Media Bangsa – Bupati Belu, Willybrodus Lay, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kemandirian fiskal daerah dengan meminta 10 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola Pendapatan Asli Daerah (PAD) bekerja lebih optimal dalam menggenjot capaian PAD pada Tahun Anggaran 2026.

Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Pendapatan yang berlangsung di Ruang Kerja Bupati Belu, Senin (2/3/2026).

Menurutnya, upaya peningkatkan PAD sangatlah penting agar bisa digunakan kembali untuk pembangunan dan pelayanan masyarakat.

“Upaya meningkatkan PAD sangatlah penting agar bisa digunakan kembali untuk pembangunan. Dengan PAD yang meningkat, kita bisa mempercepat program pelayanan publik agar lebih efisien,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, setiap OPD pengelola PAD diminta memaparkan capaian pendapatan masing-masing dan berkomitmen memaksimalkan potensi daerah.

Pada kesempatan itu, Bupati Belu memberikan apresiasi atas capaian PAD 2025 yang naik secara signifikan dari Rp88 miliar, menjadi Rp115 miliar. Meskipun menunjukkan tren positif, ia mengingatkan seluruh Pimpinan Perangkat Daerah untuk tidak merasa puas dan bangga dengan naiknya PAD di maksud.

“Kepada jajaran Perangkat Daerah
untuk tidak cepat puas atau bangga dengan peningkatan tersebut, melainkan beban tanggung jawab yang lebih besar untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ungkapnya.

Bupati Belu juga menyoroti bahwa masih banyak potensi pajak daerah yang belum tergarap maksimal. Ia meminta OPD teknis tidak hanya mengandalkan target minimal, melainkan kreatif mencari sumber-sumber pendapatan baru tanpa memberatkan masyarakat.

“Target 2025 sudah menunjukkan hasil, tapi, kreativitas perangkat daerah menghasilkan PAD itu yang utama. Harus kreatif dan inovatif” tambah Bupati.

Secara khusus Bupati Belu mendorong Dinas Pariwisata untuk mengoptimalkan potensi wisata rohani, seperti kawasan Patung Bunda Maria di Teluk Gurita, guna meningkatkan PAD dengan menarik lebih banyak wisatawan, sekaligus mendukung target peningkatan PAD yang ditetapkan pemerintah daerah.

“Optimalisasi Sektor pariwisata menjadi salah satu pilar utama yang terus didorong perkembangannya di wilayah perbatasan ini agar mampu menjadi magnet ekonomi baru sekaligus penyumbang PAD yang signifikan,” ungkapnya.

Turut hadir pada kesempatan itu, para Staf Khusus Bupati serta perwakilan dari dinas dan badan.

Sumber