Menu

Mode Gelap
Djauzi dan Rafa Jadi Mojang Jajaka Kota Bandung 2023 *Pemilu 2024 Momentum Bagi Rakyat Indonesia Menentukan Masa Depan Negara dan Bangsa* Ini salah satu manfaat dari pajak yang Anda bayarkan… fasilitas kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia, seperti @bpjskesehatan_ri. Ditjen pen pada rapat kerja HIMKI tahun 2023 Penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama antara badan pengawas keuangan dan pembangunan dengan provinsi Papua Selatan Papua tengah Papua pegunungan dan Papua barat daya

Bisnis · 9 May 2023 19:42 WIB ·

Fiksi Politik DILARANG BERMIMPI ANIES

Sebelum jadi relawan Ganjar, Tokoh Kita jadi relawan Ahok. Kebenciannya pada Anies yang telah bikin Ahok keok di Pilkada DKI membuat dia setiap menit memikirkan narasi kebencian pada Anies yang disebarkan melalui akun medsosnya. Followernya yang tentu saja mayoritas pendukung Ganjar bertambah banyak.

Celakanya, dia dia bermimpi bertemu Anies. Awalnya dia berpikir cuma kembang tidur biasa. Tapi Anies dalam mimpinya bukan cuma datang sekali. Tokoh Kita mulai gelisah. Skandal mimpi ini tidak boleh diketahui siapa pun. Jelas ini skandal. Tapi dia juga perlu mencari tahu cara menghilangkan Anies dalam mimpinya.

Awalnya dia cuma curhat pada teman dekatnya sesama relawan. Dia minta saran bagaimana caranya menghilangkan Anies dalam mimpinya. Tapi curhatannya menyebar dari satu mulut ke mulut lain hingga sampai ke telinga Kakak Pembina.

Kakak Pembina marah besar.
“ Goblok! Apa maksudmu menyebarkan mimpi sial itu! Atau jangan-jangan kamu mau membelot ya? “

“ Nggak lah Boss. Sampai sekarang denyut nadi saya, aliran darah saya tetap tegak lurus dengan Ganjar. “ Tokoh Kita berusaha meyakinkan Kakak Pembina. Membelot menjadi pendukung Anies adalah hal yang akan paling mengerikan dalam sejarah hidupnya.

“ Tapi kenapa bermimpi bertemu Anies? “

“ Saya juga tidak tahu, Boss. Mimpi kan tidak bisa direncanakan. “

“ Anies sedang apa dalam mimpimu? “

“ Sedang tertawa Boss. “

“ Tuh kan? Ketawa lagi. Anies menertawakanmu! Menertawakan kita! “ Kakak Pembina mengatur nafasnya yang mulai tersengal. Kepalanya agak pening.

Tidak menunggu lama. Kakak Pembina mengumpulkan seluruh relawan. Pidatonya nampak emosional.
“ Mulai sekarang, tidak ada yang boleh bermimpi bertemu Anies! Terserah bagaimana kek caranya! Mau mengubah pososi tidur kalian, kek. Mau ganti bantal, kek. Jika perlu kalian ganti tempat tidur kalian! Jauhkan wajah Anies, bahkan dalam mimpi kalian! “ Nafas Kakak Pembina tersengal. Dia meraih gelas dengan tangan gemetar. Beberapa tetes air membasahi podium.

Malamnya Kakak Pembina mimpi menyeruput kopi bareng Anies di teras rumahnya. Paginya dia duduk di teras. Dia mulai berpikir meronavasi teras, mengganti warna cat, mengganti bangku teras yang diduduki Anies dalam mimpinya.

Kakak Pembina menyeruput kopi dalam-dalam. Kopinya terasa sangat pahit.

-Balyanur.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemanfaatan Sampah Dapur Menjadi Cairan Serbaguna bersama Mahasiswa Pengabdian Masyarakat UPN “Veteran” Jawa Timur

22 June 2024 - 18:26 WIB

Sosialisasi “Pentingnya Sertifikasi Halal bagi UMKM Muda di Desa Candi, Kab. Sidoarjo”

20 June 2024 - 11:06 WIB

Kerja Bakti “Pembersihan Sampah Sekitar Sungai di Desa Ciburial RW 7

15 June 2024 - 21:50 WIB

Kegiatan Pengolahan Sampah Terpadu di Desa Ciburial “Mengubah Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos”

15 June 2024 - 21:43 WIB

Profil Desa Ciburial: Keindahan Alam yang Membutuhkan Pengelolaan Sampah Terpadu

15 June 2024 - 21:33 WIB

Tax Policy and Economic Elites: Going Where the Money is Earmarking

12 June 2024 - 05:59 WIB

Trending di Pendidikan