Media Bangsa – Jakarta, Dunia pendidikan dan kebhikkhuan Indonesia mencatat sejarah penting melalui keberhasilan Dr. Tejo Ismoyo, M.Pd., M.Pd.B., C.PS. atau Bhiksu Bhadratamsaka dalam meraih gelar Doktor Teknologi Pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Gelar ini resmi disandangnya dalam sidang terbuka promosi doktor yang digelar di Gedung Bung Hatta, Kampus A UNJ, Rawamangun, Jakarta Timur, pada Selasa, 11 November 2025.
Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan masyarakat Lampung karena Dr. Tejo tercatat sebagai biksu pertama dari Kabupaten Pesisir Barat yang meraih gelar doktor di bidang Teknologi Pendidikan. Lahir di Liwa dan dibesarkan di Desa Biha, Kecamatan Pesisir Selatan, ia dikenal sebagai sosok sederhana, tekun, dan berdedikasi tinggi pada pendidikan dan pengembangan karakter berbasis nilai Buddhis.
Model Pembelajaran TEBASTIN: Inovasi dari Disertasi
Dalam disertasinya berjudul “Pengembangan Model Pembelajaran Pancasila Buddhis Berbasis Problem Based Learning Menggunakan Microlearning”, Dr. Tejo mengembangkan Model Pembelajaran TEBASTIN—sebuah inovasi pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila Buddhis, pendekatan problem based learning, media microlearning, pemanfaatan e-learning, serta praktik mindfulness.
Model tersebut dirancang untuk menghadirkan pembelajaran yang partisipatif, kontekstual, dan relevan dengan karakteristik peserta didik di era digital. Selain bertujuan memperkuat moralitas dan karakter, TEBASTIN juga mengasah kemampuan berpikir kritis dan kerja kolaboratif sesuai tuntutan abad ke-21.
Melalui penelitian dan karya intelektualnya, Dr. Tejo telah menghasilkan lebih dari 40 karya berhak cipta, berupa buku referensi, modul digital, LKPD interaktif, panduan guru, video pembelajaran, lagu edukatif, serta berbagai media ajar berbasis nilai kebajikan. Seluruh karya tersebut telah terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM RI.
Kehadiran Bhiksu Nyanamaitri Mahāsthavira
Sidang terbuka tersebut turut dihadiri oleh Bhiksu Nyanamaitri Mahāsthavira, pendiri Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha (STIAB) Jinarakkhita. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi atas pencapaian akademik Dr. Tejo.
“Kami berharap hasil penelitian beliau tentang Model Pembelajaran Pancasila Buddhis Berbasis Problem Based Learning Menggunakan Microlearning dapat memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan di era digital,” ujar Bhiksu Nyanamaitri Mahāsthavira, disambut tepuk tangan para hadirin.
Riwayat Akademik dan Perjalanan Spiritualitas
Sejak menempuh pendidikan di SDN 2 Biha, SMP Tanjung Jati, dan SMU Pesisir Selatan Biha, Dr. Tejo menunjukkan ketekunan dalam belajar. Ia memperluas kompetensinya melalui Pelatihan Kepemimpinan Nasional di Lemhannas RI, serta memperdalam spiritualitas melalui latihan mindfulness di Plum Village Thailand, pusat pelatihan yang didirikan Zen Master Thich Nhat Hanh.
Ia juga pernah menjadi delegasi Indonesia dalam Perayaan Waisak Internasional di Gedung PBB, Thailand, sebuah forum global yang mempertemukan tokoh spiritual dan akademisi internasional.

Menurutnya, “Pendidikan dan Dhamma bukan dua jalan yang berbeda. Keduanya bertemu dalam kebijaksanaan dan pelayanan.”
Karya Ilmiah dan Buku Referensi
Sebagai akademisi dan penulis produktif, Dr. Tejo menghasilkan berbagai karya ilmiah dan sastra yang memadukan nilai Buddhis dengan teori pendidikan modern. Beberapa bukunya antara lain:
- 99 Living Pearls
- Silakan Binggung
- Quotes Biksu Akademisi
- Mindfulness untuk Semua
- Transformasi Pembelajaran Pancasila Buddhis Menggunakan Microlearning
- Model Pembelajaran TEBASTIN
- Panduan Praktik Mindfulness untuk Civitas Akademik
Selain itu, publikasi ilmiah internasional yang dihasilkannya mencakup:
- Developing Microlearning in Buddhist Education
- Microlearning: New Learning Model for Buddhist Religious Education
- Integration of Microlearning in Teaching Buddhism: Analysis of Potentials and Barriers
Karya-karya tersebut menjadi rujukan dalam pengembangan pembelajaran berbasis nilai kebajikan dan teknologi digital.
Musik sebagai Media Dhamma
Di luar riset akademik, Dr. Tejo dikenal sebagai pencipta lagu Buddhis yang menyampaikan pesan cinta kasih, kedamaian, dan kesadaran diri. Karya-karyanya seperti Hentikan Kekerasan, Mindfulness, Pancasila Buddhis, Waktu, dan Kebebasan dalam Kesadaran dipakai dalam perayaan Waisak, kegiatan meditasi, serta pembelajaran di berbagai daerah.
Beberapa lagunya telah ditayangkan di televisi nasional dan kanal TV Buddhis. Lagu-lagu tersebut dapat diakses melalui YouTube resminya: https://www.youtube.com/@tejoismoyo/videos
Dedikasi pada Pendidikan dan Pengabdian
Sebagai akademisi, Dr. Tejo sering diundang dalam seminar pendidikan, pelatihan guru, serta berbagai kegiatan Buddhis. Ia juga pernah tampil sebagai narasumber pada program televisi PT Indofood, membahas pendidikan karakter, moralitas, dan kesadaran diri. Dengan lebih dari 15 sertifikasi profesional, ia terus berkontribusi dalam pengembangan pendidikan dan praktik mindfulness.
Capaian akademik dan spiritualnya membuktikan bahwa seorang bhiksu dapat hadir di ruang-ruang strategis pendidikan dan kemanusiaan, memadukan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai kebijaksanaan.
By : Jesslyn Dorina Frans
