Menu

Mode Gelap
Djauzi dan Rafa Jadi Mojang Jajaka Kota Bandung 2023 *Pemilu 2024 Momentum Bagi Rakyat Indonesia Menentukan Masa Depan Negara dan Bangsa* Ini salah satu manfaat dari pajak yang Anda bayarkan… fasilitas kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia, seperti @bpjskesehatan_ri. Ditjen pen pada rapat kerja HIMKI tahun 2023 Penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama antara badan pengawas keuangan dan pembangunan dengan provinsi Papua Selatan Papua tengah Papua pegunungan dan Papua barat daya

Bisnis · 3 Nov 2023 04:29 WIB ·

Indonesia Ingatkan Tanggung Jawab Sosial dalam Pengembangan AI di AISS 2023 London


 Indonesia Ingatkan Tanggung Jawab Sosial dalam Pengembangan AI di AISS 2023 London Perbesar

Media Bangsa – Pemerintah Republik Indonesia mengingatkan seluruh negara untuk bertanggung dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi Kkecerdasan Buatan atau Artificial Inteliigence (AI).

“Tidak diragukan lagi, adalah tanggung jawab kita untuk memastikan bahwa pengembangan AI akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita, sekarang dan di masa depan,” kata Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo), Nezar Patria, dalam keterangannya terkait Forum AI Safety Summit (AISS) 2023 di London, Inggris, Rabu (1/11/2020).

Menurut Nezar Patria, penggunaan teknologi AI harus mempertimbangkan kebaikan semua orang. Risiko, tantangan, ancaman, kepercayaan diri, perencanaan, niat baik, etika.

“Kami juga memiliki kekhawatiran yang mendalam tentang tantangan etika dalam pengembangan AI,” imbuhnya.

Wamenkominfo  mengatakan, berbagai risiko itu bisa muncul akibat peluang dari algoritma dan bias manusia yang dapat memungkinkan penyalahgunaan AI.

“Terutama yang terkait dengan pemalsuan dan phishing, masalah hukum termasuk hak cipta, penghapusan pekerjaan dan privasi data,” kata Wamen Nezar. Wamenkominfo, peserta, KTT, AISS, perkembangan, risiko, teknologi AI.

Dalam hal ini, pemerintah Indonesia mengajukan tiga usulan dalam forum internasional tersebut terkait pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan.

Pertama, usulan agar setiap pihak bertanggung jawab atas penggunaan AI.

“Setiap pihak harus menyadari dampak dari AI di sepanjang siklus hidupnya,” tutur dia.

Kedua, usulan untuk memungkinkan platform komunikasi global yang lebih kuat dan inklusif mendiskusikan perkembangan, kemajuan, dan perilaku pemanfaatan AI secara teratur.

“Dan ketiga, tidak menggunakan AI dengan maksud untuk menyakiti, atau memfasilitasi bahaya,” tukas Nezar Patria.

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Inggris yang telah menyelenggarakan forum AISS pertama 2023.

“Atas nama pemerintah Indonesia, saya ingin menyampaikan penghargaan yang tulus kepada Pemerintah Inggris. Indonesia berpandangan bahwa KTT ini akan mendorong kerja sama di antara negara-negara yang diundang dan para pemangku kepentingan,” pungkas Nezar Patria.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

ID FOOD Sampaikan Inisiatif Strategis Peningkatan Akses Petani dan UMKM Perempuan di Sektor Pangan

17 April 2024 - 10:01 WIB

Budaya Halalbihalal Bisa Membangun Komunikasi Baik Antar-Stakeholders Pangan

17 April 2024 - 09:57 WIB

Satgas Yonif 133/YS Gelar Kuali Merah Putih di Zona Merah

16 April 2024 - 09:46 WIB

Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Kuat Redam Dampak Konflik Timur Tengah

16 April 2024 - 09:36 WIB

Dukung Program Pompanisasi, Kementan Gencarkan Listrik Masuk Sawah

15 April 2024 - 08:12 WIB

Kementan dan Provinsi Banten Kembangkan Padi Varietas Biosalin

15 April 2024 - 08:03 WIB

Trending di Bisnis