

Selain baliho Ganjar yang diturunkan, pihak aparat juga mulai menebarkan terror lewat intimidasi lunak. Seperti yang dirasakan oleh keluarga Ketua BEM UI Melki Sedek Huang. Keluarganya yang saat ini berada di Pontianak didatangi oleh sejumlah aparat keamanan.

“Paling parah Ibu saya di rumah Pontianak, didatangin sama orang berseragam TNI sama Polisi. Ditanya-tanyainlah kebiasaan Melki di rumah dulu ngapain, ibu saya itu kalau balik ke rumah pernah balik malam enggak, balik jam berapa. Ya menanyakan kebiasaan orang-orang di rumah,” tutur dia.

Melihat berbagai peristiwa seperti ini membuat rakyat bertanya-tanya, dimana letak kenetralitasan aparat? Mungkinkah Pemilu 2024 mendatang aparat yang seharusnya berlaku netral akan cawe-cawe untuk membantu kemenangan salah satu pihak?

Ingat ya pesan Presiden Jokowi, kalau seluruh aparatur sipil negara (ASN) pemerintahan baik di tingkat kabupaten/kota hingga tingkat pusat untuk menjaga netralitasnya pada Pemilu 2024. Hal yang sama juga berlaku bagi aparat TNI-Polri.

Pun dengan bapak kepala negara kami, juga harus netral. Jangan sampai perasaan sayang anak ikut terlibat dan kemudian berusaha sekuat tenaga hingga menghalalkan berbagai cara demi membantu kemenangan buah hatinya. Sebab Presiden juga harus netral!

Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Satgas Yonif 133/YS Gelar Kuali Merah Putih di Zona Merah

16 April 2024 - 09:46 WIB

Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat Redam Dampak Konflik Timur Tengah

16 April 2024 - 09:36 WIB

Database SQL VS Database NoSQL

16 April 2024 - 08:46 WIB

Dukung Program Pompanisasi, Kementan Gencarkan Listrik Masuk Sawah

15 April 2024 - 08:12 WIB

Kementan dan Provinsi Banten Kembangkan Padi Varietas Biosalin

15 April 2024 - 08:03 WIB

Pemrograman Hybrid

12 April 2024 - 21:25 WIB

Trending di Tekno & Sains